Header Ads

Haris Mail, Korban Salah Tangkap? Polri Harus Bebenah

Metropalembang - Haris Mail Korban Salah Tangkap atau Korban Penculikan dan Penganiayaan??.

Komisi untuk orang hilang dan tindak kekerasan (Kontras) angkat bicara mengenai kekerasan korban salah tangkap Haris Mail (25) yang terjadi di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Koordinator Kontras, Yati Andriyani mengungkapkan jika kasus salah tangkap sudah sering terjadi.


Tidak jarang jika korban mengalami kerugian secara materil dan psikis.

"Hak-hak korban harus dipenuhi, rehabilitasi nama baik, pemulihan fisik dan psikis. LPSK baiknya turut memberikan layanan medis dan perlindungan bagi korban jika dibutuhkan," ujarnya Selasa, (26/2).

Kontras menilai jika permohonan maaf tidak cukup dalam kasus penculikan.

Perlu adanya, pengusutan secara tuntas oleh pihak kepolisian.

"Oleh karenanya permohonan maaf saja dari pihak kepolisian dan pengusutan melalui Propam tidak cukup. Harusnya bisa diproses melalui pidana KUHP 333 mengenai perampasan kemerdekaan seseorang dan atau 353 memaksa orang lain dengan memakai kekerasan," ungkapnya.

Lanjutnya, kasus yang terjadi pada Haris Mail menjadi langkah dalam institusi Polri untuk berbenah dan mengakui ada ketidak profesionalitas di tubuh institusi.

"Jika tindakan ini benar terjadi. Kasus ini harus menjadi pelecut bagi institusi Polri bahwa ketidakprosionalan anak buahnya di lapangan masih terjadi. Dalam kasus ini selain terjadi salah tangkap juga terjadi penyiksaan untuk mendapat pengakuan."

"Jelas-jelas menyalahi aturan internal Polri Perkap no 8/2009 tentang pedoman atau standar HAM, juga UUD pasal 28 (I) penyiksaan tidak dapat dilakukan dalam 9kondisi dan tujuan apapun," jelasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.