Tampilkan postingan dengan label Ogan Komering Ilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ogan Komering Ilir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2018

Syarifuddin Basrie Dukung Kegiatan Sosial PWI Ogan Ilir dan OKI

Syarifuddin Basrie Dukung Kegiatan Sosial PWI Ogan Ilir dan OKI


METROPALEMBANG - Penasihat PWI Kab.Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir mengapresiasi kegiatan aksi sosial yang dilakukan puluhan insan pers dengan turun kejalan dalam rangka melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban bencana gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, didepan Kantor Pemda lama Jalan lintas Timus KM 35 OI, Senin (05/11/18) yang dikomandoi langsung oleh Plt.Ketua PWI Ogan Ilir Yasandi.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena dengan adanya kepedulian sosial ini, akan sangat membantu para korban,” ucapnya.

Sementara Plt.Ketua PWI Ogan Ilir, Yasandi, tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian insan pers yang tergabung dalam PWI, terhadap musibah yang dialamai warga Palu, Sigi dan Donggala.

“Ini merupakan salah satu program PWI OI yang bekerjasama dengan media cetak dan elektronik untuk membantu saudara kita di Sulteng yang terkena musibah,” kata Yasandi.

Ia menambahkan kegiatan penggalangan dana tersebut akan terus dilakukan selama satu pekan kedepan dengan melibatkan para jurnalis anggota PWI.

“Hari pertama aksi sosial ini, terkumpul dana sebesar Rp.727.000,-” terangnya.

Dirinya berharap kedepan supaya insan pers yang bertugas di Ogan Ilir bisa lebih kompak dalam berbagai hal, salah satunya membantu para korban bencana dan musibah lainnya.

“Saya berharap agar teman-teman jurnalis di OI tetap kompak seperti ini dalam membantu menggalang dana untuk melakukan aksi sosial,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Yasandi mengaku telah mengajukan usulan kepada Pemkab OI untuk dibangunkan gedung PWI OI.

“Kami sudah mengusulkan kepada Pemkab.OI untuk dibangunkan gedung PWI untuk kantor PWI karena saya sangat perihatin PWI hingga saat ini belum mempunyai sekretariat,” pungkasnya.(24)

sumber http://www.koransinarpagijuara.com/2018/11/05/hm-syarifuddin-basrie-support-kegiatan-aksi-sosial-pwi-ogan-ilir/

Minggu, 04 November 2018

Gaji Guru Honorer K2 200 Ribu, Ongkos Ojek 10 Ribu, Tak Masuk Akal

Gaji Guru Honorer K2 200 Ribu, Ongkos Ojek 10 Ribu, Tak Masuk Akal


METROPALEMBANG - Seorang guru honorer K2 yang mengajar di SMPN 1 Kayuagung, Ogan Kemering Ilir (OKI) Sumsel, inisial DW (38), mengaku termasuk yang kecewa berat atas kesepakatan rapat gabungan pemerintah dengan tujuh komisi di DPR, Senin (23/7).

Menurutnya, sungguh tidak adil pemerintah menetapkan syarat mereka untuk menjadi CPNS sama dengan pelamar umum.

“Seharusnya honorer, khususnya guru diberikan syarat tanpa tes,” imbuhnya. Apalagi seperti dia yang sudah 12 tahun mengajar.

Alumni FKIP Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang itu menuturkan, dalam sebulan dia hanya menerima gaji Rp 200 ribu. Itu dihitung berdasar jam mengajarnya. Jika dulu dia bisa dapat 16 jam mengajar seminggu, sekarang hanya delapan jam.

Sementara tiap hari ke sekolah menumpang ojek bertarif Rp10 ribu. Belum lagi biaya kebutuhan sehari-hari bersama ketiga anaknya. Beruntung suaminya seorang PNS dan mengajar di Sungai Menang sehingga dapat mencukupi biaya hidup setiap bulannya.

“Pemerintah harusnya memikirkan nasib honorer untuk diprioritaskan, diangkat menjadi PNS, apalagi sudah empat tahun tidak ada penerimaan CPNS. Sempat terpikir dalam dirinya berhenti menjadi guru honorer. Tapi sayang dengan ijazah dan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah.

Sementara itu, Ayu, guru honorer SMA di Kabupaten Muara Enim, mengatakan, aturan pengangkatan CPNS untuk guru perlu direvisi. Khususnya untuk usia maksimal 35 tahun. “Banyak guru honorer yang berusia di atas itu," ujarnya.

Kemudian, keharusan ikut tes seperti pelamar umum. “Tidak adil, kami yang sudah bertahun-tahun mengabdi disamakan dengan yang baru lulus kuliah," ucapnya. Di SMA tempatnya mengajar saja ada 14 guru honorer. Ada yang baru, sebagian sudah belasan tahun mengabdi. (ebi/cj13/uni/sid/yud/ce1)

sumber: https://www.jpnn.com/news/gaji-guru-honorer-k2-rp-200-ribu-ongkos-ojek-rp-10-ribu

Sabtu, 03 November 2018

Ogan Komering Ilir Berduka, Ayah Mertua Bupati H. Iskandar Meninggal Dunia

Ogan Komering Ilir Berduka, Ayah Mertua Bupati H. Iskandar Meninggal Dunia


METROPALEMBANG - Kabar duka menyelimuti keluarga H. Iskandar, SE, Bupati dari Ogan Komering Ilir. A. Efendi Subrata, ayah mertua orang nomor satu OKI tersebut dikabarkan telah meninggal dunia

Ayah dari Lindasari Iskandar, istri Bupati H. Iskandar ini meninggal dunia di Jakarta pada Rabu (3/10/2018), sekitar pukul 14.00 WIB. Efendi Subrata meninggal dunia dikarenakan sakit.

Almarhum kini sudah disemayamkan dirumah duka H. Iskandar, SE yang berlokasoi di Bintaro Tangsel dan akan dikebumikan pada hari ini, Kamis (4/10/2018).

Ucapan duka cita pun mengalir dari berbagai kalangan. Pantauan Rabu malam papan ucapan duka cita memanjang mulai dari pintu masuk River Park Bintaro Tangsel.

Karangan bunga ucapan duka cita pun menghiasi sepanjang jalan perumahan tersebut. Para pelayat sejak Rabu malam hingga Kamis pagi juga silih berganti datang ke rumah duka.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul BREAKING NEWS: Ayah Mertua Bupati OKI H. Iskandar Meninggal Dunia, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/04/breaking-news-ayah-mertua-bupati-oki-h-iskandar-meninggal-dunia.
Editor: Ahmad Sadam Husen

Senin, 29 Oktober 2018

Angin Puting Beliung Robohkan Rumah Warga Tulung Selapan

Angin Puting Beliung Robohkan Rumah Warga Tulung Selapan

Salah satu rumah panggung milik warga di Desa Pulau Beruang Kecamatan Tulung Selapan, roboh akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras.

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Hujan deras disertai angin kencang di Desa Pulau Beruang Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengakibatkan sebuah rumah panggung milik Herwino roboh.

Tidak ada korban jiwa, lantaran keluarga korban saat itu telah waspada dan mengungsi di rumah tetangga lainnya.

Informasi dihimpun, pasca hujan deras, Jumat dan Sabtu (26-27/10/2018) siang itu menyebabkan banyak kekewatiran warga, karena selain hujan suara petir yang menggelegar di atas rumah.

Sebab itu, warga yang tinggal di rumah panggung dengan sendiri mengungsi ke rumah warga yang jauh lebih aman.

Tak hanya rumah warga di Tulung Selapan, juga panggung acara, tenda pernikahan di salah satu tempat di Kelurahan Jua-jua Kecamatan Kayuagung OKI mengalami kerusakan akibat kencangnya angin dan hujan deras.

Untungnya, hujan turun setelah acara resmi usai dan makan bersama berlalu. Namun, hiburan orgen tunggal jarua dihentikan, karena takut bahaya petir.

"Memang hujan deras disertai angin kencang sangat mengkhwatirkan," kata Wakil Ketua DPD Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI, Adi Iskandar pada wartawan, Minggu (28/10/2018).

Kepala Desa (Kades) Pulau Beruang, Sitalmin saat dikonfirmasi wartawan membenarkan, adanya rumah warganya yang roboh akibat angin kencang disertai hujan deras.

"Peristiwa robohnya rumah itu akibat adanya angin puting beliung. Selain 1 rumah roboh ada 10 rumah yang atapnya lepas diterpa angin," ujarnya.

Rumah milik Herwino terletak di RT 8 dusun 3 roboh setelah diterjang angin kencang pukul 14.30.

"Dari peristiwa itu, tidak ada korban jiwa," tutur Kades yang telah melaporkan peristiwa ini ke dinas terkait secara lisan.

"Warga sekarang telah bergotong royong membantu korban merapikan bahan bangunan yang bisa digunakan dipakai, untuk menegakan kembali rumah kayu panggungnya," tandas Kades. 

Jumat, 26 Oktober 2018

80 Lokal Bangunan Terbengkalai, Pasar Kedomongan Kayuagung

80 Lokal Bangunan Terbengkalai, Pasar Kedomongan Kayuagung


Sebanyak 80 lokal bangunan Pasar Kedomongan Kelurahan Kuta Raya Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terbengkalai. Letak bangunan yang terbengkalai tidak jauh dari Kota Kayuagung, Ibukota Kabupaten OKI.

Pantauan Sripoku.com di lokasi, Kamis (25/10/2018), petak lokal bangunan yang dibuat untuk para pedagang tersebut terdiri 4 bangunan dan satu bangunan ada 20 lokal, dengan jumlah lokal sebanyak 80 lokal yang terbengkalai.

Atap asbes pecah dan bangunan megah itu tidak bermanfaat sama sekali. Di petakan lokal dipenuhi sampah dan rerumputan yang tinggi. Ada juga dimanfaatkan warga untuk meletakan perahu biduk yang panjang. Di bagian bangunan lain dimanfaatkan warga untuk servis dan membuat lemari.

Warga Kecamatan Kayuagung, Salim M Kosim, mengharapkan pemerintah harus merencanakan perencanaan yang benar sesuai dengan peruntukan dan kondisi lingkungan masyarakat, agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar Pasar Kedomongan.

Masih kata Salim, sebaiknya pasar ini disulap menjadi bangunan serbaguna. Dan di sisi lainnya dibangun tempat wisata, taman di pinggir Sungai Komering, jauh lebih indah. Lebih banyak azaz manfaat bagi masyarakat.

"Kalau terbengkalai begini mau jadi apa. Dan kapan majunya Pasar Kedomongan ini," tutur Salim.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita OKI: LIVE STREAMING 80 Unit Bangunan Pasar Kedomongan di Kota Kayuagung, Terbengkalai, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/25/berita-oki-live-streaming-80-unit-bangunan-pasar-kedomongan-di-kota-kayuagung-terbengkalai.
Penulis: Mat Bodok 
Editor: Sudarwan
Terkait Kerusakan Infrastruktur, Belum Ada MOU Antara Pemkab OKI dan PT. Waskita

Terkait Kerusakan Infrastruktur, Belum Ada MOU Antara Pemkab OKI dan PT. Waskita


Hingga saat ini belum ada Kesepakatan hitam diatas putih atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan PT Waskita Karya terkait kerusakan kerusakan infrastruktur di Kabupaten OKI imbas dari pembangunan jalan tol.

Padahal, MoU ini menjadi penting sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik bahwa ada komitmen bersama untuk menyelesaikan pemermasalahan yang imbasnya merugikan kepentingan masyarakat. MoU tersebut juga dapat menjadi dasar untuk “menagih janji” jika nanti proyek strategis tersebut selesai.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih menantikan waktu untuk bertemu pihak PT Waskita Karya untuk membahas terkait komitmen perbaikan jalan yang rusak akibat aktifitas angkut material pembangunan Tol Trans Sumatera.

“Sampai saat ini kita masih menanti waktu untuk bertemu dengan pihak Waskita untuk membicarakan (kerusakan jalan) ini. Khususnya ruas jalan yang dilalui pengangkut material tol,” kata Sekretaris Dinas PUPR OKI, H Sujasmin saat ditemui, Rabu (24/10).

Sujasmim mengungkapkan, pada awalnya memang komitmen untuk memperbaiki jalan ini sudah disampaikan oleh pihak waskita, akan tetapi komitmen ini belum dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).

“Jadi tujuannya untuk membicarakan tentang komitmen ini. Sehingga akan lebih jelas komitmennya seperti apa, oleh karena itu kita ingin bertemu langsung dengan petingginya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, gelombang protes dan keluhan warga terkait kerusakan jalan akibat aktifitas angkut material ini masih sering terjadi.

“Kata mereka akan diperbaiki, tapi kita belum tau juga perbaikan dia itu bagaimana, kita mau maksa perbaiki sekarang tidak bisa karena belum selesai,” katanya.

Terkait kerusakan jalan ini, tambah Sujasmin, pihak Waskita pernah menemui pihak PUPR dan menyampaikan akan memperbaiki jalan dari Jembatan Kayuagung sampai sekitar SMAN 3 Unggulan Kayuagung. Hal ini juga belum ada kepastian karena dari SMAN tersebut dan seterusnya perbaikannya bagaimana.

“Berdasarkan komitmen awal, mereka akan mengembalikan jalan yang rusak ke kondisi semula setelah (tol) ini selesai, ini untuk jalan yang telah dibangun. Tapi untuk jalan yang belum dibangun mereka membantu pemeliharaan,” terangnya.

Masih kata Sujasmin, sebelum memulai pengerjaan tol Trans Sumatera ini, pihak Waskita telah membuat dokumen dan memeriksa jalan-jalan yang akan dilalui sehingga diharapkan pihak kontraktor ini dapat mengembalikan kondisi jalan seperti semula.

“Kita mengajukan jalan yang rusak akibat mereka lalui, tapi secara teknis itu urusan mereka,” pungkasnya.

Pengamat Kebijakan Publik Kabupaten OKI Jamalludin mengatakan, dengan tidak adanya MoU tersebut hal ini akan memperlemah nilai tawar pemerintah kabupaten, pasalnya, kebijakan untuk mengembalikan kondisi infrastruktur seperti semula hanyalah pernyataan lisan.

“Artinya akan muncul kompromi mana yang sanggup untuk diperbaiki dan mana yang tidak, lalu setelah pembangunan selesai siapa yang berani menjamin hal ini bisa terealisasi dengan baik, sehingga nanti akan muncul kesan pemerintah OKI meminta kepada pihak perusahaan, padahal ini kewajiban.” katanya.

Oleh sebab itu MoU menjadi penting untuk menjadi pedoman kedua belah pihak, meskipun demikian didalam klausulnya tidak ada yang dirugikan.

“Menurut saya harus ada MoU nya, isinya seperti apa itu tergantung dari keduanya intinya bagaimana dapat mengakomodir kepentingan masing-masing pihak.” katanya.(den)

sumber: http://www.radarsriwijaya.com/2018/10/25/9947
facebook @beritaoki

Kamis, 25 Oktober 2018

BNN OKI: Mangun Jaya Kayuagung Zona Merah Narkoba

BNN OKI: Mangun Jaya Kayuagung Zona Merah Narkoba


Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berhasil melakukan penggerebekan terhadap diduga pengedar narkoba, Hairuddin (58) warga Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Kayuagung, Rabu (24/10/2018).

Lokasi penggerebakan tadi, menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten OKI H Ahmad SSos menyebutkan, di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Kayuagung OKI, sebagai zona merah. Sehingga, di lokasi tersebut selalu dilakukan pengawasan terhadap jaringan narkoba.

"Penangkapan ini atas informasi masyarakat yang sudah resah siang dan malam sehingga meresahkan," kata Ahmad seraya menyebutkan barang bukti yang diamankan 4 kantong kecil harga Rp 100 ribu, seberat 0,7 gram. Dan uang tunai ringgit Malaysia sebanyak empat lembar.

Selain barang bukti narkoba jenis sabu-sabu juga diamankan 5 buah korek gas, dompet, 3 unit handphone, dan wadah minuman kecil sebagai wadah penyimpanan alat hisap. "Tersangka mengakui barang bukti tersebut miliknya. Dan narkoba tersebut dari rekannya yang kini sudah melarikan diri," tutur Ahmad.

Kepala BNNK OKI, menghimbau kepada masyarakat agar jauhi narkoba dan jangan sekali-kali mencoba, karena bisa merugikan diri sendiri dan keluarga serta sekelilingnya. "Kita menghimbau seluruh masyarakat agar perhatikan anak-anaknya jangan sampai termasuk menyalaguna narkoba jenis apapun," himbau Ahmad didampingi Kasi Pencegahan dan Pembinaan BNNK, H Zakaria SSos MSi.

Ketika ditanya selain Mangun Jaya, apakah ada target lain yang akan dikembangkan terkait bandar dan pengedar narkoba di OKI. "Nanti, pasti ada di lokasi dan tempat berbeda," singkat Zakaria, selagi ada upaya pencegahan akan kita lakukan pencegahan dan bimbingan betapa bahaya narkoba.

Sementara itu, tersangka Hairuddin (58) mengakui, bahwa narkoba itu miliknya. "Hasil penjualan narkoba cukup untuk saya beli rokok dan bisa makai narkoba," akuinya yang menyebutkan kini dirinya punya 6 anak dan 16 cucung.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita OKI: BNN OKI Sebut Mangun Jaya Kayuagung Termasuk Zona Merah, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/24/berita-oki-bnn-oki-sebut-mangun-jaya-kayuagung-termasuk-zona-merah.
Penulis: Mat Bodok 
Editor: pairat

Selasa, 23 Oktober 2018

Permainan Bambu Gila Meriahkan HUT Santri Kabupaten OKI

Permainan Bambu Gila Meriahkan HUT Santri Kabupaten OKI

Sejumlah atraksi seperti bambu gila, tiup mata dan beberapa atraksi lainnya diperlihatkan oleh para santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten OKI di Kantor Bupati OKI, Senin (22/10).

Husnandaroini, Pimpinan Pesantren Darul Huda 99, Desa Muara Burnai Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI menerangkan, berbagai atraksi yang diperlihatkan tersebut tak lain merupakan hiburan dalam peringatan hari santri nasional.

 "Dari beberapa atraksi memang butuh keahlian khusus, tapi dengan dilatih semuanya bisa. Syaratnya, masuk pesantren dulu," ujarnya seraya mengatakan hampir setiap pesantren mempunyai ciri khas khusus yang mencirikan pesantren itu sendiri.

Ditambahkan pimpinan pesantren lainnya, Yuris Al-Palinbani atau yang juga akrab disapa Abah Yuris bahwa, setiap permainan selain menunjukkan ciri dari pesantren juga ada makna tersendiri yang ketika dilihat memang terlihat agak aneh.

"Permainan bambu gila misalnya, ini menunjukkan bahwa ini bambu biasa tapi bisa dikendalikan. Ini bisa dimaknai bahwa bambu saja bisa dikendalikan, apalagi manusia," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, H Husin mengatakan, dengan tema 'Bersama Santri Damailah Negeri' ini diharapkan para santri ini dapat menjadi vokal untuk mempersatukan umat-umat di Indonesia dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Pancasila dan rasa kebhinekaan.
"Kalau ini diamankan kita tidak akan menemukan gerakan yang mengarah ke radikal," ujar Husin.

Menurutnya, isu perdamaian diangkat sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme.

"Ini jadi momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi islam di Indonesia, dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air," tukasnya.(bud)

Minggu, 21 Oktober 2018

OKI Expo 2018 Sepi Pengunjung, Tak Belajar Dari Pengalaman

OKI Expo 2018 Sepi Pengunjung, Tak Belajar Dari Pengalaman


Perhelatan OKI Expo yang baru saja digelar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam rangka menyambut HUT ke-73 kurang diminati perusahaan yang ada di wilayah tersebut.

Sebab itu, berbagai evaluasi akan dilakukan oleh dinas perdagangan Kabupaten OKI, terkait pelaksanaan OKI Expo yang tidak menonjolkan penghasilan atau ragam seni budaya di wilayah masing-masing.

Berdasarkan pantauan Sripoku.com saat pelaksanaan OKI Expo, sepi dari pengunjung dan stand yang ditampilkan tak sesuai dengan keadaan kegiatan dan budaya seni di daerah-daerahnya.

Wakil Ketua DPD Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI, M Ali Musa SE mengatakan, seharusnya perhelatan OKI Expo harus berkaca pada kegiatan sebelumnya. Karena kegiatan tahun ini jelas hanya menghamburkan uang dan tak ada azaz manfaatnya ke masyarakat.

"Ini namanya kegiatan sia-sia yang hanya menghabiskan uang negara. Lebih jelas kegiatan ini menunggangi pasar malam dan hanya menguntungkan pihak luar datang ke OKI, hanya membawa duit," kata Ali jelas pemerintah hanya main-main dalam acara tahunan ini.

"Masak setiap tahun kegiatan OKI Expo menjadi ajang evaluasi terus," ucap Ali.

Dirinya tak ingin selalu menjadi evaluasi dan kapan terlaksana lebih baik dan meriah bagi masyarakat OKI bukan hanya untuk golongan pejabat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan OKI, Sudiyanto Djakfar mengatakan, karena pada perhelatan OKI Expo lalu, baru sedikit pihak swasta yang ikut, padahal banyak sekali perusahaan swasta yang ada di OKI ini.

"Mereka memiliki hasil produksi yang bisa dipamerkan," terangnya, Rabu (17/10/2018).

Baca: Video Curhat Pelatih PSMS Medan Saat Timnya Berada di Dasar Klasemen

Menurutnya, tahun ini baru Bulog dan beberapa bank yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain itu pihaknya juga ingin pengusaha lokal lebih meningkatkan hasil olahannya khususnya packing.

"Kalau dilihat packing yang dihasilkan kurang menarik, padahal hasil produksinya bernilai ekonomis seperti terasi dari Tulung Selapan Kemplang dan sejenisnya," bebernya.

Dikatakannya, jika packingnya bagus maka akan meningkatkan nilai jual yang tinggi terhadap produksi tersebut.

Baca: Berita Palembang: Lakukan Cooling System, Polsek Plaju Selenggarakan Lomba Burung Berkicau

Apalagi usaha ini sudah lama dilakukan bahkan dikenal hingga Nusantara.

Ditanya masalah kunjungan selama OKI Expo saat itu, Sudiyanto menuturkan, cukup banyak, karena bukan hanya produksi saja yang dipamerkan tapi juga pelayanan khususnya perekaman e-KTP yang diminati para pengunjung.

"Dalam kegiatan tersebut target transaksi juga sama dengan apa yang diharapkan lebih kurang Rp 3 miliar perputaran uang yang dihasilkan, karena banyak yang memborong kerajinan mulai dari songket, tikar hingga hasil pertanian," tukasnya.

Sementara itu, Camat Sirah Pulau Padang, Herliansyah menambahkan, selama OKI Expo berbagai kerajinan khas wilayahnya dipamerkan, semuanya diminati seperti tas handmade dan makanan ringan.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita OKI : OKI Expo Sepi Pengunjung. JPKP : Seharusnya Harus Berkaca Dari Sebelumnya, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/17/berita-oki-oki-expo-sepi-pengunjung-jpkp-seharusnya-harus-berkaca-dari-sebelumnya?page=all.
Penulis: Mat Bodok 
Editor: Siti Olisa

Sabtu, 20 Oktober 2018

Terekam CCTV, Maling Helm Di Lingkungan Pemkab OKI

Terekam CCTV, Maling Helm Di Lingkungan Pemkab OKI


Pencurian helm kian marak terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pelakunya oknum pelajar yang berpakaian seragam sekolah, Kamis (18/10/2018).

Berdasarkan alat pantau yang terpasang di pojok atas plafon bangunan di Dinas Lingkungam Hidup dan Kebersihan rekaman CCTV, pelakunya mengendarai sepeda motor dengan berboncengan.

Pengendaranya memakai pakaian biasa, sedangkan tugas mengambil helm rekannya yang mengenakan pakaian seragam.

Pelaku pencurian ini, tidak hanya melakukan aksinya di Dinas Lingkungan Hidup, pelaku juga mencuri helm di dinas perizinan, dan lokasi Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda).

Pencurian helm ini sangat meresahkan pemilik kendaraan yang terparkir di halaman pemerintahan. Sebab itu, petugas keamanan di lingkungan hidup dan perizinan melihat rekaman CCTV, dan ternyata helm yang setiap hari hilang benar dilakukan pencurian oleh oknum pelajar.

Kasat Pol PP Kabupaten OKI Alexander Bustomi membenarkan ada pelaku pencurian helm yang gentayangan menghampiri setiap dinas di lingkungan pemerintahan terpantau dari rekaman CCTV.

"Saya minta seluruh dinas lebih waspada lagi terkait pencurian helm," kata Alex.

Untuk sementara ini kata Alex, dua pelaku pencurian itu sudah diketahui orangnya dan pihak kepolisian tinggal melakukan tindakan saja.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH melalui Kapolsek Kota Kayuagung AKP Ferriyanto SH mengatakan, pelaku pencurian helm ini sudah diketahui orangnya.

"Diminta korban pencurian helm segera melaporkan ke kantor polisi terdekat," ujar AKP Ferryanto.

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Kota Kayuagung, Ipda Yogi Melta SSos pihaknya segera melakukan penangkapan pelaku pencurian helm yang kian meresahkan.

"Orangnya sudah tahu, identitasnya sudah kita kantongi," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita OKI: Maling Helm yang Meresahkan Pegawai di Lingkungan Pemkab OKI Terekam CCTV, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/18/berita-oki-maling-helm-yang-meresahkan-pegawai-di-lingkungan-pemkab-oki-terekam-cctv.
Penulis: Mat Bodok 
Editor: Tarso
Beberapa Perhiasan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Ditemukan Warga Tulung Selapan

Beberapa Perhiasan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Ditemukan Warga Tulung Selapan

Warga Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan digegerkan penemuan harta karun diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Ada emas, perunggu, dan giok dalam berbagai bentuk.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Senin (11/9/2017), sampai saat ini warga masih mendatangi lokasi penemuan yang merupakan bekas lahan terbakar itu untuk mencari keberuntungan.

Pihak terkait masih melakukan penelitian untuk menetapkan kawasan tersebut sebagai situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Lokasi penemuan harta karun Sriwijaya (Dok Kasubbag Media dan Kom Kab OKI)
Kasubbag Media Komunikasi Publik Pemkab OKI Adiyanto menyebut tempat penemuan emas dan barang-barang bersejarah diduga sebagai dermaga saat masa kerajaan di Talang Petai, Tulung Selapan. Bahkan, sejak 2015, warga sudah memburu barang-barang yang menjadi bukti sejarah bekas dermaga tersebut.

"Dari tahun 2015 itu sudah ada penemuan beberapa barang-barang diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya saat mencari ikan. Ada yang menemukan emas berupa gelang, perunggu, prasasti, giok, dan bekas perahu yang sudah sangat tua," sebutnya saat dimintai konfirmasi detikcom.

Dari 2015 itu, warga sempat berhenti melakukan pencarian karena tidak lagi ditemukan barang berharga berupa emas dan sebagainya. Namun, sejak dua minggu terakhir, warga kembali digegerkan oleh penemuan gelang emas dan perhiasan lain di kawasan tersebut.

"Yang terbaru kemarin ini warga Jaya Makmur, OKI, menemukan emas berupa cincin dan pernik-pernik perhiasan pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Jika ada yang memiliki nilai sejarah, langsung kita selamatkan dan beli dari masyarakat untuk penelitian lebih lanjut. Peneliti dari Balai Arkeologi Palembang dan Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Jambi juga sudah datang beberapa hari lalu untuk meneliti di kawasan tersebut," sambungnya.

Gelang batu giok dan perunggu (Dok Kasubbag Media dan Kom Kab OKI)
(fay/imk)
https://news.detik.com/berita/d-3637556/geger-penemuan-harta-karun-kerajaan-sriwijaya

Senin, 15 Oktober 2018

Prostitusi Meresahkan Warga, Rumah Esek-esek Digrebek Polisi

Prostitusi Meresahkan Warga, Rumah Esek-esek Digrebek Polisi


Rumah esek-esek yang berada di RT 01 Desa Terusan Menang, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI, akhirnya digrebek oleh polisi. Penggerebekan yang merupakan tindak lanjut dari keresahan warga yang kian mengotori kampung.

Penggerebekan tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolsek SP Padang, AKP Nanda Risman SH bersama dengan anggota Polsek SP Padang dan dibackup oleh Unit Kam Sat Intelkam Polres OKI.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH melalui Kasat Intel Polres OKI, AKP Yusuf Solehat, didampingi Kapolsek SP Padang, AKP Nanda Risman mengatakan, penertiban tersebut dilakukan atas dasar laporan dari masyarakat sekitar yang telah resah, dengan aktivitas yang dilakukan di dalam rumah milik salah seorang warga berinisial DS, Rabu (3/10/2018).

“Pada saat melakukan penertiban terhadap tempat prostitusi tersebut, kita mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat sekitar. Sehingga, situasi pada penggerebekan tersebut dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar AKP Yusuf, Kamis (4/10/2018).

Lanjutnya, pada giat penertiban tersebut telah ditemukan 5 orang wanita penghibur yang sedang mangkal di rumah diduga sedang menunggu pria hidung belang yang datang, 2 orang berhasil diamankan dan 3 orang lainnya berhasil kabur.

“Ketika anggota kita masuk, 3 orang wanita berhasil melarikan diri melalui pintu belakang, dengan cara melompat ke arah lebak dan menghilang masuk di dalam semak-semak. Sedangkan 2 orang lainnya berhasil diamankan, adapun identitasnya yakni Iin Susanti (36) yang beralamat di Lampung Metro, dan Mellan (40) warga Plaju Palembang,” ungkap AKP Yusuf.

Polisi juga menemukan barang bukti lainnya yakni 3 kamar yang disekat, tiap kamar telah disiapkan tempat untuk melakukan prostitusi, serta juga ditemukan barang bukti berupa 30 botol bekas minuman keras, bekas tisu habis pakai yang masih basah, serta alat kontrasepsi yang digunakan oleh pria hidung belang melampiaskan hasrat seksualnya.

Terpisah, salah seorang warga setempat yang namanya minta dirahasiakan ketika diwawancara mengatakan, aktivitas di dalam rumah tersebut sudah sejak lama diresahkan oleh masyarakat sekitar, karena kerap dijadikan tempat prostitusi.

“Sebelumnya masyarakat juga sempat melaporkan ke pemerintah desa dan aktivitas mereka sempat terhenti, namun kembali lagi hingga 3 minggu belakangan ini,” tuturnya.

"Kami harap dengan dilakukan penggerebakan ini membuat jerah pemilik tempat dan tak akan menjadikan rumah mereka sebagai perkumpulan maksiat," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita OKI: Polisi Gerebek Rumah Esek-esek yang Bikin Resah Warga, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/06/berita-oki-polisi-gerebek-rumah-esek-esek-yang-bikin-resah-warga.
Penulis: Mat Bodok 
Editor: pairat
Jalan Longsor Terkikis Sungai, Ruas 2 Desa Nyaris Tak Bisa Dilewati

Jalan Longsor Terkikis Sungai, Ruas 2 Desa Nyaris Tak Bisa Dilewati


Ruas jalan penghubung Desa Suka Mulya dan Desa Benawa Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), nyaris tak bisa dilewati kendaraan. Lantaran bibir jalan longsor terkikis sungai.

Pantauan di lapangan, Senin (8/10/2018) ruas jalan tersebut berada di pinggiran Sungai Komering, tanpa penahan air sungai. Sebab itu, badan jalan yang telah dibangun dengan pengwrasan aspal tergerus ke dalam sungai yang membuat jalan retak-retak dan longsor.

Kepala Desa Suka Mulya, Kecamatan Teluk Gelam OKI, Tarzan menjelaskan, runtuhnya jalan penghubung dua desa tersebut disebabkan derasnya Sungai Komering, tanah penopang bergeser. "Jalan sudah rusak dan kini sangat membahayakan pengendara," kata Tarzan.

Diungkapkan Tarzan, jalan ini adalah satu-satunya akses penghubung desa dan kota kecamatan. "Kami berharap jalan ini segera diperbaiki dan diminta ada infrastruktur penahan tekanan sungai," ujarnya.

Sementara Kades Desa Benawa, Munadi juga mengatakan, terkait kondisi ruas jalan memang disebabkan terkikisnya tanah tepian sungai karena disepanjang bantaran sungai belum dibangunnya garis Dam atau penahan arus sungai, ditambah lokasinya tepat pada tikungan sungai.

"Pengguna jalan takut saat melintas dilokasi tersebut karena sangat membahayakan, apalagi saat melintas diwaktu malam hari," ucap Munadi.

"Kita berharap agar Pemerintah terkait dapat segera melakukan perbaikan dan pembangunan penahan tekanan sungai," harap Munadi.

Terpisah Wakil Ketua DPD Jaringan Pendaping Kinerja Pemerintah (JPKP) OKI, M Ali Musa meminta kepada pemerintah agar menjadi perhatian khusus terhadap kerusakan badan jalan yang disebabkan oleh kikisan Sungai Komering. Karena, apabila berlarut-larut akan menyebabkan patal bagi badan jalan dan pengguna jalan

"Adanya informasi terkait jalan nyaris putus ini suatu laporan yang segera ditindaklanjuti," tandas Ali sebelum jalan putus dan sedini mungkin diperbaiki. Sebab banyak dampaknya apabila jalan putus.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita OKI: Nyaris tak Bisa Dilewati, Ruas Jalan Penghubung Dua Desa di OKI Longsor Terkikis Sungai, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/08/berita-oki-nyaris-tak-bisa-dilewati-ruas-jalan-penghubung-dua-desa-di-oki-longsor-terkikis-sungai.
Penulis: Mat Bodok 
Editor: pairat
Jalan Kayuagung Rusak, Kendaraan Berat Waskita Karya Dihadang Warga

Jalan Kayuagung Rusak, Kendaraan Berat Waskita Karya Dihadang Warga

Tiga unit kendaraan angkutan barang milik perusahaan PT Waskita Karya, dihentikan warga Kelurahan Kuta Raya Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Lantaran, pasca warga demo meminta aktivitas kendaraan tak boleh masuk kota sebelum jalan diperbaiki, Sabtu (13/10/2018).

Kendaraan yang dihentikan warga semalam tadi, mengangkut alat berat exsa, dan barang jadi gorong-gorong, serta dum truk.


Namun, setelah ada kesepakatan dan memang sopir yang melintas tidak tahu sama sekali, kalau kendaraan tidak boleh melintas dalam kota.

"Saya sudah lama tak mengantar barang jadi saya tidak tahu kalau ada kesepakatan warga dengan perusahaan PT Waskita Karya Sesi 3," kata Rustam salah satu sopir angkutan barang.

Menurutnya, dirinya menfanyarkan barang tidak ada petunjuk dari Perusahaan dan dirinya mencoba menghubungi penerima barang juga tidak diangkat.

"Saya ini sopir, jadi tolong jangan sentuh badan saya, karena saya juga bekerja dan saya sama sekali tidak tahu kalau persoalan kalau tidak boleh," tegas Rustam meminta kepada warga sekitar.

Terpisah, Manager PT Waskita Karya Zona 3 Ir Ludi Wardani membenarkan, kendaraan yang melintas itu, kendaraan yang bekerjasama perusahaan yang melintas pada malam hari.

"Sopir tidak ada koordinasi kalau mau masuk," ujar Ludi yang bertanggungjawab atas perbaikan jalan sesuai dengan hasil kesepakatan warga dengan perusahaan.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Geram Jalan Rusak, Warga Kayuagung Hadang Kendaraan Berat Waskita Karya, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/13/geram-jalan-rusak-warga-kayuagung-hadang-kendaraan-berat-waskita-karya.
Penulis: Mat Bodok
Editor: Candra Okta Della