Minggu, 21 Oktober 2018

Budaya Musik Remix Orgen Tunggal Di Kawasan Palembang Metropolitan


Musik remix di Palembang - Musik Remix termasuk dalam kelompok musik elektrik atau musik digital EDM. Namun jenis musik yang satu ini begitu populer, berkembang dan membudaya di kehidupan masyarakat Palembang dan sekitarnya.

Sejarah Musik Remix Orgen Tunggal

Entah darimana asalnya, saya tak menemukan sumber yang bisa dijadikan referensi yang valid terkait ini. Sejauh yang saya ketahui, musik ini sudah ada ketika saya masih dibangku SMP, dan itu tahun 2000. Maka sangat mungkin genre musik ini mulai berkembang dimasyarakat sekitar tahun-tahun sebelum itu, ok kita asumsikan kisaran tahun 1997 keatas yah.

Kenapa 1997?, untuk Genre musik EDM, ditahun-tahun sebelum itu secara luas dikota-kota besar Indonesia musik EDM yang dikenal adalah Genre Musik Trance. Itu juga berdasarkan cerita oom saya dan beberapa sumber media online, silakan saja pastikan sendiri di pencarian google dengan keyword "Sejarah Musik EDM di Indonesia".

Musik remix ini sendiri sepertinya merupakan hasil pengembangan dari musik funkot, entahlah, bisa jadi juga musik remix ini tak lain adalah musik funkot itu sendiri yang diadaptasikan agar lebih merakyat sehingga mudah diterima masyarakat.

Pro dan Kontra Musik Remix Orgen Tunggal

Kembali lagi ke Musik Remix, dibeberapa Daerah Sumsel musik ini sudah dilarang oleh pihak kepolisian dan pemuka masyarakat setempat. Namun masyarakatnya sendiri tidak begitu peduli dengan berbagai larangan tersebut. baca: Kapolres dan Pemuka Masyarakat Sepakati Larangan Musik Remix Orgen Tunggal.

Dihasil pencarian google berita tentang ini banyak sekali kok, mulai dari kota Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir dan kepolisian didaerah-daerah lainnya juga sudah melakukan sosialisasi yang sama untuk mentertibkan budaya ini.

Sebagaimana fakta dilapangan, budaya hiburan Musik Remix Orgen Tunggal ini menjadi ajang penggunaan Narkoba dan Narkotika secara masal. Konsumsi alkoholnya juga parah banget guys, terbukti dengan banyaknya penjual minuman beralkohol disekitarnya.

Selain itu, kumpulan keramaian semacam ini akan sangat berpotensi munculnya kekerasan, pertikaian, pengeroyokan, pembunuhan ataupun aksi-aksi kriminal lainnya yang didasari oleh miras dan narkoba/narkotika tentunya.

Solusi

Semua yang saya tuliskan diatas hanya berdasarkan pengetahuan pribadi yah, tak bermaksud menghakimi atau menjudge pihak-pihak tertentu, dan hanya sebatas pengetahuan umum saja.

Menurut saya, untuk mengatasi permasalahan ini pihak pemerintah sebaiknya mengambil langkah lebih jauh lagi. Tentu bukanlah perkara mudah menggantikan kebiasaan kesenangan yang sudah 20 tahun dinikmati masyarakat.

Tidak hanya menghimbau, melarang, menghentikan ataupun menangkap oknum pelanggar. Dengan sedemikian rupa pihak penguasa juga harus menawarkan atau mensosialisasikan budaya musik lain sebagai penggantinya.

Dan itu tak akan bisa dilakukan tanpa pendekatan ekstra kepada pengusaha industri orgen tunggal, pemuka masyarakat setempat juga masyarakatnya itu sendiri. Khususnya pihak Kepolisian dalam mentertibkan konsumsi alkohol dan narkoba/narkotika yang menggila ini.

Penutup

Budaya semacam ini benar-benar budaya yang kritis, sulit sekali membayangkan bagaimana anak cucu kita nantinya harus tumbuh dilingkungan semacam ini, yang semakin hari terus mewabah ke seluruh kalangan masyarakat.

Foto: Iwan Kurniawan

Artikel ini diterbitkan dengan itikad baik dan sebatas bacaan yang Informatif. Tak ada jaminan apa pun perihal kelengkapan dan keakuratan informasi ini. Sebagian berita merupakan saduran dari media pemberitaan lainnya. Jika terdapat sanggahan, sangkalan atau apapun terkait dengan berita ini dapat menghubungi kami melalui kontak yang tertera dibagian bawah halaman.

0 Please Share a Your Opinion.: