Kamis, 25 Oktober 2018

Proyek Jalan Tol Inderalaya Muara Enim dan Lubuk Linggau Bengkulu Start Diawal 2019


Setelah menyelesaikan proyek jalan bebas hambatan Tol Palembang-Indralaya, PT Hutama Karya (HK) akan mulai menggarap pengerjaan jalan tol yang menghubungkan Palembang-Bengkulu dengan total panjang 330 Km pada Januari 2019 mendatang.

Mengingat, salah satu proyek strategis nasional itu bakal dibangun di kawasan Bukit Barisan, HK sendiri telah mempersiapkan masterplan untuk pembuatan terowongan di sekitar ruas Tol Lubuklinggau-Bengkulu.

Manager Proyek Divisi Tol PT Hutama Karya (HK), Hasan Turcahyo mengatakan, untuk pembuatan terowongan tersebut ada dua pilihan panjang terowongan, yakni 6,675 Km dan terpendek 5,425 Km.

"Hanya saja belum diputuskan berapa panjang terowongan dan penetapan lokasinya. Seperti biasa teknik yang digunakan untuk pembuatan terowongan ini dengan metode/teknik pemboran sama seperti pembuatan terowongan di Pulau Jawa," jelasnya kepada Sripoku.com, Rabu (17/10/2018).

Dikatakan Hasan Turcahyo, pihaknya sendiri sudah mempelajari topografi Bukit Barisan dan menilai pembuatan terowongan dapat dilakukan. Bukan hanya soal terowongan, HK juga sudah mempertimbangkan pengembangan tata ruang.

Sejumlah pihak terkait dalam proyek pengerjaan tol Palembang-Bengkulu juga telah dilakukan koordinasi, mengingat pembangunan proyek ini akan melintasi kawasan hutan, perkebunan hingga melewati jalur pipa gas.

"Selain kepala daerah, kami juga koordinasi dengan Pertamina EP II terutama untuk di kawasan Prabumulih," ujarnya.

Nantinya, Tol Palembang-Bengkulu akan dihubungkan oleh ruas Tol Palindra sepanjang 22 Km (sudah selesai), Indralaya-Muaraenim (88 Km), Muaraenim-Lubuklinggau (125 Km), dan Lubuklinggau-Bengkulu (95 Km).

Pengerjaan yang diprioritaskan yakni Indralaya-Muaraenim dan Lubuklinggau-Bengkulu yang segera dilakukan pada Januari 2019. Sementara Muaraenim-Lubuklinggau baru akan dilaksanakan pada 2023.

"Sekarang sedang studi kelayakan, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), desain awal dan dokumen perencanaan pengadaan tanah. Januari, baru penetapan lokasi dan pembebasan lahan sembari jalan pengerjaan konstruksi," ujarnya.

Sedangkan untuk skema pembiayaan, 70 persen berasal dari penyertaan modal jika sepanjang pemerintah masih mampu dan sisanya bisa dari obligasi, pinjaman lembaga keuangan non bank atau perusahaan.

"Perkiraan biayanya sama seperti Palindra sekitar Rp 100 Miliar per kilometer," tutup Hasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus mengatakan, tak bisa dipungkiri dengan adanya pembangunan proyek jalan bebas hambatan di Provinsi Sumatera Selatan khususnya, dapat mengurangi beban volume jalan nasional.

"Dampaknya memang bisa terasa contohnya saat Palindra sudah difungsikan, volume kendaraan di jalan nasional berkurang. Tapi memang, kita tidak bisa memaksakan masyarakat harus lewat tol. Kehadiran tol ini sebagai alternatif yang bisa dipilih pengguna kendaraan. Kalau tak mau macet ya lewat tol," ujar Nelson.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita Palembang: Tol Indralaya-Muaraenim dan Lubuklinggau-Bengkulu Mulai Dibangun Januari 2019, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/17/berita-palembang-tol-indralaya-muaraenim-dan-lubuklinggau-bengkulu-mulai-dibangun-januari-2019?page=all.
Penulis: Rahmaliyah 
Editor: Sudarwan

Artikel ini diterbitkan dengan itikad baik dan sebatas bacaan yang Informatif. Tak ada jaminan apa pun perihal kelengkapan dan keakuratan informasi ini. Sebagian berita merupakan saduran dari media pemberitaan lainnya. Jika terdapat sanggahan, sangkalan atau apapun terkait dengan berita ini dapat menghubungi kami melalui kontak yang tertera dibagian bawah halaman.

0 Please Share a Your Opinion.: