2 Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Hukuman Mati

April 25, 2019


2 Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Hukuman Mati
MetroPalembang.Com, Palembang - Dua pelaku pembunuhan sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan, Riduan dan Acuandra, divonis hukuman mati. Riduan dan Acuandra ditetapkan  terbukti mengerjakan  pembunuhan berencana.

Vonis keduanya diucapkan  oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (24/4/2019) sore. Adapun majelis hakim yang mengadili perkara mereka ialah  Bagus Irawan, Kartinjono, dan Abu Hanifa.

"Menyatakan semua  terdakwa ini terbukti secara sah dan meyakinkanmengerjakan  pembunuhan berencana. Menjatuhkan hukuman untuk  terdakwa pidana mati," kata ketua majelis hakim Bagus Irawan ketika  membacakan putusan.

Majelis hakim menilai tidak ada tindakan  yang dapat  meringankan hukuman untuk  Riduan dan Acuandra. Bahkan hakim pun  menilai perbuatandua-duanya  sangat sadis dan bukan lagi  dapat diberi toleransi.

"Tidak terdapat  yang meringankan, paling  kejam," tegas Bagus.

Riduan dan Acuandra masih pikir-pikir untuk mengemukakan  permohonan banding atas vonis hukuman mati yang dijatuhi majelis hakim. Keduanya mempunyai  waktu 7 hari sesudah  putusan diputuskan  untuk menyimpulkan  mengajukan banding atau tidak.

Pihak jaksa penuntut umum (JPU) mengapresiasi putusan majelis hakim. Jaksa Purnama menyinggung  putusan majelis hakim cocok  dengan tuntutan JPU.

"Sangat bagus, sudah cocok  tuntutan kami juga. Kenapa kami tuntut hukum mati, sebab  ini memberi efek jera dan paling  kejam," kata Purnama.

Tuntutan mati dijatuhkan untuk  kedua terdakwa sebab  terlibat pembunuhan berencana terhadap sopir taksi online, Sofyan (43). Keduanya terbukti melanggar Pasal 340 juncto 55 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, permasalahan  pembunuhan ini bermula  dari informasi hilangnya Sofyan sesudah  mendapat order pada 29 Oktober 2018. Dalam perjalanan, korban telah  curiga. Bahkan dia meminta diperhatikan  oleh teman-teman driver online yang lain.

Setelah hingga  di tempat  pengantaran, HP korban tidak aktif lagi. Bahkan istri korban, Fitri, mengadukan  suaminya tak kembali  semalaman.

Dari laporan tersebut, polisi menggali  tahu eksistensi  korban. Beberapa saksi dan teman-teman korban diperiksa. Termasuk empunya  akun taksi online yang memesan.

Polisi mulai mengejar  titik terang. Polisi lantas  menangkap Riduan, di antara  warga Musi Rawas Utara.

Dia diciduk  tim Subdit Jatanras, yang dipimpin langsung oleh Kasubdit AKBP Yoga Baskara Jaya. Sayangnya, saat tersebut  pelaku tak tahu di mana ketiga temannya berada.

Setelah dilaksanakan  pencarian, ditemukan tempat  mayat korban dibuang. Tapi saat tersebut  korban telah  jadi tulang belulang di semak belukar kebun sawit di Muratara, Sumatera Selatan.

Adapun dua pelaku beda  yang ditangkap ialah  Acuandra dan FR (16). FRtelah  divonis terlebih dahulu sebab  usianya masih di bawah usia  dan divonis 10 tahun. Di samping  itu, terdapat  satu pelaku beda  yang masih di buru, yaitu  Akbar.
(ras/zak)

sumber : news.detik.com

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images