Rabu, 14 November 2018

Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Kedatangan Ratusan Kader PDI Perjuangan

Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Kedatangan Ratusan Kader PDI Perjuangan


MetroPalembang - Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Guru Kader mendampingi para peserta Pendidikan Kader Madya (PKM) PDI Perjuangan Sumsel melakukan kunjungan belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, di Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa (13/11/2018). 

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Guru Kader mengajak ratusan para peserta Pendidikan Kader Madya (PKM) PDI Perjuangan Sumsel melakukan kunjungan belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, di Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa (13/11/2018).

"Kunjungan tersebut sebagai sarana belajar para peserta PKM untuk menganalisa dan mencari jalan keluar persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang terjadi di Ponpes dan Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman.

Hari ini mereka (peserta PKM-red) turun ke lapangan melihat kondisi real di masyarakat, kemudian melakukan evaluasi, ini menjadi bahan analisa mereka," ungkap HM Giri Ramanda N Kiemas.

Giri mengatakan, kunjungan belajar ke Ponpes dan Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman itu sebagai bentuk latihan bagi kader partainya.
Ketika nanti mereka akan turun ke masyarakat, mereka sudah lebih mengetahui secara detil bagaimana membuat analisis sosial yang baik, bagaimana nanti meng-cluster-cluster permasalahan, dan mencari solusi-solusi permasalahan.

Menurut Giri, selama ini.peserta PKM yang sebagian besar calon anggota legislatif (Caleg) itu turun dan bertemu masyarakat. Tetapi kebanyakan tidak menggunakan metode yang sistematis. Melalui PKM, para kader akan belajar sesuatu secara lebih sistematis dalam melakukan pengalangan di masyarakat, dan mencari solusi-solusi bagi masyarakat.

“Tentunya ini akan menolong juga, ketika mereka menjadi anggota legislatif, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan di lapangan," kata Giri.

Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Ar-Rahman H M Sukarman Dewhana mengaku sangat senang dikunjungi kader-kader PDI Perjuangan Sumsel. Pasal, sejak berdiri 2000, baru kali ini partai politik (Parpol) atau anggota dewan di Sumsel mengunjungi mereka. Justru sebelumnya, Anggota DPRD Yogyakarta dan Sulawesi Tengah yang telah melakukan kunjungan.

“Jadi suatu kebagian tersendiri bagi Yayasan Ar-Rahman atas kunjungan kader-kader PDIP ke sini, karena dengan datang ke sini, para kader ini bisa melihat realita lapangan, dari kegiatan ponpes sampai panti rehabilitasi," ujar Sukarman.

Diakuinya, untuk kunjungan kader atau anggota dewan yang masih bertugas, ini baru pertama kali. Justru dari daerah lain yang datang ke sini, Yogya dan Sulteng, tambahnya.

Sukarman berharap, dengan mengunjungi Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, kader PDI Perjuangan termotivasi untuk tidak menggunakan dan memberantas penyalahgunaan Narkoba. Terlebih, saat menjadi anggota dewan, harus menjadi panutan masyarakat untuk tidak memakai Narkoba.

“Kalau anggota dewan sendiri memakai (Narkoba) bagaimana nanti masyarakatnya, lebih parah lagi, kata Sukarman.

Dia juga berharap, anggota dewan dari PDI Perjuangan dapat mengawasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) agar tidak menjadi sarang pengedar Narkoba. Dengan sinergi semua pihak, kata Sukarman, maka jumlah para pengguna ataupun pencandu Narkoba dapat ditekan," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Ratusan Kader PDI Perjuangan Belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/14/ratusan-kader-pdi-perjuangan-belajar-ke-pusat-rehabilitasi-narkoba-ar-rahman.
Penulis: Abdul Hafiz 
Editor: Budi Darmawan

Selasa, 13 November 2018

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam Resmikan "Gerakan Ogan Ilir BISA"

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam Resmikan "Gerakan Ogan Ilir BISA"


Tanjung Raja, MetroPalembang.com - Bupati Ogan Ilir launching Gerakan Ogan Ilir "BISA" Bertepatan Dengan Upacara Peringatan HKN.

Dalam rangka penuntasan akses sanitasi dan air minum menyeluruh serta berkelanjutan pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melaunching "Gerakan Ogan Ilir BISA".

Kegiatan ini juga digelar dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 54 tingkat Kabupaten di Lapangan Bola Kaki Kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja, Senin (12/11/18).
.
Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti lomba mewarnai tingkat PAUD, donor darah, pelayanan kesehatan hingga pelayanan pemasangan KB kepada sejumlah ibu rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ogan Ilir H.M Ilyas Panji Alam menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 54 "momentum untuk merefleksikan sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan serta sejauh mana sektor kesehatan dalam melibatkan semuan unsur, lintas sektor, dalam pembangun sektor kesehatan," Ujarnya.

Dan melalui HKN tahun ini Bupati megajak seluruh petugas kesehatan untuk mengobarkan "semangat melayani semangat menggerakkan, semangat untuk menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya," Pungkasnya. (Foto : Dinas Kominfo Kab. Ogan Ilir)

Berita : Adm Ogan Ilir Terkini | #oganilirterkini

Senin, 12 November 2018

Burai Mandiri, Kelompok Pembuat Pakan Ikan Memiliki Mesin Pakan Ikan Sendiri

Burai Mandiri, Kelompok Pembuat Pakan Ikan Memiliki Mesin Pakan Ikan Sendiri

MetroPalembang - Burai Memiliki Mesin Pakan Ikan - Willy Sandi, (kanan) Ketua Kelompok pembuat pakan ikan "Burai Mandiri".

Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu yang namanya sudah mulai menggaung karena terkenal dengan membangun desa warna warni, terus meningkatkan ekonomi kerakyatannya.

Salahsatunya dalam pembudidayaan ikan air tawar, yang selama ini cukup kesulitan tersedianya pakan ikan, nah sekarang mesin pakan ikan sudah tersedia.
.
"Kami sudah mendapatkan bantuan mesin pembuat pakan ikan bantuan dari pemerintah pusat yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),'' kata Willy Sandi, Ketua Kelompok pembuat pakan ikan "Burai Mandiri".
.
Menurutnya, bantuan mesin pembuat pakan ikan dari pemerintah pusat sudah dimanfaatkan oleh pembudidaya sejak 2017 lalu sampai sekarang. Proses pembuatannya pun tergolong tidak begitu sulit, karena cukup dengan bantuan berupa mesin "Kubota".
.
"Para nelayan ikan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pakan ternak yang nilainya tergolong cukup tinggi. Cukup dengan mesin merk Kubota, sudah bisa membuat sendiri pakan ternak ikan," kata Willy.

Sumber : sumeks.co.id
#oganilirterkini

Sabtu, 10 November 2018

Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam Melawan Penjajah Di Kota Palembang

Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam Melawan Penjajah Di Kota Palembang

MetroPalembang - Seperti kita ketahui dari buku -buku literatur sejarah, bahwa Belanda sangat berhasrat untuk menguasai Pulau Jawa dan Sumatera. Kekayaan alam yang ada di kedua pulau tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi bangsa asing. Salah satunya Sumatera Selatan menjadi kebanggaan sekaligus ancaman bagi bangsa asing .

Di Sumatera terkenal dengan perang 5 hari 5 malam, pertempuran ini terjadi dari tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.

Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang merupakan perang tiga matra yang pertama kali kita alami, begitu pula pihak Belanda. Perang tersebut terjadi melibatkan kekuatan darat, laut, dan udara.

Belanda sangat berkepentingan untuk menguasai Palembang secara total karena tinjauan Belanda terhadap Palembang dari aspek politik. ekonomi dan militer. Dalam aspek politik, Belanda berusaha untuk menguasai Palembang karena ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa mereka benar-benar telah menguasai Jawa dan Sumatera.

Ditinjau dari aspek ekonomi berarti jika Kota Palembang dikuasai sepenuhnya maka berarti juga dapat menguasai tempat penyulingan minyak di Plaju dan Sei Gerong. Selain itu, dapat pula perdagangan karet dan hasil bumi lainnya untuk tujuan ekspor.

Sedangkan jika ditinjau dari segi militer, sebenarnya Paskan TRI dan pejuang yang dikonsentrasikan di Kota Palembang merupakan pasukan yang relatif mempunyai persenjataan yang terkuat, jika dibandingkan dengan pasukan-pasukan di luar kota.

Berikut Perjalanan Perang 5 hari 5 malam yang dihimpun Sripoku.com dari berbagai sumber ;

1 januari 1947

Pertempuran pertama terjadi pada hari Rabu 1 Januari 1947

Belanda melancarkan serangan dan tembakan yang terus menerus diarahkan ke lokasi pasukan RI yang ada di sekitar RS Charitas. RS Charitas berada di tempat yang strategis karena berada di atas bukit sehingga menjadi basis pertahanan yang baik bagi Belanda.

Dari RS Charitas terjadi rentetan tembakan disusul oleh ledakan-ledakan dahsyat kearah kedudukan pasukan RI yang bahu-membahu dengan tokoh masyarakat bergerak dari pos di Kebon Duku (24 Ilir-sekarang) mulai dari Jalan Jenderal Sudirman terus melaju kearah Borsumij, Bomyetty Sekanak, BPM, Talang Semut.

2 Januari 1947

Alat altileri berat yang berada di dalam benteng kuto besak tahun 1947 Foto : Kitlv (http://www.palembangdalamsketsa.com/)

Diperkuat dengan Panser dan Tank Canggih Belanda bermaksud menyerbu dan menduduki markas Tentara Indonesia di Masjid Agung Palembang. Pasukan Batalyon Geni dibantu oleh Tokoh Masyarakat bahu membahu memperkuat barisan mengobarkan semangat jihad yang akhirnya dapat berhasil mempertahankan Masjid Agung dari serangan sporadis Belanda.

Pasukan bantuan Belanda dari Talang Betutu gagal menuju Masjid Agung karena disergap oleh pasukan Lettu Wahid Luddien sedangkan pada hari kedua Lettu Soerodjo tewas ketika menyerbu Javache Bank.

Di Seberang Ulu Lettu Raden M menyerbu kedudukan strategis belanda di Bagus Kuning dan berhasil mendudukinya untuk sementara. Bertepatan dengan masuknya pasukan bantuan kita dari Resimen XVII Prabumulih.

3 Januari 1947

inilah perjalan perang 5 hari 5 malam di palembang (laskarwongkito.com/ wordpress.com)

Pertempuran yang semakin sengit kembali memakan korban perwira penting Lettu Ahmad Rivai yang tewas terkena meriam kapal perang belanda di Sungai Seruju. Keberhasilan gemilang diraih oleh Batalyon Geni pimpinan Letda Ali Usman yang sukses menghancurkan Tiga Regu Kaveleri Gajah Merah Belanda. Meskipun Letda Ali Usman terluka parah pada lengan.

Pasukan lini dua yang bergerak di lokasi keramat Candi Walang (24 Ilir) menjaga posisi untuk menghindari terlalu mudah bagi belanda memborbardir posisi mereka. Sedangkan pasukan Ki.III/34 di 4 Ulu berhasil menenggelamkan satu kapal belanda yang sarat dengan mesiu. Akibatnya pesawat-pesawat mustang belanda mengamuk dan menghantam selama 2 jam tanpa henti posisi pasukan ini.

Pada saat ini pasukan bantuan kita dari Lampung, Lahat dan Baturaja tiba di Kertapati, namun kesulitan memasuki zona sentral pertempuran di areal masjid agung dan sekitar akibat dikuasainya Sungai Musi oleh Pasukan Angkatan Laut Belanda.

4 Januari 1947

Belanda mengalami masalah amunisi dan logistik akibat pengepungan hebat dari segala penjuru oleh tentara dan rakyat, sedangkan tentara kita mendapat bantuan dari tokoh masyarakat dan pemuka adat yang mengerahkan pengikutnya untuk membuka dapur umum dan lokasi persembunyian serta perawatan umum.

Pasukan Mayor Nawawi yang mendarat di Keramasan terus melaju ke pusat kota melalui jalan Demang Lebar Daun. Bantuan dari pasukan ke Masjid Agung terhadang di Simpang empat BPM, Sekanak, dan Kantor Keresidenan oleh pasukan Belanda sehingga bantuan belum bisa langsung menuju ke wilayah Charitas dan sekitarnya.

5 Januari 1947

Pada hari ke lima, panser Belanda serentak bergerak maju ke arah Pasar Cinde namun belum berani maju karena perlawanan sengit dari Pasukan Mobrig, pimpinan Inspektur Wagiman dibantu oleh Batalyon Geni. Sedangkan pasukan Belanda di jalan Merdeka mulai Sekanak tetap tertahan tidak mampu mendekati Masjid Agung.

Akibat kesulitan tentara Belanda di bidang logistik dan kesulitan yang lebih besar pada pihak pejuang pada bidang amunisi akhirnya dibuat kesepakatan untuk mengadakan gencatan senjata (cease fire) antara kedua belah pihak, dimana TRI/Lasykar harus kelur dari Kota Palembang sejauh 20 Kilometer kecuali Pemerintah Sipil RI dan ALRI masih tetap berada di dalam kota. Sedangkan pos-pos Belanda hanya boleh sejauh 14 Km dari pusat kota. Jalan raya di dalam kota dijaga pasukan Belanda dengan rentang wilayah 3 Km ke kiri dan kanan jalan. Hasil perundingan ini selanjutnya segera disampaikan ke markas besar TRI di Yogyakarta.

sumber ; Dimjati, M. (1951). Sedjarah Perdjuangan Indonesia, Djakarta: Widjaja

Nugroho Notosusanto. Marwatidjoened Poesponegoro (1987). Sejarah Indonesia V Balai Pustaka

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Selama 5 hari Inilah Sejarah Pertempuran 5 hari 5 malam Di Palembang, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/10/selama-5-hari-inilah-sejarah-pertempuran-5-hari-5-malam-di-palembang?page=all.
Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Aksi Vandalisme Warnai Keindahan Wisata Taman Kota Palembang

Aksi Vandalisme Warnai Keindahan Wisata Taman Kota Palembang


MetroPalembang - Kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama masyarakat dalam menjaga, memperindah serta membuat kenyamanan kota Pempek ini nampak ternoda dengan aksi Vandalisme.

Vandalisme menurut kamus besar Bahasa Indonesia yaitu perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya).

Pantauan Sripoku.com, Jumat (9/11/2018), keindahan salah satu lokasi wisata Kambang Iwak (KI) di Kota Palembang nampak rusak oleh perbuatan para oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Dulu gak ada coret-coretan seperti ini, tapi sekarang ada, bahkan cukup banyak. Padahal sayang kalau tidak dijaga keindahannya, semakin lama pasti bisa semakin rusak keindahannya," ujar Apriyan yang merupakan salah satu pengunjung lokasi wisata Kambang Iwak Palembang.

Hal sama diutarakan Imam salah satu komunitas yang biasa beraktifitas di kawasan Kambang Iwak Palembang . Menurutnya, aksi para oknum tersebut dilakukan pada malam hari di saat kondisi tidak terpantau serta dalam keadaan sepi.

"Kalau siang pasti gak mungkin berani mas, lagian kan ada Sat Pol PP-nya disini, pasti mereka selalu patroli, tapi gak tahu kalau malam," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Keindahan Wisata Kota Palembang Diwarnai Aksi Vandalisme, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/09/keindahan-wisata-kota-palembang-diwarnai-aksi-vandalisme.
Penulis: Reigan Riangga 
Editor: Tarso
Duta, Perkenalkan Kopi Lokal Di Festival Kopi Griya Agung Palembang

Duta, Perkenalkan Kopi Lokal Di Festival Kopi Griya Agung Palembang


Kopi saat ini sudah menjadi kebutuhan dan dapat diterima oleh semua kalangan, baik remaja, dan orang dewasa.

Kopi terdiri dari ragam jenis tergantung, wilayah penghasil kopinya. Seperti Sumatera Selatan sendiri memiliki daerah penghasil biji kopi dari ragam jenis seperti semendo.

Hal inilah yang ingin disampaikan sebagai pesan kepada khalayak umum oleh pecinta kopi dalam acara Festival Kopi Indonesia yang akan berlangsung pada Sabtu 10 November mendatang di Griya Agung Palembang.

Menurut Panitia acara, Duta, Kopi asal Sumsel yang akan dikenalkan pada acara tersebut ada 8 jenis. Keseluruhan kopi tersebut dapat dibuat dalam varian menu berbeda tergantung selera penikmat Kopi.

"Acara ini sendiri merupakan atensi dari teman-teman Komunitas Kopi yang ada di Sumsel untuk menjaga eksistensi dari kopi lokal. Selain itu kopi juga dapat menyatukan seluruh penggiat penikmat dan pengrajin kopi Sumatra Selatan dan mengedukasikan masyarakat terhadap kopi lokal Sumsel," ungkapnya kepada Sripo, Jumat (9/11).

Kegiatan Festival Kopi Indonesia merupakan event yang baru pertama dilakukan di Palembang. Menurutnya, selama ini banyak pegiat dan penikmat kopi.

Tapi event kali ini memang khusus hadir untuk mengedukasi masyarakat.

"Akan ada acaranya banyak. Mulai dari coffee talk hingga bazar kopi," ujarnya.

Acara kumpul-kumpul tersebut nantinya akan dihadiri oleh komunitas-komunitas Kopi yang ada di Kota Palembang.

"Kami mengajak komunitas kopi yang ada untuk berpartisipasi, dan bagi masyarakat yang mau hadir sangat ditunggu kehadirannya," ujarnya. 

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Kenalkan 8 Jenis Kopi Khas Sumsel di Festival Kopi, Catat Tempat & Tanggalnya, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/09/kenalkan-8-jenis-kopi-khas-sumsel-di-festival-kopi-catat-tempat-tanggalnya.
Penulis: Rangga Erfizal 
Editor: Siti Olisa
Talang Balai Baru, Juara Lomba Senam Germas Prolanis Kecamatan Tanjung Raja Ogan Ilir

Talang Balai Baru, Juara Lomba Senam Germas Prolanis Kecamatan Tanjung Raja Ogan Ilir

MetroPalembang - Tim senam Germas Prolanis Talang Balai Baru juarai lomba senam Germas Prolanis se- Kecamatan Tanjung Raja yang diikuti 15 tim, di halaman UPTD Puskesmas Tanjung Raja, kemarin.

Pembina Senam Germas Prolanis selaligus Dewan Juri, Evri Yenni mengatakan, senam Prolanis dinilai dari beberapa aspek diantaranya kekompakan dan keseragaman.

"Tim-tim yang ikut lomba semuanya sudah baik, kompak dan seragam. Akan tetapi, ada yang lebih kompak dan lebih baik lagi dan tim itu berhak menjadi pemenang, berhak mendapatkan trofi dan uang pembinaan," katanya. 

Adapun, juara I ialah tim senam germas prolanis Desa Talang Balai Baru II, juara II Tanjung Raja Selatan A, juara III Kelurahan Tanjung Raja Barat A. Harapan I Talang Balai Baru B, harapan II Tanjung Agas dan harapan III tim senam pronalis Desa Penyandingan. (drs)

sumber: http://www.kabar28.com/home/detail/18013/15+Tim+Ikuti+Senam+Prolanis%2C+Ini+Dia+Juaranya