Minggu, 04 November 2018

Gaji Guru Honorer K2 200 Ribu, Ongkos Ojek 10 Ribu, Tak Masuk Akal


METROPALEMBANG - Seorang guru honorer K2 yang mengajar di SMPN 1 Kayuagung, Ogan Kemering Ilir (OKI) Sumsel, inisial DW (38), mengaku termasuk yang kecewa berat atas kesepakatan rapat gabungan pemerintah dengan tujuh komisi di DPR, Senin (23/7).

Menurutnya, sungguh tidak adil pemerintah menetapkan syarat mereka untuk menjadi CPNS sama dengan pelamar umum.

“Seharusnya honorer, khususnya guru diberikan syarat tanpa tes,” imbuhnya. Apalagi seperti dia yang sudah 12 tahun mengajar.

Alumni FKIP Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang itu menuturkan, dalam sebulan dia hanya menerima gaji Rp 200 ribu. Itu dihitung berdasar jam mengajarnya. Jika dulu dia bisa dapat 16 jam mengajar seminggu, sekarang hanya delapan jam.

Sementara tiap hari ke sekolah menumpang ojek bertarif Rp10 ribu. Belum lagi biaya kebutuhan sehari-hari bersama ketiga anaknya. Beruntung suaminya seorang PNS dan mengajar di Sungai Menang sehingga dapat mencukupi biaya hidup setiap bulannya.

“Pemerintah harusnya memikirkan nasib honorer untuk diprioritaskan, diangkat menjadi PNS, apalagi sudah empat tahun tidak ada penerimaan CPNS. Sempat terpikir dalam dirinya berhenti menjadi guru honorer. Tapi sayang dengan ijazah dan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah.

Sementara itu, Ayu, guru honorer SMA di Kabupaten Muara Enim, mengatakan, aturan pengangkatan CPNS untuk guru perlu direvisi. Khususnya untuk usia maksimal 35 tahun. “Banyak guru honorer yang berusia di atas itu," ujarnya.

Kemudian, keharusan ikut tes seperti pelamar umum. “Tidak adil, kami yang sudah bertahun-tahun mengabdi disamakan dengan yang baru lulus kuliah," ucapnya. Di SMA tempatnya mengajar saja ada 14 guru honorer. Ada yang baru, sebagian sudah belasan tahun mengabdi. (ebi/cj13/uni/sid/yud/ce1)

sumber: https://www.jpnn.com/news/gaji-guru-honorer-k2-rp-200-ribu-ongkos-ojek-rp-10-ribu

Artikel ini diterbitkan dengan itikad baik dan sebatas bacaan yang Informatif. Tak ada jaminan apa pun perihal kelengkapan dan keakuratan informasi ini. Sebagian berita merupakan saduran dari media pemberitaan lainnya. Jika terdapat sanggahan, sangkalan atau apapun terkait dengan berita ini dapat menghubungi kami melalui kontak yang tertera dibagian bawah halaman.

0 Please Share a Your Opinion.: