Ubah Pola CPNS Untuk Guru, PGRI Sumsel Desak Pemerintah

November 29, 2018


MetroPalembang.com - Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Ketua umum PGRI Sumsel Ahmad Zulinto SPd MM saat menghadiri peringatan hari guru di PSCC, Selasa (27/11/2018). 

Pasca perekrutan CPNS 2018 belum lama ini, penambahan guru di Provinsi Sumsel kian memberi harapan. Sayangnya dari ribuan peserta yang mengkuti ujian, hanya segelintir orang yang bisa lulus dalam kelulusan passing grade (PG).

Hal ini juga menjadi masalah cukup besar bagi kebutuhan guru sekolah. Pasalnya, masih banyak guru yang hanya berstatus honorer.

Padahal adanya penerimaan CPNS 2018, diharapkan bisa memenuhi kuota guru sebagai PNS, terutama kebutuhan guru di daerah tertentu yang jauh dari kota.

Permasalahan ini, cukup menarik perhatian dari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Sumsel. Sebagai organisasi guru terbesar di Indonesia, permasalahan kekurangan guru terus menjadi sorotan setiap tahun.

Ketua umum PGRI Sumsel Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan, sebagai seorang guru yang harus mengikuti sertifikasi tentu membutuhkan status sebagai PNS.

Sebab penilaian guru dilihat juga secara konteks, konten dan komperensif.

• Cari Bibit Berkualitas Cabor Bola Tangan, Persiapan Penyelenggaraan di Ajang Pekan Olahraga Provinsi

"Kita berharap dalam penerimaan CPNS kemarin banyak yang bisa lulus dan memenuhi kebutuhan kuota, tetapi dari 30-40 persen guru honor di Sumsel yang ikut ujian bahkan tak sampai 10 persen lulus dalam tes sesuai ketetapan passing grade yang telah dibuat pemerintah."

"Hal ini menjadi pertanyaan besar, dan harus segera dievaluasi kesalahannya terletak dari mana, karena tingkat kelulusan sangat rendah," ujarnya saat menghadiri peringatan hari guru di PSCC, Selasa (27/11/2018)

Kemudian untuk permasalahan lain yakni pembatasan usia untuk guru honor yang hanya bisa sampai umur 35 tahun.

Padahal untuk sekolah terutama daerah pinggiran banyak sekali memerlukan seorang pendidik berpengalaman.

"Guru honorer itu memiliki dua kemengan yaitu kelebihan pengalaman mereka dalam mengajar dan bagaimana cara mereka menghadapi anak-anak," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk tenaga honorer saat ini lebih dari 3.000 orang. Pihaknya pun dari PGRI sudah menyampaikan agar pembatasan umur dan masa kerja harus diperhitungkan dalam proses penerimaan PNS, namun hasilnya belum berpihak. Belum lagi persoalan PG yang tidak lolos.

"Kami menyambut adanya kebijakan terakhir pemerintah, dimana penilaian berubah akan diatur berdasarkan rangking. Tingkat kelulusan yang tidak signifikan, dapat dievaluasi," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan jika saat ini dirinya yang juga menjabat sebagai kepala Disdik Palembang masih memperjuangkan dan memprioritaskan keluhan guru honorer kepada pemerintah, karena seperti yang diketahui kekurangan guru sangat luar biasa dibutuhkan.

"Kita tidak boleh berhenti dan terus diperhitungkan. Jika tidak direvisi, PGRI mengusulkan bagaimana akan dikaji ulang, bukan berarti mengusulkan turun PG. Tetapi pengevaluasian materinya, aspeknya yang juga harus dilihat secara menyeluruh. Kalau bisa sistem dirubah seperti tahun sebelumnya, yang hanya menggunakan peringkat. Secara pasti belum tahu jumlah guru honorer total, namun sampai di angka 3.000 dan mereka semua harus diberikan pelatihan," kata Zulinto.

Menurutnya PG Merupakan salah satu permasalahan yang harus diberikan solusi. Sebab namanya PG dipastikan ada beberapa soal terlalu tinggi yang tidak bisa dijawab guru, karena tidak sesuai dengam kondisi dan keaadaan yang semestinya.

"Persoalan itu harus disesuaikan dengan sikon, mungkin ada soal tes dan kemarin tidak sesuai dengan keaadan, jadi mereka (guru) tidak lolos. Dan apabila tidak lolos, tentu tidak bisa melanjutka tes selamjutnya. Sementara di sisi lain formasi banyak sekali diperlukan. Oleh karena itu sangat perlu dikaji ulang. Dan sesuikan soal PG dengan keperluan jaman, menurut saya kabar isyarat ke arah penerimaan kembali sesuai ranking sangat memyambut baik," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul PGRI Sumsel Desak Pemerintah Ubah Pola CPNS untuk Guru, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/27/pgri-sumsel-desak-pemerintah-ubah-pola-cpns-untuk-guru?page=all.
Penulis: Yuliani 
Editor: Siti Olisa

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images