Header Ads

Suami Menganggur, Ibu 4 Anak Nekat Jual Satwa Dilindungi di Palembang

Penyesalan dan kesedihan seakan tersirat dari sorot mata SI (39),penduduk  Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Ibu empat anak ini tersandung permasalahan  perdagangan satwa langka yang dibentengi  di Kota Palembang.

Unit Subdit IV Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumsel mengamankan 8 ekor Kukang Sumatera dari salah satu penjual di Pasar Burung Kota Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge) source : liputan6.com


SI diputuskan  sebagai terduga  usai diciduk  anggota Unit Subdit IV Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumsel. Saat dilangsungkan  konferensi pers di depan gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel, pada hari Selasa, 23 April 2019, SI yang dijaga  oleh anggota kepolisian, melulu  tertunduk lesu dengan wajah yang ditutupi masker.

SI terbukti mengerjakan  perdagangan satwa langka yang dibentengi  yaitu kukang sumatera di Pasar Burung, Jalan Beringin Janggut, Kelurahan 17 Ilir Palembang. Tersangka diciduk  anggota Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumsel di lokasi  SI berjualan, pada hari Selasa.

Saat diinterogasi, penduduk  Palembang ini memahami  bahwa kukang sumatera adalah salah satu fauna  yang dilarang diperjualbelikan.

"Saya tahu tersebut  tidak boleh dijual, namun  saya darurat  melakukannya sebab  impitan perekonomian," ujarnya.

SI nekat memasarkan  kukang sumatera sebab  harga jualnya yang lumayan  menggiurkan. Satu ekor kukang sumatera dapat  dijualnya ekuivalen  Rp150 ribu. Ada 8 ekor kukang sumatera yang bakal  dijualnya di Pasar Burung Kota Palembang. Tersangka melakukan pembelian  8 ekor kukang sumatera sebesar Rp800 ribu. Dia menemukan  kukang sumatera ini dari seorang penduduk  yang mengantar satwa langka itu  ke rumahnya, pada hari Senin, 22 April 2019.

Di Pasar Burung Kelurahan 17 Ilir Palembang, SI telah  lama memasarkan  jangkrik guna  pangan ternak. Terhitung semenjak  15 tahun kemudian  diatelah  menggeluti usaha penjualan jangkrik di pasar tradisional tersebut. Namun deviden  dari penjualan jangkrik itu  tidak memadai  untukkeperluan  hidupnya. Dalam satu hari, SI melulu  mengantongi laba sebesar Rp20 ribu. Bahkan, andai  penjualan di Pasar Burung Palembang sedang melesu, dia melulu  mendapatkan sejumlah  lembar duit  ribuan.

"Suami saya tidak bekerja, sementara  saya punya empat anak. Kami butuhongkos  anak-anak saya guna  sekolah. Apalagi saya punya anak kecil berusia 1,5 tahun yang masih menyusui dan perlu  asupan gizi," katanya.

Dia mengakui, baru kali ini dia memasarkan  kukang sumatera di Pasar Burung Palembang. Dia mendapati permintaan dari salah seorang pelanggannya yang hendak  memelihara kukang sumatera. Karena tergiur deviden  penjualan yang besar, SI akhirnya menggali  tahu di mana dapat  membeli kukang sumatera dengan mudah.

"Yang menjual tersebut  baru saya kenal, orangnya dari luar Kota Palembang, tetapi  masih di distrik  Sumsel. Hewan ini didapat dari hutan, bukan yang dikembangbiakkan," ucapnya.

Meskipun diputuskan  sebagai tersangka, SI bersyukur sebab  tidakmenemukan  hukuman kurungan penjara. Dia hanya diharuskan  melapor secara rutin  di Ditreskrimsus Polda Sumsel. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi mengatakan, kukang sumatera ini bakal  dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel.

"Kita masih menelaah  informasi dari tersangka, apakah ini memang pesanan atau murni untuk dipasarkan  saja," ungkapnya.

Tersangka dapat  dijerat dengan Pasal 40 Ayat 2 Junto Pasal 21 (2) A UU Nomor 5 tahun, mengenai  konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Di mana, ancaman hukuman yakni  pidana kurungan penjarasekitar  5 tahun dan denda sebesar Rp100 juta. Karena terduga  adalah seorang ibu yang masih menyusui anaknya, Polda Sumsel tidak menyangga  tersangka dan diajak  wajib lapor saja.

"Tersangka masih dicek  dan terus anda  selidiki darimana tersangkamelakukan pembelian  kukang sumatera tersebut," dia menandaskan. ( sumber : liputan6.com )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.