Kades Diduga Selingkuh, Kntor Camat Payaraman Didatangi Warga Rengas 2

Oktober 23, 2018


Mencuatnya dugaan kasus dugaan perselingkuhan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Rengan II Kecamtan Payaraman akhir-akhir ini, membuat puluhan masyarakat setempat datangi kantor Camat Payaraman, Senin (22/10/2018).


Kedatangan puluhan masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen ini, ingin pertanyakan kejelasan kasus perselingkuhan kades mereka. Sebelumnya warga telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Camat Payaraman perihal dugaan perselingkuhan oknum kades tersebut.

Didampingi Ketua BPD Rengas II Alex Indrawan, masyarakat ingin mengetahui sejauh mana pihak kecamatan menanggapi kasus tersebut.

Menanggap hal tersebut, Camat Payaraman Drs.H.A.Toriq menjelaskan, pihaknya memang benar sudah menerima surat tembusan dari masyarakat yang ditujukan ke Bupati OI perihal aduan masyarakat tentang kasus tersebut.

"Kami selaku pemerintah kecamatan belum bisa menentukan sikap, karena ini bukan kapasitas kami untuk menentukan benar atau salahnya. Menurut pengetahuan saya, surat tersebut sudah sampai ke pak bupati, dan beliau telah melimpahkan surat tersebut kepada Inspektorat untuk ditindak lanjuti. Kerena pihak Inspektorat yang berwenang dalam melakukan investigasi di lapangan. Untuk itu kita jalani dulu prosedur yang ada," jelasnya.

Menyikapi penjelasan sang camat, Ketua BPD Rengas II Alex Indrawan mengatakan, dirinya merasa puas apa yang telah disampaikan camat tersebut.

"Saya selaku lembaga desa merasa apa yang telah disampaikan camat cukup memberikan kejelasan bagi warga. Untuk itu saya berharap kepada masyarakat bisa tenang dan sabar, kita jalankan dulu prosedurnya. Biar yang berwenang menjalankan tugasnya untuk mengusut kasus ini," ujarnya.

Sementara Kapolsek Tanjung Batu AKP.Masri menghimbau agar masyarakat tetap menjaga situasi tetap aman.

"Kami menghimbau masyarakat tetap menjaga keamanan, jangan mudah terprovoksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan membuat suasana semakin tidak kondusif. Biarkan pihak yang berwenang yang akan mengusut benar salahnya kasus ini," tegas dia.

"Kami dari pihak kepolisian belum bisa mengambil tindakan apa-apa, sebab belum menerima laporan dari pihak korban. Sesuai apa yang diamanatkan UU Pasal 284 KUHP tentang perzinahan, salah satunya yang mengharuskan adanya alat bukti atau pun saksi. Untuk itu kami belum melakukan tindakan," pungkas dia.

Sementara itu, sampai saat ini kades yang bersangkutan belum bisa dikonfirmasi perihal kejadian tersebut.

Sumber : Berita Anda
#oganilirterkini

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images