Sabtu, 17 November 2018

Pasar Cheng Ho Jakabaring Palembang Resmi Dibangun

Pasar Cheng Ho Jakabaring Palembang Resmi Dibangun


Bangun Pasar Tradisional Cheng Ho di Jakabaring, Siapkan 220 Kios Pedagang
Jumat, 16 November 2018 16:44

Camat Jakabaring bersama Dirut PT Generasi Muda Momea Perkasa, Ir H Ahmad Aman Astra (tiga dari kanan) saat peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisional Cheng Ho Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PD Pasar Jaya bersama pemerintah setempat menggandeng PT Generasi Muda Momea Perkasa akan membangaun Pasar Tradisional Cheng Ho.

Hal ini dilakukan sebagai upaya menyulap kawasan kumuh yang berada di Jalan Pangeran Ratu Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang.

Program Pembangunan Pasar Tradisional Cheng Ho ini diharapkan bisa menjadi Icon baru di Jakabaring khusunya di Kota Palembang karena lebih mudah dikenal masyarakat, lantaran namanya sama dan lokasi berdekatan dengan Masjid Cheng Ho Sriwijaya.

Dirut PT Generasi Muda Momea Perkasa, Ir H Ahmad Aman Astra mengatakan, rencana serta eksekusi lahan ini sudah dilakukan sejak September 2017 lalu dengan memanfaatkan lahan kosong.

Menurutnya, dipilihnya lokasi berdepanan dengan Pasar Induk Jakabaring, lantaran pasar tersebut tidak 24 jam, jadi masyarakat bisa beralih ke pasar tradisional yang juga dibutuhkan warga.

"Alhamdulillah pada hari bisa ini terwujud, dengan konsep yang bagus Insya Allah bisa bermanfaat bagi masyarakat Seberang Ulu khususnya kawasan Jakabaring," ungkapnya saat peletakan batu pertama, Jumat (16/11/2018).

Pasar tersebut akan dibangun diatas lahan seluas 1 hektare dengan jumlah total berkisar 220 kios dengan lebar 3x4 meter.

Sedangkan masalah harga sewa, 1 kios seharga Rp 50 juta dalam tempo kontrak selama 5 tahun dengan 3 kali angsuran.

"Pembangunannya akan dibuat bertahap, tahap pertama berjumlah 98 kios dan tahap ke dua berkisar 120 kios, kita lihat nanti animo dari masyarakatnya," jelasnya.

Untuk fasilitas sendir, pihaknya mengutamakan kebersihan serta kenyamanan bagi pedagang serta pengunjung di Pasar Tradisional Cheng Ho.

Setelah pembanguannya selesai, nantinya masyarakat bisa beralih kesini dan tidak perlu jauh-jauh mencari pasar berada di Seberang Ilir.

"Mushala, toilet tempat parkir serta pos jaga akan disediakan, kemudian untuk dagangannya akan ada beragam jenis yang akan di jajakan, seperti buah, makanan serta souvenir," ujarnya.

Camat Jakabaring Palembang, Drs H Romli menambahkan, dibentuknya lahan ini tidak lepas untuk menunjang program pemerintah pusat.

Jadi akan menjadi pusat Kota Baru, lantaran strategis dari segi ekonomi.

"Kita berharap proyek ini bisa bermanfaat dalam pemberdayaan masyarakat sekitar dan menghidupkan roda perekonomian warga setempat. Kemudian menghilangkan emage kawasan bahaya si Jakabaring," jelasnya.

Sementara itu, Rustam selaku pedagang buah menuturkan, bahwa dirinya berharap banyak kedepannya dengan proyek ini.

"Insya Allah mudah-mudahan lancar, saya sudah memesan 3 kios dengan rincian sewa 1 kios seharga Rp 50 juta dalam waktu 5 tahun. Semoga kebersihan serta kenyamanannya terjaga sehingga perekonomian warga Jakabaring bisa meningkat," jelasnya.

Sedangkan untuk melakukan pemesanan sendir, konsumen bisa langsung datang ke kantor pemasaran yang terletak di Komplek OPI Mall Blok B 1 no 06 Palembang.

Jumat, 16 November 2018

Diskominfo Ogan Ilir Bentuk KIM - Kelompok Informasi Masyarakat

Diskominfo Ogan Ilir Bentuk KIM - Kelompok Informasi Masyarakat

MetroPalembang - Diskominfo Ogan Ilir Bentuk KIM - Untuk mewujudkan masyarakat Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ogan Ilir bentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), hal ini dilakukan guna meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Pasalnya KIM ini dibentuk dan dikelola dari masyarakat untuk masyarakat yang secara mandiri serta kreatif mengolah informasi Desa.
 
 
Kepala Dinas Kominfo Ogan Ilir Drs. Yohanas, M.Pd didampingi Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Mira Diani, ST, M.Si. mengatakan
 
"kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan PP No 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota, dan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuannya mewujudnya kelompok informasi masyarakat yang inovatif dalam meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendayagunaan informasi dan komunikasi dalam rangka mencapai masyarakat informasi "ujar Yohanas diruang kerjanya, Kamis (15/11/18).
.
Lebih lanjut Kadin Kominfo menjelaskan "KIM ini dalam satu desa terdiri dari 3 sampai 30 anggota dan hingga kini sudah terbentuk di dua Kecamatan Yakni Kecamatan Indralaya Selatan dan Indralaya Utara dengan jumlah Desa sebanyak 29 Desa dan kita terus menghimbau masyarakat agar dapat membentuk KIM di setiap Desa," jelasnya.

Sedangkan tugas KIM ini Yohanas menegaskan untuk mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka, dan memahami informasi, selain itu juga bertugas memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.
.
"Selain dengan berbagai tugas tersebut KIM ini bisa dimanfaatkan anggota atau masyarakat desa setempat untuk menggali potensi dibidang UKM dan menyebarluaskannya melalui KIM dengan kata lain anggota KIM bisa menjadi "citizen jurnalism" (jurnalis warga). Ini berarti juga anggota KIM bisa menjadi jurnalis dengan cara memberi informasi terkini, menarik atau peristiwa hingga kritik sosial", Pungkas Kadin Kominfo Ogan Ilir. (Foto : Dinas Kominfo Kab. Ogan Ilir)

Berita : Adm Ogan Ilir Terkini
#oganilirterkini

Kamis, 15 November 2018

Usaha Ikan Salai di Sungai Rengit Banyuasin, Potensial Namun Warga Terkendala Peralatan

Usaha Ikan Salai di Sungai Rengit Banyuasin, Potensial Namun Warga Terkendala Peralatan

Usaha ikan salai menjadi salah satu usaha menjanjikan bagi warga Sungai Rengit Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. 

Permintaan ikan salai dari luar daerah cukup tinggi, dan ikan salai ini juga menjadi sesuatu yang paling dicari oleh masyarakat pendatang saat berkunjung ke Banyuasin.

Hal ini diungkapkan oleh Hengki, Pemilik Ikan Salai Sanjaya.

Hengki mengungkapkan, berbekal peralatan seadanya, omset yang diterimanya Rp 6 hingga Rp 7 juta setiap bulannya atau dapat meraup keuntungan bersih mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta setiap bulannya dengan dari pemesanan dari luar daerah.

"Yang biasa langganan pesan dari Tanggerang, Medan dan Bandung namun ada juga yang dari kota lainnya," ujar Hengki di bincangi Sripo, Rabu (14/11/2018).

Karena terkendala tenaga kerja dan peralatan memanggang, Hengki hanya mampu memproduksi 4 kali dalam setiap bulannya, dikarenakan waktu pemanggangan ikan yang tidak sebentar, atau membutuhkan wakti selama 5 hari dalam sekali pemanggangan.

"Lima hari baru jadi atau paling cepat 4 hari 4 malam, karena perlu pematangan secara menyeluruh pada ikan," ujar Hengki Rabu (14/11/2018).

Sekali produksi Ikan Salai yang kelola mencapai ratusan kilo Ikan basah dengan membutuhkan waktu 4 hingga 5 hari.

Dikatakannya dirinya menjual ikan Salai yang ia kelola Rp 90 ribu perkilo namun hingga saat ini hanya menyediakan ikan salai jenis patin dan lele.

"Adanya untuk sekarang ikan Salai Patin dan Lele, untul jenis ikan yang lainnya belum pernah mencoba," ujarnya.

Dikatakannya ikan yang biasa di Salai merupakan ikan yang tidak bersisik dan minim tulang sehingga mudah saat dikonsumsi. Namun dirinya juga membuka jasa pensalaian ikan dari berbagai jenis ikan sesuai permintaan pelanggan.

"Kalau untuk jasa salai perkilonya Rp 7 ribu karena kita menggunakan bahan bakar yang tidak bergetah, sebab akan berpengaruh pada hasil Ikan Salai,"ujarnya.

Agar cepat dikenal masyarakat luar diringa memposting hasil Ikan Salai di Sosial media seperti IG dan Facebook.

Sumber http://palembang.tribunnews.com/2018/11/14/ikan-salai-jadi-usaha-menjanjikan-warga-sungai-rengit-banyuasin-namun-terkendala-peralatan-tenaga

Rabu, 14 November 2018

Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Kedatangan Ratusan Kader PDI Perjuangan

Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Kedatangan Ratusan Kader PDI Perjuangan


MetroPalembang - Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Guru Kader mendampingi para peserta Pendidikan Kader Madya (PKM) PDI Perjuangan Sumsel melakukan kunjungan belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, di Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa (13/11/2018). 

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Guru Kader mengajak ratusan para peserta Pendidikan Kader Madya (PKM) PDI Perjuangan Sumsel melakukan kunjungan belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, di Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa (13/11/2018).

"Kunjungan tersebut sebagai sarana belajar para peserta PKM untuk menganalisa dan mencari jalan keluar persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang terjadi di Ponpes dan Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman.

Hari ini mereka (peserta PKM-red) turun ke lapangan melihat kondisi real di masyarakat, kemudian melakukan evaluasi, ini menjadi bahan analisa mereka," ungkap HM Giri Ramanda N Kiemas.

Giri mengatakan, kunjungan belajar ke Ponpes dan Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman itu sebagai bentuk latihan bagi kader partainya.
Ketika nanti mereka akan turun ke masyarakat, mereka sudah lebih mengetahui secara detil bagaimana membuat analisis sosial yang baik, bagaimana nanti meng-cluster-cluster permasalahan, dan mencari solusi-solusi permasalahan.

Menurut Giri, selama ini.peserta PKM yang sebagian besar calon anggota legislatif (Caleg) itu turun dan bertemu masyarakat. Tetapi kebanyakan tidak menggunakan metode yang sistematis. Melalui PKM, para kader akan belajar sesuatu secara lebih sistematis dalam melakukan pengalangan di masyarakat, dan mencari solusi-solusi bagi masyarakat.

“Tentunya ini akan menolong juga, ketika mereka menjadi anggota legislatif, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan di lapangan," kata Giri.

Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Ar-Rahman H M Sukarman Dewhana mengaku sangat senang dikunjungi kader-kader PDI Perjuangan Sumsel. Pasal, sejak berdiri 2000, baru kali ini partai politik (Parpol) atau anggota dewan di Sumsel mengunjungi mereka. Justru sebelumnya, Anggota DPRD Yogyakarta dan Sulawesi Tengah yang telah melakukan kunjungan.

“Jadi suatu kebagian tersendiri bagi Yayasan Ar-Rahman atas kunjungan kader-kader PDIP ke sini, karena dengan datang ke sini, para kader ini bisa melihat realita lapangan, dari kegiatan ponpes sampai panti rehabilitasi," ujar Sukarman.

Diakuinya, untuk kunjungan kader atau anggota dewan yang masih bertugas, ini baru pertama kali. Justru dari daerah lain yang datang ke sini, Yogya dan Sulteng, tambahnya.

Sukarman berharap, dengan mengunjungi Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, kader PDI Perjuangan termotivasi untuk tidak menggunakan dan memberantas penyalahgunaan Narkoba. Terlebih, saat menjadi anggota dewan, harus menjadi panutan masyarakat untuk tidak memakai Narkoba.

“Kalau anggota dewan sendiri memakai (Narkoba) bagaimana nanti masyarakatnya, lebih parah lagi, kata Sukarman.

Dia juga berharap, anggota dewan dari PDI Perjuangan dapat mengawasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) agar tidak menjadi sarang pengedar Narkoba. Dengan sinergi semua pihak, kata Sukarman, maka jumlah para pengguna ataupun pencandu Narkoba dapat ditekan," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Ratusan Kader PDI Perjuangan Belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/14/ratusan-kader-pdi-perjuangan-belajar-ke-pusat-rehabilitasi-narkoba-ar-rahman.
Penulis: Abdul Hafiz 
Editor: Budi Darmawan

Selasa, 13 November 2018

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam Resmikan "Gerakan Ogan Ilir BISA"

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam Resmikan "Gerakan Ogan Ilir BISA"


Tanjung Raja, MetroPalembang.com - Bupati Ogan Ilir launching Gerakan Ogan Ilir "BISA" Bertepatan Dengan Upacara Peringatan HKN.

Dalam rangka penuntasan akses sanitasi dan air minum menyeluruh serta berkelanjutan pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melaunching "Gerakan Ogan Ilir BISA".

Kegiatan ini juga digelar dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 54 tingkat Kabupaten di Lapangan Bola Kaki Kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja, Senin (12/11/18).
.
Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti lomba mewarnai tingkat PAUD, donor darah, pelayanan kesehatan hingga pelayanan pemasangan KB kepada sejumlah ibu rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ogan Ilir H.M Ilyas Panji Alam menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 54 "momentum untuk merefleksikan sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan serta sejauh mana sektor kesehatan dalam melibatkan semuan unsur, lintas sektor, dalam pembangun sektor kesehatan," Ujarnya.

Dan melalui HKN tahun ini Bupati megajak seluruh petugas kesehatan untuk mengobarkan "semangat melayani semangat menggerakkan, semangat untuk menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya," Pungkasnya. (Foto : Dinas Kominfo Kab. Ogan Ilir)

Berita : Adm Ogan Ilir Terkini | #oganilirterkini

Senin, 12 November 2018

Burai Mandiri, Kelompok Pembuat Pakan Ikan Memiliki Mesin Pakan Ikan Sendiri

Burai Mandiri, Kelompok Pembuat Pakan Ikan Memiliki Mesin Pakan Ikan Sendiri

MetroPalembang - Burai Memiliki Mesin Pakan Ikan - Willy Sandi, (kanan) Ketua Kelompok pembuat pakan ikan "Burai Mandiri".

Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu yang namanya sudah mulai menggaung karena terkenal dengan membangun desa warna warni, terus meningkatkan ekonomi kerakyatannya.

Salahsatunya dalam pembudidayaan ikan air tawar, yang selama ini cukup kesulitan tersedianya pakan ikan, nah sekarang mesin pakan ikan sudah tersedia.
.
"Kami sudah mendapatkan bantuan mesin pembuat pakan ikan bantuan dari pemerintah pusat yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),'' kata Willy Sandi, Ketua Kelompok pembuat pakan ikan "Burai Mandiri".
.
Menurutnya, bantuan mesin pembuat pakan ikan dari pemerintah pusat sudah dimanfaatkan oleh pembudidaya sejak 2017 lalu sampai sekarang. Proses pembuatannya pun tergolong tidak begitu sulit, karena cukup dengan bantuan berupa mesin "Kubota".
.
"Para nelayan ikan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pakan ternak yang nilainya tergolong cukup tinggi. Cukup dengan mesin merk Kubota, sudah bisa membuat sendiri pakan ternak ikan," kata Willy.

Sumber : sumeks.co.id
#oganilirterkini

Sabtu, 10 November 2018

Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam Melawan Penjajah Di Kota Palembang

Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam Melawan Penjajah Di Kota Palembang

MetroPalembang - Seperti kita ketahui dari buku -buku literatur sejarah, bahwa Belanda sangat berhasrat untuk menguasai Pulau Jawa dan Sumatera. Kekayaan alam yang ada di kedua pulau tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi bangsa asing. Salah satunya Sumatera Selatan menjadi kebanggaan sekaligus ancaman bagi bangsa asing .

Di Sumatera terkenal dengan perang 5 hari 5 malam, pertempuran ini terjadi dari tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.

Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang merupakan perang tiga matra yang pertama kali kita alami, begitu pula pihak Belanda. Perang tersebut terjadi melibatkan kekuatan darat, laut, dan udara.

Belanda sangat berkepentingan untuk menguasai Palembang secara total karena tinjauan Belanda terhadap Palembang dari aspek politik. ekonomi dan militer. Dalam aspek politik, Belanda berusaha untuk menguasai Palembang karena ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa mereka benar-benar telah menguasai Jawa dan Sumatera.

Ditinjau dari aspek ekonomi berarti jika Kota Palembang dikuasai sepenuhnya maka berarti juga dapat menguasai tempat penyulingan minyak di Plaju dan Sei Gerong. Selain itu, dapat pula perdagangan karet dan hasil bumi lainnya untuk tujuan ekspor.

Sedangkan jika ditinjau dari segi militer, sebenarnya Paskan TRI dan pejuang yang dikonsentrasikan di Kota Palembang merupakan pasukan yang relatif mempunyai persenjataan yang terkuat, jika dibandingkan dengan pasukan-pasukan di luar kota.

Berikut Perjalanan Perang 5 hari 5 malam yang dihimpun Sripoku.com dari berbagai sumber ;

1 januari 1947

Pertempuran pertama terjadi pada hari Rabu 1 Januari 1947

Belanda melancarkan serangan dan tembakan yang terus menerus diarahkan ke lokasi pasukan RI yang ada di sekitar RS Charitas. RS Charitas berada di tempat yang strategis karena berada di atas bukit sehingga menjadi basis pertahanan yang baik bagi Belanda.

Dari RS Charitas terjadi rentetan tembakan disusul oleh ledakan-ledakan dahsyat kearah kedudukan pasukan RI yang bahu-membahu dengan tokoh masyarakat bergerak dari pos di Kebon Duku (24 Ilir-sekarang) mulai dari Jalan Jenderal Sudirman terus melaju kearah Borsumij, Bomyetty Sekanak, BPM, Talang Semut.

2 Januari 1947

Alat altileri berat yang berada di dalam benteng kuto besak tahun 1947 Foto : Kitlv (http://www.palembangdalamsketsa.com/)

Diperkuat dengan Panser dan Tank Canggih Belanda bermaksud menyerbu dan menduduki markas Tentara Indonesia di Masjid Agung Palembang. Pasukan Batalyon Geni dibantu oleh Tokoh Masyarakat bahu membahu memperkuat barisan mengobarkan semangat jihad yang akhirnya dapat berhasil mempertahankan Masjid Agung dari serangan sporadis Belanda.

Pasukan bantuan Belanda dari Talang Betutu gagal menuju Masjid Agung karena disergap oleh pasukan Lettu Wahid Luddien sedangkan pada hari kedua Lettu Soerodjo tewas ketika menyerbu Javache Bank.

Di Seberang Ulu Lettu Raden M menyerbu kedudukan strategis belanda di Bagus Kuning dan berhasil mendudukinya untuk sementara. Bertepatan dengan masuknya pasukan bantuan kita dari Resimen XVII Prabumulih.

3 Januari 1947

inilah perjalan perang 5 hari 5 malam di palembang (laskarwongkito.com/ wordpress.com)

Pertempuran yang semakin sengit kembali memakan korban perwira penting Lettu Ahmad Rivai yang tewas terkena meriam kapal perang belanda di Sungai Seruju. Keberhasilan gemilang diraih oleh Batalyon Geni pimpinan Letda Ali Usman yang sukses menghancurkan Tiga Regu Kaveleri Gajah Merah Belanda. Meskipun Letda Ali Usman terluka parah pada lengan.

Pasukan lini dua yang bergerak di lokasi keramat Candi Walang (24 Ilir) menjaga posisi untuk menghindari terlalu mudah bagi belanda memborbardir posisi mereka. Sedangkan pasukan Ki.III/34 di 4 Ulu berhasil menenggelamkan satu kapal belanda yang sarat dengan mesiu. Akibatnya pesawat-pesawat mustang belanda mengamuk dan menghantam selama 2 jam tanpa henti posisi pasukan ini.

Pada saat ini pasukan bantuan kita dari Lampung, Lahat dan Baturaja tiba di Kertapati, namun kesulitan memasuki zona sentral pertempuran di areal masjid agung dan sekitar akibat dikuasainya Sungai Musi oleh Pasukan Angkatan Laut Belanda.

4 Januari 1947

Belanda mengalami masalah amunisi dan logistik akibat pengepungan hebat dari segala penjuru oleh tentara dan rakyat, sedangkan tentara kita mendapat bantuan dari tokoh masyarakat dan pemuka adat yang mengerahkan pengikutnya untuk membuka dapur umum dan lokasi persembunyian serta perawatan umum.

Pasukan Mayor Nawawi yang mendarat di Keramasan terus melaju ke pusat kota melalui jalan Demang Lebar Daun. Bantuan dari pasukan ke Masjid Agung terhadang di Simpang empat BPM, Sekanak, dan Kantor Keresidenan oleh pasukan Belanda sehingga bantuan belum bisa langsung menuju ke wilayah Charitas dan sekitarnya.

5 Januari 1947

Pada hari ke lima, panser Belanda serentak bergerak maju ke arah Pasar Cinde namun belum berani maju karena perlawanan sengit dari Pasukan Mobrig, pimpinan Inspektur Wagiman dibantu oleh Batalyon Geni. Sedangkan pasukan Belanda di jalan Merdeka mulai Sekanak tetap tertahan tidak mampu mendekati Masjid Agung.

Akibat kesulitan tentara Belanda di bidang logistik dan kesulitan yang lebih besar pada pihak pejuang pada bidang amunisi akhirnya dibuat kesepakatan untuk mengadakan gencatan senjata (cease fire) antara kedua belah pihak, dimana TRI/Lasykar harus kelur dari Kota Palembang sejauh 20 Kilometer kecuali Pemerintah Sipil RI dan ALRI masih tetap berada di dalam kota. Sedangkan pos-pos Belanda hanya boleh sejauh 14 Km dari pusat kota. Jalan raya di dalam kota dijaga pasukan Belanda dengan rentang wilayah 3 Km ke kiri dan kanan jalan. Hasil perundingan ini selanjutnya segera disampaikan ke markas besar TRI di Yogyakarta.

sumber ; Dimjati, M. (1951). Sedjarah Perdjuangan Indonesia, Djakarta: Widjaja

Nugroho Notosusanto. Marwatidjoened Poesponegoro (1987). Sejarah Indonesia V Balai Pustaka

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Selama 5 hari Inilah Sejarah Pertempuran 5 hari 5 malam Di Palembang, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/10/selama-5-hari-inilah-sejarah-pertempuran-5-hari-5-malam-di-palembang?page=all.
Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan