Tampilkan postingan dengan label Banyuasin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyuasin. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2018

Harnojoyo Gotong Royong Bersihkan Sungai Beton Bersama Warga

Harnojoyo Gotong Royong Bersihkan Sungai Beton Bersama Warga


METROPALEMBANG - Sungai beton yang berada di Kelurahan Talang Kelapa kecamatan Alang-alang Lebar sudah tidak berbentuk lagi, karena dipenuhi dengan rumput, ilalang, dan pohon-pohon, sehingga berbentuk seperti hanya rawa.

Kondisi sungai tersebut tidak menyurutkan Walikota Palembang H. Harnojoyo bersama masyarakat untuk bergotong royong di lokasi tersebut.

Dengan penuh semangat, Harnojoyo memimpin gotong royong, bahkan langsung turun ke sungai yang penuh lumpur dan tanaman.

"Inilah kondisi sungai kita, sudah tidak berfungsi lagi, dengan gotong royong, kita kembalikan lagi fungsi sungai beton ini" Ungkap Harnojoyo. Harnojoyo mengatakan, untuk hari ini alat berat belum memungkinkan untuk diturunkan.

"Karena medannya cukup sulit, alat berat susah untuk masuk, sementara kita pakai tenaga manusia, besok kami minta dinas PU untuk mengusahakan alat berat bisa turun" Kata Harnojoyo.

Sementara itu, salah satu warga RT 86 Kelutmrahan Talang Kelapa, Sutrisno (42) merasa tersanjung dengan Walikota Palembang yang turun langsung mengajak masyarakat bergotong royong.

"Kami sangat salut sama Pak Walikota, mau turun langsung, apalagi ikut basah-basahan, serasa tidak percaya Walikota mau kotor-kotoran, tapi ini memang kenyataan, kami tambah semangat gotong royong setiap minggu pagi" Pungkas Sutrisno.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Kembalikan Fungsi Sungai Beton, Harnojoyo Turun Langsung Bersihkan Sungai Bersama Warga, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/04/kembalikan-fungsi-sungai-beton-harnojoyo-turun-langsung-bersihkan-sungai-bersama-warga.

Editor: Siti Olisa

Sabtu, 03 November 2018

Rancangan Pembangunan Daerah, Pemkab Banyuasin Kerjasama Dengan Universitas Indonesia

Rancangan Pembangunan Daerah, Pemkab Banyuasin Kerjasama Dengan Universitas Indonesia


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor Universitas Indonesia, Selasa (27/03). Hal ini sebagai tindaklanjut hasil kunjungan kerja Bupati Banyuasin ke Universitas Indonesia pada beberapa waktu lalu.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Banyuasin Ir. SA. Supriono, MM dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Masyarakat dan Kerjasama Universitas Indonesia Dr. Hamid Chalid, S.H., LL.M. Disaksikan Kajari Banyuasin, Ketua DPRD Banyuasin, Sekda Banyuasin, dan Kepala Bappeda dan Litbang, Bupati dan Wakil Rektor membubuhkan tanda tangan kerjasama dua pihak.

Bidang kerjasama yang akan dijalin antara lain inovasi dan teknologi, pendidikan, kesehatan, fasilitasi kerjasama program unggulan kawasan pedesaan (Prukades), pengembangan sarana dan prasarana transportasi sungai dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu ditandatangani MoU antara Bupati Banyuasin dengan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, serta Perusahaan Mitra usaha untuk pengembangan Prukades, yaitu PT. HQ, PT. PPI, PT. ARUNA, dan Artha Graha Peduli, serta Forum Komunikasi Pengusaha Penghasil Jagung Nasional (FKPPJN). Penandatanganan oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi bersama pihak Mitra sudah dilakukan pada tanggal 8 Maret 2018 di Jakarta Convention Centre.

Terkait dengan kerja sama itu, maka hari Senin 26 Maret 2018 telah diadakan peninjauan lapangan bersama pihak Bappenas, Kemendes, Mitra Usaha Prukades di KTM Telang, sekaligus juga pertemuan dengan Camat dan jajaran Kecamatan, beberapa Kades, Bumdes, serta Gapoktan dan pelaku usaha lokal.

“Ini langkah nyata yang dilakukan Pemkab setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan MoU dengan Rektor IPB Bogor, Rektor UNPAD, dan Rektor UGM, serta dengan Rektor Unsri beberapa waktu lalu” ujar Kepala Bappeda Litbang Ir. H. Zulkifli Idrus, M.TP

Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan disela-sela kegiatan Musyawarah Perencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2019 yang diselenggarakan di Graha Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin.

Diberitakan sebelumnya, Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Kabupaten Banyuasin Tahun 2018 merupakan kelanjutan dari Musrenbang Tingkat Desa, Musrenbang Tingkat Kecamatan, Forum Penyampaian Pokok-Pokok Pikiran DPRD, Forum Konsultasi Publik dan Forum Gabungan OPD yang telah dilakukan sebelum digelar Musrenbang Tingkat Kabupaten.

“Musrenbang ini dimaksudkan agar adanya pemahaman yang utuh dan kesamaan persepsi oleh seluruh pihak terhadap substansi RKPD Tahun 2019sesuai petunjuk dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan menjadi pedoman dalam rangka mencapai tujuan penyelengaraan pembangunan yang efektif, efisien serta akuntabel di Kabupaten Banyuasin.” ungkap Kepala Bappeda

Peserta Musrenbang RKPD Kabupaten Banyuasin adalah utusan dari kecamatan, OPD, pelaku usaha, LSM, tokoh masyarakat, utusan perempuan dan elemen masyarakat lainnya. Musrenbang kali ini dibagi dalam dua sesi.#mew/adv

sumber: http://beritapagi.co.id/2018/03/28/rancang-pembangunan-daerah-pemkab-banyuasin-kerja-sama-dengan-universitas-indonesia.html

Sabtu, 27 Oktober 2018

Calon Legislatif Yang Masih Terima Gaji Dari Negara Harus Mundur

Calon Legislatif Yang Masih Terima Gaji Dari Negara Harus Mundur

Diduga saat ini masih banyaknya calon legislatif (Caleg) DPRD Banyuasin aktif di organisasi dan instansi terkait baik swasta maupun honorer, masih banyak yang belum menyerahkan SK kerja ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuasin.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Banyuasin Ibzani, HS. S.Pd, M.Si, meminta kepada Kepala Dinas, Kabag Umum dan Pengurus organisasi serta pihak Kecamatan untuk menyerahkan SK kerjanya.

SK kerja tersebut, baik Kepala Desa, RT, Honorer, bahkan Jurnalis yang mencalonkan diri. Hal tersebut sesuai dengan aturan PKPU, bahwa yang berkaitan dengan pelayanan publik harus mengundurkan diri. 

Menurut Ibzani, setelah KPU Banyuasin mengeluarkan Daftar Calon Tetap (DCT) kemarin, namun sampai saat ini belum ada yang menyerahkan SK kerjanya. “SK itu sebagai acuan kita untuk diserahkan ke KPU, sementara ini kita belum menerima dan tidak tahu kalau ada honorer yang nyaleg, Kades ataupun Ketua RT, ” ucapnya.

Dirinya meminta kepada pihak yang mempunyai wewenang mengeluarkan SK baik Honorer, Kades, Wartawan, bahkan Ketua RT, untuk segera menyerahkan SK tersebut, karena ini jelas sudah menjadi aturan PKPU.

“Jadi saya himbau, yang menerima gaji honorer, apa lagi APBN harus mundur. Nah, saya tanya jika RT ada yang nyaleg, sekarang RT nerima honor nggak. Kalau mereka nerima, dia juga harus mundur,’’tegasnya.

Untuk Anggota DPRD, lanjut dia, mereka tidak mundur, namun cuti saja saat kampanye. “Kalau mereka mundur lalu siapa yang nanti akan mengatur Perda, Perbup, dan lain sebagainya” ujar dia. Ditegaskannya, surat SK yang menjadi acuan untuk diserahkan ke KPU segera, a mengingat para caleg sudah DCT. ”Secepatnya kami minta, baik yang ada di DPRD, PWI, Pemkab Banyuasin, sesuai dengan aturan PKPU, ” tegas dia.

Berdasarkan informasi yang beredar, setidak ada 26 caleg dari sejumlah parpol peserta Pemilu terindikasi masih terdaftar sebagai penerima gaji negara dan belum mengajukan surat pengunduran diri dari tempatnya bekerja seperti honorer guru, Pemkab Banyuasin dan PKH. “Segera kami laporkan kepada Bawaslu Banyuasin terkait caleg-caleg tersebut, agar ditindaklanjuti,”ujar Darsan, Ketua GPMPB. BUD.

foto: Ibzani, HS. S.Pd, M.Si, Ketua Bawaslu Banyuasin
https://palpres.com/2018/10/21/bawaslu-caleg-yang-terima-gaji-negara-harus-mundur/

Jumat, 26 Oktober 2018

Simulasi Kbakaran Di SLB Betung, Siswa Siswi Berhamburan Keluar Dari Ruang Kelas

Simulasi Kbakaran Di SLB Betung, Siswa Siswi Berhamburan Keluar Dari Ruang Kelas

Disaat siswa/i Sekolah Luar Biasa (SLB) Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, tiba – tiba panik dan berhamburan keluar meninggalkan ruangan kelas. Pasalnya, salah satu ruangan sekolah tersebut tiba – tiba terbakar. Kamis (25/10).

Mereka berhamburan keluar kelas saat masih berlangsungnya proses belajar mengajar. Sirene tanda bahaya SLB terus berbunyi. Dengan dipandu oleh guru, mereka melakukan penyelamatan diri dan mencari tempat yang aman. Peristiwa kebakaran itu langsung dilaporkan pihak SLB kepada Pemadam Kebakaran Betung. 

Tak lama berselang, mobil pemadam kebakaran dan team penyelamat Kabupaten Banyuasin serta satuan Polisi Pamong Praja dan team relawan PMI tiba di lokasi. Sementara berkat kesigapan para guru dan petugas sehingga seluruh siswa/i SLB berhasil dievakuasi ke tempat yang aman. Namun dalam Peristiwa kebakaran SLB Rimba Asam ini satu orang siswa kritis dan dua orang luka luka.

Terbakarnya Sekolah Luar Biasa Rimba Asam ini hanyalah simulasi kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran yang diadakan oleh pihak sekolah SLB Rimba Asam yang bekerjasama dengan PKLK Provinsi Sumsel, BNPB Banyuasin dan PMI. Kegiatan simulasi penanganan bencana kebakaran ini merupakan rangkaian dari acara Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana(PRB) SLB Rimba Asam yang diadakan mulai tanggal 23-25 Oktober 2018.

Kegiatan simulasi ini bertempat di SLB Rimba Asam Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, yang di buka oleh Plt. Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus(PKLK) Provinsi Sumsel Dra.Hj Erlina MM. Hadir dalam acara tersebut Camat Betung Arifin Nasution S, Sos, Kasi tugas pembantu Bidang PKLK Hj.Novie Aprilia S. Pd,MM ,Kabid Pemadam kebakaran dan penyelamatan Bambang Supriadi S.IP. M.Si, Juga hadir Kepala Sekolah SDN 19 Betung Ibu Ermawati S.Pd, SDN 10 Betung Rohani S.Pd, SDN 9 Betung Marhamah, SLB Autis Talang Kelapa Novita Mayang Sari Amkeb dan peserta pelatihan PRB. 

Dalam kesempatan itu,Kepala Sekolah SLB Rimba Asam Suryani Adawiyah S.Pd berharap, simulasi ini bisa menjadi pembelajaran bagi siswa-siswi SLB. Menurutnya, kegiatan tersebut bagus untuk antisipasi penanganan bencana. “Karena simulasi ini dapat memberikan pembelajaran yang sangat bermanfaat saat menghadapi kasus kebakaran agar tidak terlalu panik.

Siswa- siswi jadi paham jalur mana yang harus diambil dan tentunya titik kumpul amannya.” kata dia. Lebih lanjut dikatakan dia, sebelumnya sempat terjadi kebakaran disalah satu ruangan sekolah, yang membuat panik seluruh siswa/i. Dalam kegiatan simulasi penanganan kebakaran itu, banyak pelajaran berharga yang bisa di peroleh.

“Kegiatan pelatihan simulasi ini setidaknya bisa memberikan bekal pembelajaran bagi siswa dan lingkungan sekolah agar mampu menghadapi bencana dengan tenang tanpa harus panik,” tutur dia.

Dia menambahkan, kegiatan ini dapat memberikan pembelajaran dan pemahaman bagi anak berkebutuhan khusus dan ini bukanlah hal yang mudah. Sebab lanjut dia, prosesnya membutuhkan kesabaran dan waktu yang yang lebih lama.

“Simulasi berjalan lancar dan sempurna. Seluruh siswa/i SLB mampu mengambil peran masing-masing hingga proses pemadaman yang dilakukan pihak Damkar selesai,” ujar dia. “Tentunya kegiatan ini untuk membekali siswa/i SLB dan guru bagaimana harus bertindak ketika terjadi bencana kebakaran yang sewaktu-waktu terjadi di sekolah atau lingkungan tempat tinggal,” timpal dia. (Adam)

Sumber http://sriwijayaonline.com/44334-puluhan-siswai-slb-betung-berhamburan-keluar-saat-salah-satu-ruangan-kelas-terbakar.html

Senin, 22 Oktober 2018

Download Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2018 Kabupaten Banyuasin

Download Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2018 Kabupaten Banyuasin


BKPSDM Kabupaten Banyuasin telah mengeluarkan surat pengumuman hasil seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Minggu 21 Oktober 2018.

Pengumuman seleksi administrasi CPNS 2018 dilakukan secara serentak secara nasional pada Minggu, 21 Oktober 2018.

Hal tersebut sejalan dengan surat pengumuman Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor K26-30/V 141-2/99 tanggal 3 Oktober 2018 tentang Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Tahun 2018
Pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2018 dapat dilihat di https://sscn.bkn.go.id dan juga website resmi instansi.

Untuk melihat hasil seleksi administrasi CPNS 2018 Kabupaten Banyuasin bisa kalian download di bagian akhir artikel.

BKN memberikan jangka waktu hingga 21 Oktober untuk para instansi membagikan pengumuman hasil seleksi administrasi pelamar CPNS 2018

BKPSDM Kabupaten Banyuasin resmi umumkan peserta CPNS 2018 yang lolos seleksi administrasi dan dapat melanjutkan ke tes Seleksi Kompetisi Dasar (SKD).

Rilis pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2018 tersebut dibagikan di laman resmi BKPSDM Kabupaten Banyuasin atau http://bkpsdm.mubakab.go.id/

Sebanyak 9.360 (Sembilan Ribu Tiga Ratus Enam Pulu) peserta yang dinyatakan lulus administrasi CPNS 2018 di lingkungan Kab Banyuasin.


Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2018 Kabupaten Banyuasin, Download PDF di Sini, http://sumsel.tribunnews.com/2018/10/21/pengumuman-hasil-seleksi-cpns-2018-kabupaten-banyuasin-download-pdf-di-sini.
Penulis: Abu Hurairah 
Editor: Abu Hurairah

Minggu, 21 Oktober 2018

Lapas Kelas 3 Banyuasin Gunakan Stempel UV Untuk Menertibkan Pengunjung

Lapas Kelas 3 Banyuasin Gunakan Stempel UV Untuk Menertibkan Pengunjung


Dalam rangka meningkatkan kenyamanan pelayanan dan ketertiban pengunjung, Lapas Banyuasin menerapkan dua inovasi terbaru, di antaranya sendal khusus pengunjung dan stempel sinar Ultraviolet (UV).

Dikatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banyuasin Reza Yudhistira Kurniawan, A.Md.IP, SH, M.Si, sandal khusus pengunjung ini bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas.

"Pengunjung maupun warga binaan memiliki banyak sekali cara atau modus operandi untuk memasukan barang terlarang seperti Narkoba dan hal-hal lainnya ke dalam sepatu atau sandal, untuk itu kita antisipasi dengan menyediakan sandal di ruang tunggu kunjungan untuk dipakai sebelum masuk ke dalam Lapas," ungkapnya.

Demikian pula dengan Cap/ Stempel UV, Alumnus Akademi Ilmu Pemayarakatan ini menambahkan, Stempel UV ini adalah inovasi Lapas Banyuasin untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban serta mencegah warga binaan agar tidak menyelinap di antara pengunjung yang keluar karena antara pengunjung dan warga binaan dibedakan berdasarkan Stempel yang diberikan oleh petugas P2U.

"Stempel ini tidak dapat dilihat dengan kasat mata, melainkan butuh Senter sinar Ultraviolet untuk melihatnya," pungkasnya.

Lebih lanjut Reza mengatakan, Lapas Banyuasin merupakan satu-satunya UPT di Sumatera Selatan yang menerapkan program ini.

"Saya rasa, untuk di wilayah Sumatera Selatan, baru UPT Lapas Banyuasin yang menerapkan inovasi ini," tambahnya.

Senada dengan Kalapas, Efriansyah salah penjaga pintu utama (P2U) berterimakasih sekali dengan program sendal kunjungan ini karena dapat memudahkan pemeriksaan.

"Sepatu atau sendal dari luar menjadi salah satu tempat yang dicurigai masuknya barang-barang yang terlarang", ungkapnya.

Selain itu, Stempel UV disebut Efri dapat meningkatkan keamanan dan kebersihan pengunjung.

"Stempel UV seperti ini tidak dapat diduplikasi atau dimanipulasi sehingga lebih terjaga keamanan dan pengunjung pun tidak risih karena hasil stempel tidak terlihat," tambahnya.

Ferdinand salah satu pengunjung Lapas Banyuasin mengungkapkan, program ini bagus sekali karena dapat menjaga kebersihan baik badan maupun tempat kunjungan.

"sempet bingung juga dengan program baru ini, tapi setelah dijalani ternyata ada manfaatnya juga untuk kenyamanan kunjungan," pungkasnya. (*)

Sumber: http://banyuasinonline.com/inovasi-stempel-uv-tingkatkan-pengawasan-pengunjung-lapas/

Jumat, 19 Oktober 2018

Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi Dari Warga Binaan Lapas Banyuasin

Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi Dari Warga Binaan Lapas Banyuasin


Banyuasin, banyuasinonline.com – Lapas Kelas III Banyuasin terus menggenjot keterampilan warga binaannya. Selain pekerjaan bengkel, para tahanan juga belajar membuat beberapa kerajinan tangan menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi.

Dedy Krihastoni selaku Kasubsi Pembinaan mengatakan, kerajinan tangan tersebut merupakan keterampilan dari beberapa warga binaan yang kemudian diasah kembali untuk membuat suatu karya.

“Beberapa karya yang telah dihasilkan antaranya miniatur rumah, kapal, serta lampu dinding dengan menggunakan media stik es krim hingga membuat papan bunga ucapan selamat,” ungkapnya.

Selain itu, Dedy menambahkan bahwa hasil karya warga binaan tersebut akan di publish ke masyarakat untuk dijual, sehingga bisa memberikan pemasukan kepada Bimbingan Kerja Lapas Banyuasin.

“Untuk sementara produk-produk ini baru kita jual ke orang-orang sekitar, ke depannya mungkin akan kita perluas lagi. Kita juga menerima pesanan dari masyarakat apabila ada yang berminat,” tambahnya.

Dedy menyebutkan, pihaknya tidak mencari keuntungan dari usaha dan keterampilan warga binaan. Uang hasil penjualan barang keterampilan para tahanan diperuntukkan bagi warga binaan.

“Pada intinya kita hanya ingin beri keterampilan dan pengetahuan kepada para warga binaan,” ucap Dedy.
http://banyuasinonline.com/warga-binaan-lapas-banyuasin-kreasikan-kerajinan-tangan/
Melawan Kanker Satu Tahun, Istri Bupati Banyuasin Meninggal

Melawan Kanker Satu Tahun, Istri Bupati Banyuasin Meninggal


Ketua Tim Penggerak PKK, Kabupaten Banyuasin, Hj Heryati binti Sak'ari wafat usai mendapatkan perawatan medis di RS Siloam, Palembang, Kamis (18/19) sekitar pukul 21. 20 WIB.

Heryati wafat usai berjuang melawan penyakit kanker yang diderita sejak satu tahun terakhir, sebelum wafat, Istri Bupati Banyuasin, Askolani sebelumnya telah dirawat selama satu minggu.

"Saat dirawat, Heryati secara khusus meminta pak askolani (suaminya) untuk tetap fokus memimpin banyuasin, karena menurutnya Askolani kini semua rakyat Banyuasin," kenang Staf Khusus Bupati Banyuasin, Syarifuddin Zuhri.

Ia menyampaikan Heryati diketahui menderita kanker sejak satu tahun terakhir dan telah menjalani pengobatan medis hingga ke luar negeri yakni Malaysia dan Singapura.

Sekalipun menderita sakit, Heryati masih menemani Askolani dalam setiap kesempatan terutama saat menjalani rangkaian panjang tahapan pilkada.

"Saya melihat besarnya perjuangan Beliau (heryati) sekalipun sakit tapi Beliau masih cukup sering ikut dalam kegiatan kampanye yang dilakukan," ungkapnya

Bahkan terakhir genap satu bulan lalu, pada tanggal (18/08/2018) lalu saat H. Askolani dilantik, Heryati turut menemani suaminya.

Heryati direncanakan akan dikebumikan disamping makam ayahnya, sak'ari di Desa Lubuk lancang, Kecamatan Soak Tapeh, Kabupaten pada Jumat (19/10/2018) pukul 12.00 WIB.

Sosok almarhumah Hj Heryati istri dari Bupati Banyuasin, H Askolani dikenal ramah dan tak melihat strata setiap masyarakat yang ingin bertemu dengannya.

Tribunsumsel.com, pernah menyaksikan almarhumah ikut menjamu para tamu yang datang ke kediaman pribadinya waktu itu di daerah Sukabangun Palembang.

Perjumpaan Tribunsumsel.com dengan Hj Heryati pada awal 2013 lalu. Dimana suaminya Askolani yang berpasangan dengan Idasril maju pada pemilihan bupati dan wabup Banyuasin periode 2013-2018.

Saat itu, Tribunsumsel.com yang berkeperluan mewawancarai Askolani sebagai salah satu calon bupati. Almarhumah dengan ramah menawarkan kepada awak media untuk minta disajikan minuman teh atau kopi.

Tribunsumsel.com pun melihat langsung, almarhumah yang membuat dan mengantarkan sendiri ke para tamu. Saat itu, kediaman Askolani pun ramai tamu baik warga maupun simpatisan. Lagi-lagi sepengelihatan Tribunsumsel.com, almarhumah juga menawarkan untuk disajikan minuman.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Istri Bupati Banyuasin Heryati Askolani Meninggal Dunia - Berjuang Satu Tahun Melawan Kanker, http://sumsel.tribunnews.com/2018/10/18/istri-bupati-banyuasin-heryati-askolani-meninggal-dunia-berjuang-satu-tahun-melawan-kanker.
Penulis: Yohanes Tri Nugroho 
Editor: Kharisma Tri Saputra

Senin, 15 Oktober 2018

PT KAI Tayangkan Video Sosialisasi LRT, Ratusan Siswa SDN 13 Kagum

PT KAI Tayangkan Video Sosialisasi LRT, Ratusan Siswa SDN 13 Kagum


Ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 13 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sangat antusias mengikuti sosialisasi pengetahuan tentang Light Rail Transit (LRT), mereka terkagum-kagum melihat video LRT ditayangkan oleh PT. KAI Divre III Palembang.

Dengan memperkenalkan LRT sebagai moda transportasi masal serta prosedur naik kereta itu hingga prosedur keadaan darurat. Banyak pengetahuan yang mereka dapatkan dari sosialiasi tersebut.

Bernadette E.S Mayashanti, Kepala Balai Teknik Perkretaapian Sumbagsel mengatakan. Pada dasarnya sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada anak-anak dan kebetulan di sini juga sekalian ibu-ibu dan bapak-bapak guru untuk memberikan wawasan ketika naik LRT.

Pengenalan ini juga untuk menumbuhkan rasa cinta mereka kepada LRT.Sosialisasi - PT. KAI Divre III Palembang memberikan sosialisasi kepada murid-murid SDN 13 Talang Kelapa Banyuasin, Jumat (31/8). (SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN)

"Antusias mereka sangat luar biasa, saya kagum dan salut kepada semangat mereka dan merada kembali muda," Jelasnya saat diwawancarai, Jumat (31/8/2018).

Lanjutnya lagi, meskipun belum sebagian besar belum pernah naik LRT ini tetapi saya rasa pengenalan ini akan membuat kecintaan mereka terhadap kereta layang itu, maupun pengetahuan untuk bagaimana naik LRT itu. Nanti kita juga akan mensosialisasikan ke sekolah-sekolah lainnya biar mereka mengerti tentang kereta api.

"Saya rasa pengenalan ini harus dimulai dari yang lebih dini itu semakin baik jadi kalau kita tanamkan sejak dini mereka makin mengerti itu kedepannya, nanti kita ajak naik LRT tapi tidak semuanya," Ujarnya.

Sementara itu Sundari, Kepala sekolah SDN 13 Talang kelapa mengatakan dengan adanya sosialisasi ini kami jadi mengerti bagaimana kalau keadaan LRT lagi mogok atau ada kendala kami mengetahui dan juga anak-anak sepertinya sebagian besar memang belum tapi mereka antusias untuk menaiki LRT.

"Sosialisasi ini kami harapkan di tempat-tempat lain juga dilaksanakannya bukan hanya di SDN 13 Talang Kelapa, sangat berterima kasih sudah mau mampir untuk memberikan pengetahuan tentang LRT," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Sosialisasi LRT, Ratusan Siswa SDN 13 Banyuasin Kagum Lihat Video LRT Ditayangkan oleh PT KAI, http://palembang.tribunnews.com/2018/08/31/sosialisasi-lrt-ratusan-siswa-sdn-13-banyuasin-kagum-lihat-video-lrt-ditayangkan-oleh-pt-kai.
Penulis: Wahyu Kurniawan 
Editor: pairat
Olah Air Bersih, Dosen Teknik UPGRI Mengabdi Kepada Masyarakat

Olah Air Bersih, Dosen Teknik UPGRI Mengabdi Kepada Masyarakat


Tak hanya mengaplikasikan ilmunya di dalam kampus, dosen juga dituntut melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya.

Kali ini beberapa dosen jurusan Teknik Kimia di Fakultas Teknik UPGRI Palembang kembali turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi pengolahan air bersih kepada warga Kelurahan Mariana kecamatan Banyiasin 1 Kabupaten Banyuasin, Senin (3/9/2018).

Salah satu dosen instruktur, Aan Setentry, ST MT, mengatakan selama ini mutu air yang digunakan sehari-hari yang berasal dari sumur warga air yang digunakan untuk mandi terasa lengket di badan.

Apalagi saat ditampung di bak penampungan, air akan berubah jadi warna kemerahan kadang kehitaman dan terasa asam.

"Untuk itulah kami dari jurusan Teknik Kimia Prodi Teknik Kimia ingin membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di lingkungan tersebut," ujarnya.

Apalagi selama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih umumnya di Sumsel belum sepenuhnya dapat disuplay oleh perusahaan daerah air minum setempat.

"Terutama untuk penduduk yang berdomisili di pedesaan dan di pinggiran kota yang sebagian besar mengandalkan air sungai dan air sumur untuk kebutuhan air bersih," jelasnya.

Sementara itu, adapun para dosen yang menjadi instruktur dalam kegiatan ini yakni Ir. Muhammad Bakrie MT, Ir Agus Wahyudi MM, Muhrinsyah Fatimura MT, Husnah MT, Rully Masriatin ST MT, Retno Fitriyanti ST MT, dan Nurlela ST MT.

"Jadi kami secara bergantian memberikan materi berbeda terkait permsalahan apa yang dihadapi masyarakat khususnya tentang air bersih ini," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen Teknik UPGRI Edukasi Warga Mariana Banyuasin Olah Air Bersih, http://palembang.tribunnews.com/2018/09/03/pengabdian-kepada-masyarakat-dosen-teknik-upgri-edukasi-warga-mariana-banyuasin-olah-air-bersih.
Penulis: Yuliani 
Editor: Siti Olisa
Manggala Agni Gelar Kampanye Karhutlah Di SMK Negeri Sembawa

Manggala Agni Gelar Kampanye Karhutlah Di SMK Negeri Sembawa


Demi mencegah makin melebarnya kebakaran hutan dan dampaknya, semua pihak kini bahu membahu mengatasi kebakaran hutan di Sumatera Selatan. 

Pentingnya pengetahuan dan cara menangani serta bahaya yang ditimbulkan, membuat Manggala Agni DAOPS Banyuasin, Sumatera Selatan, menyelenggarakan kampanye Pencegahan KARHUTLAH di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di SMK PP Negeri Sembawa, (5/10/2018)

Diikuti peserta 50 siswa siswi beserta beberapa guru SMK PP Negeri Sembawa.

Diharapkan kampanye ini dapat memberikan pengetahuan dan menimbulkan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya KARHUTLAH dan kerugian yang ditimbulkan.

Kegiatan ini dilakukan disekolah sebagai upaya dini mengubah pola pikir siswa siswi sehingga menjadi salah satu pihak yang bisa menjadi peran dalam perubahan pencegahan KARHUTLAH.

Kampanye Pencegahan KARHUTLAH di hadiri bpk. Darwiansyah dan rekan-rekannya.Kehadiran bpk.

Darwiansyah dalam acara ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi sehingga dapat berperan dalam upaya pengendalian KARHUTLAH.

Kampanye ini diawali dengan pembukaan dan sambutan dari bpk Yunus , dilanjutkan dengan pemberian materi boleh bpk.

Darwiansyah tentang bahaya KARHUTLAH, ajakan untuk tidak membakar hutan dan lahan serta dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa ada isu yang diangkat seperti pentingnya penyelamatan lingkungan, penyelamatan satwa langka, dsb.

Bpk. Darwiansyah, menyampaikan bahwa program kampanye yang dilaksanakan ini sangat bermanfaat bagi para siswa siswi untuk merubah pola pikir masyarakat tentang membakar hutan dan lahan.

Sebagai generasi penerus, siswa siswi harus dibekali pemahaman yang benar bagaimana mengelola hutan dan lahan Indonesia agar tetap lestari.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Manggala Agni Gelar Kampanye Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di SMK Negeri Sembawa Banyuasin, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/10/manggala-agni-gelar-kampanye-cegah-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-smk-negeri-sembawa-banyuasin.

Editor: Candra Okta Della

Minggu, 14 Oktober 2018

Mencuri Kambing Ternak, Warga Tanjung Atap Diringkus

Mencuri Kambing Ternak, Warga Tanjung Atap Diringkus

#oganilirterkini – Bawalhi Bin Azhar (43) Warga Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) ditangkap petugas Polsek Tanjung Batu di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu OI, Sabtu (13/10).

Bawalhi diduga melakukan pencurian kambing ternak milik korban M. Mursalin Bin Marzuki (42) dengan menggiring kambing tersebut dari padang rumput di Desa Tanjung Baru Petai Kecamatan Tanjung Batu melewati padang rumput.
Pada saat secara bersamaan korban dan temannya melihat seorang pelaku sedang menggiring kambing miliknya, lalu korban dan temannya membuntuti pelaku sampai ke kandang milik pelaku.
Sesampainya ke kandang milik pelaku di Desa Tanjung Atap, korban dan masyarakat langsung mengamankan pelaku,ternyata di kandang pelaku di temukan 1 ekor kambing lagi milik korban di kandang pelaku.
Kapolsek Tanjung Batu AKP Masri SH membenarkan penangkapan pelaku tersebut.
.
“Kita mendapatkan laporan dari korban bahwa telah terjadi pencurian dengan pemberatan berupa 3 ekor kambing yang mana pelaku berhasil diamankan oleh warga dan pihak kepolisian langsung menuju ke TKP untuk mengamkan pelaku dan barang bukti tersebut. Selanjutnya guna untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut pelaku sudah kita amankan di mapolsek Tanjung Batu,” tungkasnya.


Sumber : Detik Sumsel

Sabtu, 13 Oktober 2018

Bangunan SDN 198 Palembang Miring, Kontraktor Terancam Blacklist

Bangunan SDN 198 Palembang Miring, Kontraktor Terancam Blacklist

Bangunan Miring - Kontraktor Terancam blacklist

Palembang, sriwijayaekspress.com — Fitrianti Agustinda secara langsung meninjau bangunan sekolah yang ambruk sebelum selesai dibangun. Bangunan setinggi dua lantai di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 198 Palembang tersebut dijadwalkan selesai pada November 2018.

Wakil Walikota Palembang yang baru dilantik itu menerangkan, informasi yang diterima dari kontraktor, pembangunannya sudah hampir 90 persen untuk bangunan setinggi dua lantai dengan delapan ruang belajar dan satu toilet ditiap lantainya.

“Kita ambil hikmahnya mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Fitri saat meninjau kondisi bangunan miring di SDN 198 Palembang, Senin (1/10/2018).

Untuk dana pembangunannya sendiri menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk 2018 senilai Rp2,5 Miliar (m) dana yang baru dicairkan sebesar Rp1,6 miliar jelasnya.

“Kontraktornya mau bertanggung jawab untuk mengganti dananya 100 persen secara bertahap,” katanya.
Di paparkan fitri untuk konstruksi bangunan yang miring ini akan dibangun dari awal. “Ini akan dirobohkan dan direncanakan pembangunan ulang pada September 2019 mendatang,” tuturnya.

Sementara sanksi untuk kontraktor yang dikategorikan “kegagalan konstruksi” ini biasanya akan di blacklist atau tidak bisa ikut lelang selama batas waktu tertentu tegasnya.

“Kita akan pelajari permasalahan ini. Tapi alhamdulillah pihak kontraktor mau bertanggung jawab penuh,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kontraktor CV Pinka Jaya, Harnel Verry mengaku, bila kejadian ini dalam aturannya masuk dalam kategori “Kegagalan Konstruksi” bukan Force Mayer.

Kejadiannya sendiri terjadi pada, Rabu (19/9/2018) sangat cepat saat bangunannya miring dan kemudian bata dan atapnya berjatuhan. Menurutnya, ambruknya bangunan tersebut akibat kontur tanah rawa yang terlalu dalam dan bobot bangunan yang terlalu berat. Dan untuk pondasinya sendiri hanya menggunakan cerucup dan plat baja untuk lantainya, bukan timbunan tanah sesuai RAB-nya.

“Kalo Force Mayer itu gempa. Mungkin karena bobot bangunan dengan luas 39×8 meter ini yang terlalu berat jadi amblas,” akunya.

Oleh sebab itu, pihaknya siap menanggung semua konsekuensi akibat kegagalan konstruksi ini.
“Akan kami penuhi sanksinya sesuai aturan,” singkatnya. (iwan)