Selasa, 30 Oktober 2018

Listrik Pascabayar, Lebih Diutamakan Untuk Warga Perkotaan

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumsel Jambi Bengkulu (S2JB) kembali memasarkan Kwh pascabayar.

Pelanggan yang akan melakukan pemasangan baru, lebih diprioritaskan untuk menggunakan Kwh pascabayar.

Hal ini dialami oleh pelanggan di kawasan Jalan KH Zainal Abidin Fikri KM 3,5 Palembang saat mengajukan pemasangan baru. Setelah petugas datang ke rumahnya petugas tersebut memasangkan Kwh pascabayar.

Pelanggan pun menanyakan kenapa pascabayar mengingat sebelumnya PLN begitu gencar mendorong pelanggan menggunakan listrik token.

Bahkan PLN berusaha melakukan migrasi kepada pelanggan pascabayar untuk mengubah menggunakan prabayar.

Namun menurut cerita pelanggan tersebut petugas PLN yang memasang Kwh di kediamannya itu mengatakan, bahwa PLN rugi kalau menggunakan prabayar.

"Ya kata petugas PLN rugi kalau prabayar, makanya dipasang pascabayar lagi, " kata salah seorang pelanggan, Senin (29/10/2018)
Namun PLN menampik alasan jika pihaknya tak lagi memproduksi Kwh prabayar atau dikenal dengan sebutan token.

General Manager Unit Induk Wilayah S2JB, Daryono mengatakan, untuk masyarakat perkotaan pihaknya memprioritaskan untuk menggunakan Kwh pascabayar. Namun ia tak menjelaskan detail mengenai kebijakan Kwh pascabayar tersebut.

"Tergantung permintaan warga apa mau pascabayar atau prabayar, bisa kami layani, " kata dia.

Daryono mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pelanggan di perkotaan untuk menggunakan Kwh pascabayar. Namun kondisi itu tergantung dari pelanggan mau pilih yang mana.

"Kalau ada pelanggan yang mau token tapi dipasang pascabayar mungkin Kwh nya sedang habis, " kata dia.

Menurut dia, dengan adanya Kwh prabayar dan pascabayar membuat pelanggan mudah untuk memilih sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Jadi Kwh prabayar tetap ada dan tidak dihapuskan, " kata dia. (*)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah

Artikel ini diterbitkan dengan itikad baik dan sebatas bacaan yang Informatif. Tak ada jaminan apa pun perihal kelengkapan dan keakuratan informasi ini. Sebagian berita merupakan saduran dari media pemberitaan lainnya. Jika terdapat sanggahan, sangkalan atau apapun terkait dengan berita ini dapat menghubungi kami melalui kontak yang tertera dibagian bawah halaman.

0 Please Share a Your Opinion.: