Selasa, 30 Oktober 2018

Herman Deru Pimpin Rakor Pelaksanaan Restorasi Gambut di Sumsel

Herman Deru saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Restorasi Gambut di Sumsel, Senin (29/10/2018) di The Zuri Hotel.

Provinsi Sumatera Selatan termasuk salah satu daerah yang memiliki luas lahan gambut/rawa yang cukup besar. Tak tanggung-tanggung luasan gambut di Sumsel mencapai 1,4 Juta Hektar atau sekitar 10 persen luas lahan gambut nasional.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengungkapkan sejak nenek moyang ketergantungan terhadap rawa/gambut cukup erat, tapi nyatanya generasi saat ini tergolong tidak perhatian terhadap luasan rawa/gambut dan banyak lahan yang dialih fungsikan ke hal lain. Bahkan, tak jarang akhirnya malah menimbulkan permasalahan seperti banjir hingga kebakaran lahan.

"Pemanfaatan yang dilakukan saat ini berbeda dengan nenek moyang, sehingga luasan rawa berkurang. Rawa/gambut biasanya dijual lebih murah oleh pemiliknya, ada yang mungkin sekitar Rp 1-2 juta perhektar. Inilah yang kemudian banyak dipilih investor perkebunan sebab lebih harganya lebih murah," jelasnya usai membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Restorasi Gambut di Sumsel, Senin (29/10/2018) di The Zuri Hotel.

Menurut HD, Rawa yang identik dengan gambut tak terkelola dengan baik, contohnya di Kabupaten Ogan Ilir. Padahal, rawa/gambut yang ada di Sumsel begitu luas dan harusnya dapat dibudidayakan sehingga lahan rawa/gambut bisa terkelola dengan baik.

Bahkan saat dirinya menjabat Bupati OKU Timur, ia pernah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang ahli fungsi yang mengatur jika tak sembarang orang dapat melakukan penimbunan lahan secara sporadis.

"Jadi tidak boleh sembarang, kalau ada yang mau nimbun satu hektar sawah maka harus ganti dua hektar. Apalagi kita ini dikenal sebagai daerah lumbung pangan, untuk pengoptimalan lahan rawa/gambut ini bisa lewat pemberian peralatan pada petani bagi yang ingin membuka lahan," tuturnya.

HD mengapresiasi langkah Badan Restorasi Gambut (BRG) RI untuk mengadakan pertemuan khusus di wilayah yang memiliki lahan rawa/gambut, seperti di Sumsel.

"ini wujud komitmen untuk terus dipelihara, kedepan saya juga menyarankan agar bisa dilakukan kerjasama agar jangan ada hak miliki untuk luasan tertentu agar tidak disalahgunakan," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam mengaku Kabupaten OI memiliki lahan rawa/gambut yang begitu luas dan beberapa diantaranya memang ada lahan tidur karena dikuasai beberapa orang.

"Untuk itulah kita menunggu Perda yang menyikapi soal ini, makanya kami menunggu pemanfaatan lahan gambut dari hasil rakor ini, sehingga dapat mengambil keputusan untuk memanfaatkan lahan khususnya di daerah saya di OI," jelasnya.

Meskipun wilayah OI termasuk dalam daftar yang sering terjadi kebakaran lahan dan hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan dari pusat, namun pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk pemadaman.

"Baik TNI, Polri tidak menunggu sampai ada kebakaran, kami selalu keliling ke desa-desa untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak membakar," tutupnya.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post

Artikel ini diterbitkan dengan itikad baik dan sebatas bacaan yang Informatif. Tak ada jaminan apa pun perihal kelengkapan dan keakuratan informasi ini. Sebagian berita merupakan saduran dari media pemberitaan lainnya. Jika terdapat sanggahan, sangkalan atau apapun terkait dengan berita ini dapat menghubungi kami melalui kontak yang tertera dibagian bawah halaman.

0 Please Share a Your Opinion.: