Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2018

Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Kedatangan Ratusan Kader PDI Perjuangan

Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Kedatangan Ratusan Kader PDI Perjuangan


MetroPalembang - Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Guru Kader mendampingi para peserta Pendidikan Kader Madya (PKM) PDI Perjuangan Sumsel melakukan kunjungan belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, di Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa (13/11/2018). 

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Guru Kader mengajak ratusan para peserta Pendidikan Kader Madya (PKM) PDI Perjuangan Sumsel melakukan kunjungan belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, di Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa (13/11/2018).

"Kunjungan tersebut sebagai sarana belajar para peserta PKM untuk menganalisa dan mencari jalan keluar persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang terjadi di Ponpes dan Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman.

Hari ini mereka (peserta PKM-red) turun ke lapangan melihat kondisi real di masyarakat, kemudian melakukan evaluasi, ini menjadi bahan analisa mereka," ungkap HM Giri Ramanda N Kiemas.

Giri mengatakan, kunjungan belajar ke Ponpes dan Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman itu sebagai bentuk latihan bagi kader partainya.
Ketika nanti mereka akan turun ke masyarakat, mereka sudah lebih mengetahui secara detil bagaimana membuat analisis sosial yang baik, bagaimana nanti meng-cluster-cluster permasalahan, dan mencari solusi-solusi permasalahan.

Menurut Giri, selama ini.peserta PKM yang sebagian besar calon anggota legislatif (Caleg) itu turun dan bertemu masyarakat. Tetapi kebanyakan tidak menggunakan metode yang sistematis. Melalui PKM, para kader akan belajar sesuatu secara lebih sistematis dalam melakukan pengalangan di masyarakat, dan mencari solusi-solusi bagi masyarakat.

“Tentunya ini akan menolong juga, ketika mereka menjadi anggota legislatif, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan di lapangan," kata Giri.

Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Ar-Rahman H M Sukarman Dewhana mengaku sangat senang dikunjungi kader-kader PDI Perjuangan Sumsel. Pasal, sejak berdiri 2000, baru kali ini partai politik (Parpol) atau anggota dewan di Sumsel mengunjungi mereka. Justru sebelumnya, Anggota DPRD Yogyakarta dan Sulawesi Tengah yang telah melakukan kunjungan.

“Jadi suatu kebagian tersendiri bagi Yayasan Ar-Rahman atas kunjungan kader-kader PDIP ke sini, karena dengan datang ke sini, para kader ini bisa melihat realita lapangan, dari kegiatan ponpes sampai panti rehabilitasi," ujar Sukarman.

Diakuinya, untuk kunjungan kader atau anggota dewan yang masih bertugas, ini baru pertama kali. Justru dari daerah lain yang datang ke sini, Yogya dan Sulteng, tambahnya.

Sukarman berharap, dengan mengunjungi Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, kader PDI Perjuangan termotivasi untuk tidak menggunakan dan memberantas penyalahgunaan Narkoba. Terlebih, saat menjadi anggota dewan, harus menjadi panutan masyarakat untuk tidak memakai Narkoba.

“Kalau anggota dewan sendiri memakai (Narkoba) bagaimana nanti masyarakatnya, lebih parah lagi, kata Sukarman.

Dia juga berharap, anggota dewan dari PDI Perjuangan dapat mengawasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) agar tidak menjadi sarang pengedar Narkoba. Dengan sinergi semua pihak, kata Sukarman, maka jumlah para pengguna ataupun pencandu Narkoba dapat ditekan," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Ratusan Kader PDI Perjuangan Belajar ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/14/ratusan-kader-pdi-perjuangan-belajar-ke-pusat-rehabilitasi-narkoba-ar-rahman.
Penulis: Abdul Hafiz 
Editor: Budi Darmawan

Sabtu, 10 November 2018

Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam Melawan Penjajah Di Kota Palembang

Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam Melawan Penjajah Di Kota Palembang

MetroPalembang - Seperti kita ketahui dari buku -buku literatur sejarah, bahwa Belanda sangat berhasrat untuk menguasai Pulau Jawa dan Sumatera. Kekayaan alam yang ada di kedua pulau tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi bangsa asing. Salah satunya Sumatera Selatan menjadi kebanggaan sekaligus ancaman bagi bangsa asing .

Di Sumatera terkenal dengan perang 5 hari 5 malam, pertempuran ini terjadi dari tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.

Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang merupakan perang tiga matra yang pertama kali kita alami, begitu pula pihak Belanda. Perang tersebut terjadi melibatkan kekuatan darat, laut, dan udara.

Belanda sangat berkepentingan untuk menguasai Palembang secara total karena tinjauan Belanda terhadap Palembang dari aspek politik. ekonomi dan militer. Dalam aspek politik, Belanda berusaha untuk menguasai Palembang karena ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa mereka benar-benar telah menguasai Jawa dan Sumatera.

Ditinjau dari aspek ekonomi berarti jika Kota Palembang dikuasai sepenuhnya maka berarti juga dapat menguasai tempat penyulingan minyak di Plaju dan Sei Gerong. Selain itu, dapat pula perdagangan karet dan hasil bumi lainnya untuk tujuan ekspor.

Sedangkan jika ditinjau dari segi militer, sebenarnya Paskan TRI dan pejuang yang dikonsentrasikan di Kota Palembang merupakan pasukan yang relatif mempunyai persenjataan yang terkuat, jika dibandingkan dengan pasukan-pasukan di luar kota.

Berikut Perjalanan Perang 5 hari 5 malam yang dihimpun Sripoku.com dari berbagai sumber ;

1 januari 1947

Pertempuran pertama terjadi pada hari Rabu 1 Januari 1947

Belanda melancarkan serangan dan tembakan yang terus menerus diarahkan ke lokasi pasukan RI yang ada di sekitar RS Charitas. RS Charitas berada di tempat yang strategis karena berada di atas bukit sehingga menjadi basis pertahanan yang baik bagi Belanda.

Dari RS Charitas terjadi rentetan tembakan disusul oleh ledakan-ledakan dahsyat kearah kedudukan pasukan RI yang bahu-membahu dengan tokoh masyarakat bergerak dari pos di Kebon Duku (24 Ilir-sekarang) mulai dari Jalan Jenderal Sudirman terus melaju kearah Borsumij, Bomyetty Sekanak, BPM, Talang Semut.

2 Januari 1947

Alat altileri berat yang berada di dalam benteng kuto besak tahun 1947 Foto : Kitlv (http://www.palembangdalamsketsa.com/)

Diperkuat dengan Panser dan Tank Canggih Belanda bermaksud menyerbu dan menduduki markas Tentara Indonesia di Masjid Agung Palembang. Pasukan Batalyon Geni dibantu oleh Tokoh Masyarakat bahu membahu memperkuat barisan mengobarkan semangat jihad yang akhirnya dapat berhasil mempertahankan Masjid Agung dari serangan sporadis Belanda.

Pasukan bantuan Belanda dari Talang Betutu gagal menuju Masjid Agung karena disergap oleh pasukan Lettu Wahid Luddien sedangkan pada hari kedua Lettu Soerodjo tewas ketika menyerbu Javache Bank.

Di Seberang Ulu Lettu Raden M menyerbu kedudukan strategis belanda di Bagus Kuning dan berhasil mendudukinya untuk sementara. Bertepatan dengan masuknya pasukan bantuan kita dari Resimen XVII Prabumulih.

3 Januari 1947

inilah perjalan perang 5 hari 5 malam di palembang (laskarwongkito.com/ wordpress.com)

Pertempuran yang semakin sengit kembali memakan korban perwira penting Lettu Ahmad Rivai yang tewas terkena meriam kapal perang belanda di Sungai Seruju. Keberhasilan gemilang diraih oleh Batalyon Geni pimpinan Letda Ali Usman yang sukses menghancurkan Tiga Regu Kaveleri Gajah Merah Belanda. Meskipun Letda Ali Usman terluka parah pada lengan.

Pasukan lini dua yang bergerak di lokasi keramat Candi Walang (24 Ilir) menjaga posisi untuk menghindari terlalu mudah bagi belanda memborbardir posisi mereka. Sedangkan pasukan Ki.III/34 di 4 Ulu berhasil menenggelamkan satu kapal belanda yang sarat dengan mesiu. Akibatnya pesawat-pesawat mustang belanda mengamuk dan menghantam selama 2 jam tanpa henti posisi pasukan ini.

Pada saat ini pasukan bantuan kita dari Lampung, Lahat dan Baturaja tiba di Kertapati, namun kesulitan memasuki zona sentral pertempuran di areal masjid agung dan sekitar akibat dikuasainya Sungai Musi oleh Pasukan Angkatan Laut Belanda.

4 Januari 1947

Belanda mengalami masalah amunisi dan logistik akibat pengepungan hebat dari segala penjuru oleh tentara dan rakyat, sedangkan tentara kita mendapat bantuan dari tokoh masyarakat dan pemuka adat yang mengerahkan pengikutnya untuk membuka dapur umum dan lokasi persembunyian serta perawatan umum.

Pasukan Mayor Nawawi yang mendarat di Keramasan terus melaju ke pusat kota melalui jalan Demang Lebar Daun. Bantuan dari pasukan ke Masjid Agung terhadang di Simpang empat BPM, Sekanak, dan Kantor Keresidenan oleh pasukan Belanda sehingga bantuan belum bisa langsung menuju ke wilayah Charitas dan sekitarnya.

5 Januari 1947

Pada hari ke lima, panser Belanda serentak bergerak maju ke arah Pasar Cinde namun belum berani maju karena perlawanan sengit dari Pasukan Mobrig, pimpinan Inspektur Wagiman dibantu oleh Batalyon Geni. Sedangkan pasukan Belanda di jalan Merdeka mulai Sekanak tetap tertahan tidak mampu mendekati Masjid Agung.

Akibat kesulitan tentara Belanda di bidang logistik dan kesulitan yang lebih besar pada pihak pejuang pada bidang amunisi akhirnya dibuat kesepakatan untuk mengadakan gencatan senjata (cease fire) antara kedua belah pihak, dimana TRI/Lasykar harus kelur dari Kota Palembang sejauh 20 Kilometer kecuali Pemerintah Sipil RI dan ALRI masih tetap berada di dalam kota. Sedangkan pos-pos Belanda hanya boleh sejauh 14 Km dari pusat kota. Jalan raya di dalam kota dijaga pasukan Belanda dengan rentang wilayah 3 Km ke kiri dan kanan jalan. Hasil perundingan ini selanjutnya segera disampaikan ke markas besar TRI di Yogyakarta.

sumber ; Dimjati, M. (1951). Sedjarah Perdjuangan Indonesia, Djakarta: Widjaja

Nugroho Notosusanto. Marwatidjoened Poesponegoro (1987). Sejarah Indonesia V Balai Pustaka

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Selama 5 hari Inilah Sejarah Pertempuran 5 hari 5 malam Di Palembang, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/10/selama-5-hari-inilah-sejarah-pertempuran-5-hari-5-malam-di-palembang?page=all.
Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Aksi Vandalisme Warnai Keindahan Wisata Taman Kota Palembang

Aksi Vandalisme Warnai Keindahan Wisata Taman Kota Palembang


MetroPalembang - Kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama masyarakat dalam menjaga, memperindah serta membuat kenyamanan kota Pempek ini nampak ternoda dengan aksi Vandalisme.

Vandalisme menurut kamus besar Bahasa Indonesia yaitu perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya).

Pantauan Sripoku.com, Jumat (9/11/2018), keindahan salah satu lokasi wisata Kambang Iwak (KI) di Kota Palembang nampak rusak oleh perbuatan para oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Dulu gak ada coret-coretan seperti ini, tapi sekarang ada, bahkan cukup banyak. Padahal sayang kalau tidak dijaga keindahannya, semakin lama pasti bisa semakin rusak keindahannya," ujar Apriyan yang merupakan salah satu pengunjung lokasi wisata Kambang Iwak Palembang.

Hal sama diutarakan Imam salah satu komunitas yang biasa beraktifitas di kawasan Kambang Iwak Palembang . Menurutnya, aksi para oknum tersebut dilakukan pada malam hari di saat kondisi tidak terpantau serta dalam keadaan sepi.

"Kalau siang pasti gak mungkin berani mas, lagian kan ada Sat Pol PP-nya disini, pasti mereka selalu patroli, tapi gak tahu kalau malam," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Keindahan Wisata Kota Palembang Diwarnai Aksi Vandalisme, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/09/keindahan-wisata-kota-palembang-diwarnai-aksi-vandalisme.
Penulis: Reigan Riangga 
Editor: Tarso
Duta, Perkenalkan Kopi Lokal Di Festival Kopi Griya Agung Palembang

Duta, Perkenalkan Kopi Lokal Di Festival Kopi Griya Agung Palembang


Kopi saat ini sudah menjadi kebutuhan dan dapat diterima oleh semua kalangan, baik remaja, dan orang dewasa.

Kopi terdiri dari ragam jenis tergantung, wilayah penghasil kopinya. Seperti Sumatera Selatan sendiri memiliki daerah penghasil biji kopi dari ragam jenis seperti semendo.

Hal inilah yang ingin disampaikan sebagai pesan kepada khalayak umum oleh pecinta kopi dalam acara Festival Kopi Indonesia yang akan berlangsung pada Sabtu 10 November mendatang di Griya Agung Palembang.

Menurut Panitia acara, Duta, Kopi asal Sumsel yang akan dikenalkan pada acara tersebut ada 8 jenis. Keseluruhan kopi tersebut dapat dibuat dalam varian menu berbeda tergantung selera penikmat Kopi.

"Acara ini sendiri merupakan atensi dari teman-teman Komunitas Kopi yang ada di Sumsel untuk menjaga eksistensi dari kopi lokal. Selain itu kopi juga dapat menyatukan seluruh penggiat penikmat dan pengrajin kopi Sumatra Selatan dan mengedukasikan masyarakat terhadap kopi lokal Sumsel," ungkapnya kepada Sripo, Jumat (9/11).

Kegiatan Festival Kopi Indonesia merupakan event yang baru pertama dilakukan di Palembang. Menurutnya, selama ini banyak pegiat dan penikmat kopi.

Tapi event kali ini memang khusus hadir untuk mengedukasi masyarakat.

"Akan ada acaranya banyak. Mulai dari coffee talk hingga bazar kopi," ujarnya.

Acara kumpul-kumpul tersebut nantinya akan dihadiri oleh komunitas-komunitas Kopi yang ada di Kota Palembang.

"Kami mengajak komunitas kopi yang ada untuk berpartisipasi, dan bagi masyarakat yang mau hadir sangat ditunggu kehadirannya," ujarnya. 

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Kenalkan 8 Jenis Kopi Khas Sumsel di Festival Kopi, Catat Tempat & Tanggalnya, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/09/kenalkan-8-jenis-kopi-khas-sumsel-di-festival-kopi-catat-tempat-tanggalnya.
Penulis: Rangga Erfizal 
Editor: Siti Olisa

Jumat, 09 November 2018

Apes Karena di Operasi Zebra, Surat-surat Kendaraan Lengkap Namun Bawa Senjata Api

Apes Karena di Operasi Zebra, Surat-surat Kendaraan Lengkap Namun Bawa Senjata Api


METROPALEMBANG.com - RW (51 tahun), warga Jalan Hamzah Kuncit Lorong Pelda Sopian Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Kertapati ini harus diamankan polisi.

Pria ini kedapatan membawa senjata tajam dan senjata api saat Polresta Palembang menggelar operasi zebra di Jalan KH Wahid Hasyim 1 Ulu Darat dekat PT Ali Kertapati, Kamis (8/11/2018).

Berdasarkan informasi, penangkapan berawal saat petugas melakukan razia di lokasi pada pukul 09.00.Polisi mulanya memeriksa kelengkapan kendaraan dan surat penting lainnya sebagaimana mestinya. Brigadir Marlendo mengatakan, RW putar balik arah saat mengetahui saat sedang razia.

"Seperti biasa kita melakukan kegiatan operasi Zebra tepatnya didepan PT Ali ada seseorang pengendara memutarkan sepeda motor dan dilakukan pengejaran," ujarnya.

"Saat kita dapatkan dan amankan, RW ini sempat marah-marah, saat kami minta keluarkan surat kendaraan semuanya lengkap," tambahnya.

Marlendo menjelaskan jika ia masih curiga karena RW tanpak gugup dan memutuskan untuk membuka tasnya dan didapati senjata tajam.

Semuanya lengkap tapi RW terlihat ketakutan. Polisi lalu membongkar isi tasnya, kemudian didapati sebilah pisau lipat. Saat diperiksa pinggangnya didapati senjata api rakitan jenis airsoftgun dan 5 peluru, satu diantaranya adalah peluru tajam.

"Kalau berdasarkan pengakuan dari RW ia membawa senjata untuk menjaga diri, namun hingga saat ink sudah kita serahkan ke reskrim Polresta Palembang," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Operasi Zebra-Pria di Palembang Ini Gugup Padahal Surat-surat Lengkap, Ternyata Simpan Senjata Api, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/08/operasi-zebra-pria-di-palembang-ini-gugup-padahal-surat-surat-lengkap-ternyata-simpan-senjata-api.
Penulis: Tiara Anggraini 
Editor: Wawan Perdana
Larangan Angkut Batubara Di Jalan Umum, Pemprov Tawarkan 2 Opsi Kebijakan

Larangan Angkut Batubara Di Jalan Umum, Pemprov Tawarkan 2 Opsi Kebijakan


Sekretaris daerah (Sekda) provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar mengatakan, diberlakukanya peraturan gubernur (Pergub) nomor 74 tentang pengaturan angkutan batubara. Maka pihak pemprov Sumsel sedang mencarikan solusi-solusinya.

"Saya kesini meninjau langsung jalur khusus yang bisa digunakan untuk angkutan batubara, ini melihat langsung kondisi jalan dari Prabumulih-Lahat," ujarnya saat meninjau jalur khusus batubara, Kamis (8/11/2018).

Nasrun menambahkan, ia telah memantau jalan tersebut selama dua tahun. Menurut Nasrun, peningkatannya cukup banyak dan berdasarkan info CEO PT Titan Infra Energy, mereka siap.

"Win-win solution, harus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, tetapi juga tidak mematikan usaha batubara. Untuk itu kita ada dua kebijakan yaitu kebijakan jangka pendek dan jangka panjang," katanya

Untuk kebijakan jangka pendek, yaitu menggunakan jalan Servo, karena untuk saat ini baru jalan tersebut yang ada.

Saat truk melintas di Jalur Servo. PT Servo bisa menampung beban 15 juta ton per tahun, artinya dengan total yang memakai jalan umum 5 juta ton per tahun masih tertampung. Bahkan sisanya 10 Juta ton per tahun bisa dipakai pihak Servo.

Sedangkan untuk jangka panjangnya ini sedang dipersiapkan jalur khusus lainnya. Jalannya itu dari Simpang DPRD Prabumulih - Tugu Nanas - Crosing dan munculnya di Patra Tani. Dengan ini diharapakan bisa menjadi solusi.

Kalau saat ini baru tinjauan awal mungkin kedepanya akan ada pengembangan.

"Nanti dua minggu kedepan akan kita evaluasi dan monitoring. Jika kedepanya setelah dievaluasi ada kebijakan yang harus direvisi maka akan dilakukan revisi, jadi kita lihat nanti kedepannya," ungkapnya.

Sementara itu Direktur PT Servo Lintas Raya, Anton Kristiadi mengatakan, panjang Jalan PT Servo Lintas Raya adalah 113 km di mulai dari km 113 Desa Banjarsari – Kabupaten Lahat. Hingga pelabuhan di km 0 di Desa Perambatan –Kabupaten Pali. Dengan lebar jalan rata-rata adalah 15 meter.

"Untuk kondisi jalan angkut batubara adalah jalan yang sudah dilakukan pengerasan dengan menggunakan batuan dan sudah distabilisasi dengan soil cement," ungkap dia

"Jalan ini dapat dilewati baik pada musim panas dan musim penghujan (all weather road). Jalan hauling ini dapat dilewati oleh Dump Truck dengan kapasitas 30 ton - 120 ton," jelasnya.

Sedangkan untuk perusahaan lain yang akan melintasi jalan Servo ini tergantung kontrak kerja antara perusahaan-perusahaan yang akan menggunakan jalan angkut tersebut dengan PT Servo Lintas Raya. Begitu kontrak kerja telah disepakati maka kegiatan pengangkutan bisa segera dimulai.

"Untuk pembongkaran batubara milik perusahaan-perusahaan tersebut akan di bongkar di Stockpile di km 107 dan atau Km 113. Di km 107 batubara milik perusahaan-perusahaan tersebut," jelasnya.

"Lalu akan kita giling (crushing) dan kemudian PT Servo Lintas Raya yang akan melakukan pengangkutan ke pelabuhan," katanya.

Terkait jadwal pengangkutan akan disesuaikan dengan jadwal kedatangan tongkang milik perusahaan-perusahaan tersebut.

Sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan pihak PT Servo Lintas Raya, sehingga perputaran batubara di pelabuhan tetap lancar dan tidak akan ada penumpukan.

Sedangkan saat pantauan di jalanan dari Prabumulih, hingga Muara Enim terpantau lancar dan tak terlihat truk-truk angkutan batubara.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pemprov Sumsel Berikan Dua Opsi Kebijakan, Terkait Larangan Angkut Batubara di Jalan Umum, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/08/pemprov-sumsel-berikan-dua-opsi-kebijakan-terkait-larangan-angkut-batubara-di-jalan-umum?page=all.
Penulis: Linda Trisnawati 
Editor: Siemen Martin
Sejarah Kampung Kapitan, Asal Mula Nama Kota Palembang dan Logan Po Lin Fong

Sejarah Kampung Kapitan, Asal Mula Nama Kota Palembang dan Logan Po Lin Fong


METROPALEMBANG.com - Nama Palembang dikenal sejak sebuah kronik Cina Chu-fan-chi, karya Con-ju-han (1255), menyebut Pa-lin-fong.

Selanjutnya kronik lain tulisan Wang Tu-huan yang berjudul Toa-I Chi lio (1349-1350) menyebutkan Po-lin-fong untuk Palembang. Selanjutnya Ma Huan dalam catatan perjalanannya Ying-Ysi Shueng Lan tahun 1416 menuliskan tentang nama Po-lin-pang.

Selain dari sumber-sumber sejarah, nama Palembang, konon menurut penduduk setempat, berasal dari bahasa Jawa “Limbang” yang mempunyai arti membersihkan logam atau benda-benda lain.

Adapun “Pa” adalah kata depan yang juga berasal dari bahasa Jawa jika mereka hendak menyebut suatu tempat. Contohnya, bila seseorang menyebut “pa-ka-pu-ran”, artinya adalah tempat pembakaran kapur.

Sumber lokal lainnya menyatakan nama Palembang diambil dari pengertian tempat mencuci emas dan biji timah di sekitar Muara Ogan, Kertapati.

Karena sebagian mata pencaharian penduduk awal “melimbang”, lama kelamaan muncullah kata “Palembang” sebagai nama tempat.

Sebetulnya ada juga yang menduga nama kota Palembang berasal dari kata “Lembeng” yang bermakna genangan air dan kemudian ditambah awalan “Pa” sebagai kata petunjuk tempat.

Sehingga nama Palem bang berarti kota yang selalu tergenang air atau terletak di Lembeng. Hal ini tentunya dikaitkan dengan kenyataan Palembang memang berada di daerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang-surut air Sungai Musi.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Asal Usul Nama Palembang dan Sebutan Logat Po Lin Fong, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/08/asal-usul-nama-palembang.
Penulis: Erwanto 
Editor: Erwanto

Kamis, 08 November 2018

Banyak Sampah Di Pinggiran Jalan Ke Arah Danau OPI Palembang

Banyak Sampah Di Pinggiran Jalan Ke Arah Danau OPI Palembang


Wisata keluarga di Kota Palembang, yakni Danau OPI Jakabaring nampaknya belum dikelola dengan baik hingga saat ini.

Dalam pantauan Detik Sumsel, nampak tumpukan sisa sampah dari warga sekitar, seperti sabut kelapa serta karung bekas terlihat menyatu dengan tanah sehingga tidak elok untuk dipandang mata. Selain itu, tidak adanya tempat pembuangan sampah diduga salah satu alasan yang menyebabkan sampah tersebut penuhi Jalan.

“Tumpukan sampah disini memang sudah lama ada pak, meskipun menimbulkan bau tidak sedap, tapi warga tetap membuang di tempat tersebut karena letak TPS yang cukup jauh,” ungkap Chiko salah satu warga sekitar Danau OPI, Senin (08/10).

Dirinya juga mengatakan, mesti adanya petugas sampah yang membersihkan, namum minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuag sampah sembarangan membuat sampah-sampah tersebut masih terus ada.

“Disini, kami ingin Pemerintah peka dengan keadaan ini pak dan mencarikan solusi agar tak terulang, keadaan ini sudah cukup menggangu terutama aromanya, lantaran sampahnya juga kerap melebar hingga ke jalan, ditambah aroma yang tidak sedap,” kata Chiko.

Sementara itu, Sekretaris Camat Jakabaring, Sapta Marus menjelaskan, bahwa wilayah Kecamatan Jakabaring saat ini sudah memiliki beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ditempatkan pada setiap kelurahan.

Sementara, untuk TPS yang berada di Danau OPI, pihaknya menyediakan satu TPS dipinggiran aliran Sungai Musi.

“Kita juga sudah mengimbau tiap RT serta lurah agar memberitahukan warga sekitar jangan ada yang membuang sampah rumah tangga sembarangan dan buanglah ke TPS sudah disediakan,” tegasnya.

Selain itu, tambah Sapta, armada angkutan sampah seperti truk kuning Dinas Kebersihan serta kendaraan kaisar telah diperbantukan untuk mengangkut sampah yang kerap kali terlihat di Jalan OPI.

“Dibawah naungan Kecamatan Jakabaring, ada 5 kelurahan dan setiap kelurahan sudah ditempatkan 1 kaisar. Sehari Kecamatan Jakabaring bisa mengangkut 10-12 ton sampah untuk dibawa ke TPA,” tungkasnya. (Wira)

Sumber: https://www.detiksumsel.com/aroma-tidak-sedap-iringi-keindahan-menuju-danau-opi-palembang/
Hasil Seminar nasional bersama Hafisz Tohir dan kepala OJK Regional Sumsel

Hasil Seminar nasional bersama Hafisz Tohir dan kepala OJK Regional Sumsel


MTROPALEMBANG.com - Transparansi keuangan dan akuntabilitas harus dimiliki oleh suatu perusahaan agar outsourcing lebih sejahterah. Pasalnya, secara keuangan karyawan outsourcing belum memiliki penghasilan yang memadai, oleh karena itu harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hafisz Tohir saat memberikan sambutan dalam seminar nasional bersama Hafisz Tohir dan kepala OJK Regional Sumsel di Hotel Raden, Minggu (04/10).

“Negara belum dapat mensejahterakan rakyat karena keuangan negara defisit, karena uang yang masuk dan keluar tidak seimbang, oleh karena itu karayawan outsourcing harus dilindungi keselamatan kerja dan kesehatan, paling tidak mendapatkan BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan yang diatur dalam UUD,” kata Hafisz.

Politisi PAN ini menerangkan, potensi angkatan kerja yang dimiliki oleh kabupaten Banyuasin sangat potensial, oleh karena itu untuk menmapung SDM yang ada pihaknya mendorong pemerintah maupun pengusaha untuk membuka lapangan kerja.

“Padat karya paling besar untuk dibuka di Banyuasin, agar ada kesempatan kerja, yang penting jangan membuka lapangan kerja yang mengiurkan keuntungan sesaat namun akhirnya bangkrut, bagimana bisnis yang benar dan pengelolaan keuangan yang baik ini terus diberikan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dari sisi pemerintah, pengelolaan keuangan dan laporan di Desa sudah sangat baik itu dari sisi pemerintahan, namun dari sisi swasta juga diperhatikan. “Ini dapat dilakukan oleh lembaga Kadin sehingga dapat memberikan gambaran dalam pengelolaan oleh swasta,” ungkapnya.

Direktur Tiga Semesta Alama (TSA), Tismon Sugiarto mengatakan, meski baru satu tahun berjalan, namun TSA sudah banyak berkontribusi untuk beberapa perusahaan mengingat permintaan tenaga outsourcing sangat tinggi dan TSA satu-satunya yang ada di Sumsel

“Kami telah mengirimkan karyawan outsourcing untuk dibeberapa perusahaan. Kedepan diharapkan akan semakin tinggi perusahaan yang akan bekerjasama denganTSA, dan yang hadir pada seminar ini bukan hanya dari karyawan TSA namun juga ada dari perusahaan lain,” kata Tismon.

Sementara itu, Direktur pengawasan OJK Sumsel, Sabil lebih menyoroti soal investasi bodong karena investasi bodong targetnya dari semua kalangan bukan hanya orang muda maupun tua. “Harus hati-hati menggunakan medsos, karena disitu banyak sekali investasi-investasi yang bodong,” ujarnya.

Dijelaskannya, marketing investasi bodong banyak melibatkan banyak orang atau berantai sehingga mereka bekerjasama dengan melibatkan banyak orang. “Seperti kasus Abu tour and travel yang banyak melibatkan, mereka memiliki member, kemudian memberikan bonus yang sangat mengiurkan,” tuturnya.

Selanjutnya untuk menarik konsumen, mereka menggunakan publik figur seperti kepala daerah dan artis, sehingga semakin memberikan kepercayaan kepada lembaga tersebut untuk meraih simpati konsumen. “Oleh karena itu masyarakat harus melakukan penelitian, manfaat dan resiko dan apakah lembaga tersebut resmi atau tidak,” tukasnya. (Ril)

sumber: https://www.detiksumsel.com/karyawan-outsourcing-harus-sejahterah/
Herman Deru Tandatangani Kenaikan UMP Sumatera Selatan Sebesar 208 Ribu Pada Januari 2019

Herman Deru Tandatangani Kenaikan UMP Sumatera Selatan Sebesar 208 Ribu Pada Januari 2019

METROPALEMBANG.com - Pemprov Sumatera Selatan telah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar Rp 2,8 juta. Jumlah ini naik Rp 208 ribu dari sebelumnya Rp 2,6 juta.

"Semalam UMP sudah ditetapkan dari Rp 2,6 juta menjadi Rp 2,840.453. Artinya ini ada kenaikan Rp 208.000, 8,03% di tahun 2018," kata Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar di kantor Gubernur, Selasa (6/11/2018).

Kenaikan UMP Rp 208 ribu sendiri, lanjut Nasrun, telah mendapatkan kesepakatan dari seluruh pihak. Termasuk pengusaha yang ada di Sumatera Selatan sebelum nantinya kenaikan diberlakukan Januari 2019.

"Semua sudah kami bicarakan dan telah sepakat, mulai berlaku awal tahun 2019," kata Nasrun.

Secara terpisah, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan, Koimuddin mengatakan penetapan UMP dilakukan dengan banyak pertimbangan. Salah satunya terkait standar kebutuhan hidup layak masyarakat. 

"Tentu kenaikan ini sudah sesuai dengan kebutuhan hidup layak Sumatera Selatan sendiri. Artinya dari penetapan ini maka perusahaan sudah harus menerapkan di Januari 2019 mendatang," katanya.

Penetapan UMP sendiri tertuang dalam Pergub Sumsel Nomor 640 Tahun 2018 tentang Penetapan UMP Sumsel tahun 2019. Pergub berlaku untuk karyawan di perusahaan swasta, BUMN dan BUMD.

"UMP ditandatangani oleh Pak Gubernur 1 November 2018. Selanjutnya kita akan sosialisasikan ini pada perusahaan supaya dapat diberlakukan di tahun mendatang," tutup Koimuddin.

sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4290091/ump-sumsel-naik-rp-208-ribu-di-2019

Rabu, 07 November 2018

Husni Thamrin: Kita Urus Agar Masyarakat Bisa Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis

Husni Thamrin: Kita Urus Agar Masyarakat Bisa Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis

METROPALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) sudah dua tahun terakhir menghentikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat kurang mampu, rencanannya bantuan hukum gratis akan kembali di hidupkan.

Pemprov Sumsel menyediakan layanan bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin di Provinsi Sumsel. Penyediaan layanan tersebut sebagai wujud kepedulian Pemprov Sumsel terhadap masyarakat miskin yang harus berurusan dengan hukum.

“ Dulu sudah pernah kita anggarkan tapi tidak pernah dilaksanakan karena masalah payung hukumnya, padahal payung hukumnya sudah kuat karena ada aturan hukumnya dari kementriannya, mau kita urus agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan hukum gratis itu,” Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel H Husni Thamrin ketika ditemui di DPRD Sumsel, Selasa (6/11).

Dulu bantuan hukum gratis ini pernah di laksanakan Pemprov Sumsel dan bermanfaat bagi masyarakat Sumsel terutama dari masyarakat kurang mampu dengan mendapatkan pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang.

“ Masyarakat kita butuh bantuan hukum mungkin daerah lain enggak perlu,” katanya.

Apalagi di daerah lain program bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu berjalan dengan baik dan tidak masalah tekait payung hukum.#osk

sumber http://beritapagi.co.id/2018/11/06/bantuan-hukum-gratis-bakal-di-hidupkan-kembali.html

Selasa, 06 November 2018

Renovasi Pasar Cinde Tak Kunjung Selesai, 30 Persen Pedagang Gulung Tikar

Renovasi Pasar Cinde Tak Kunjung Selesai, 30 Persen Pedagang Gulung Tikar


Pembangunan pasar Cinde yang tak kunjung selesai membuat beberapa pedagang di sana merugi sampai 90 persen. Ini diakui oleh Andres, salah satu pedagang toko mas di pasar Cinde. Andres mengatakan, sejak direnovasinya pasar, dia mengaku mengalami kerugian hingga 90 persen.

"Lah makan modal mbak. Penurunan lah sampai 90 persen alias rugi. Dak cuma di toko ini bae banyak pedagang lain yang gulung tikar alias tutup kareno rugi."

"Ada sekitar 30 persen pedagang yang tutup," ujarnya dengan bahasa Palembang, saat dibincangi Tribun, Senin (5/11/2018).

Dia juga mengatakan ada sekitar 700 petak atau pedagang yang ada di Cinde dan 30 persen dari jumlah pedagang tersebut gulung tikar karena merugi akibat perbaikan pasar ini. Dari 30 persen pedagang yang rugi ini kebanyakan pedagang sayur dan pemilik bordir. Dan terkait merugi, Andres saat ini lebih mengharapkan pelanggan lama.

"Ya ini sebabnya karena pasar dak punyo lahan parkir lagi, jadi mungkin bae pembeli males mampir ke pasar olehnyo katek tempat parkir."

"Kami jugo cuma bisa berharap dari pelanggan lama juga. Selain itu pasar Cinde ini semerawut, pedagang sayur deket pedagang sepatu dan lainnya itu kan semerawut," katanya.

Ini memang terbukti lapak pedagang saat ini semerawut, pedagang buah berdekatan dengan pedagang kue dan lainnya. Dan karena hal Ini dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera diselesaikan proyek pasar Cinde ini.

"Kalau cepat selesai kan para pedagang bisa cepat pindah, cepat disusun lagi dak semerawut cak sekarang," tambahnya.

Sementara itu, dia mengatakan untuk sewa lapak saat ini Rp 5 ribu per petak, Pedagang juga harus membayar keamanan dan kebersihan masing-masing Rp 5 ribu. Jadi setiap harinya pedagang harus menyiapkan uang Rp 15 ribu bagi yang menyewa lapak.

Tak hanya Andres yang merasa merugi tetapi pedagang lainnya yang juga pemilik lapak Agung Bordir, yakni Agung.

Agung mengatakan perbandingan keuntungan saat dulu sebelum pasar Cinde dibongkar, dirinya banyak mendapat keuntungan.

Namun saat ini penjualannya turun hingga 20-30 persen. "Jelas bae turun mbak, apolagi sekarnag lapak sepi dan ngandelke pelanggan lamo kami inilah," ujarnya terlihat sedang melayani pelanggannya. 

Masih Progres Pilling

Di tempat berbeda, pasar Cinde yang merupakan pasar tradisional di tengah Kota Palembang akan segera disulap menjadi pasar modern dengan sebutan Aldiron Plaza Cinde.

Dikatakan oleh Kepala Cabang PT Magna Beatum Palembang, Raimar mengatakan untuk saat ini proses pembangunan Aldiron Plaza Cinde masih diprogres pilling.

Setelah dibongkar kondisi tanah di kawasan pasar Cinde lunak, sehingga alat berat yang digunakan sulit masuk.

Untuk itu dilakukan pilling dengan cara menimbun dengan tanah agar keras. Setelah itu lanjut kepemasangan tiang pancang.

"Untuk tiang pancang sendiri akam dibuat 800 titik dan saat ini sudah dikerjakan 25 titik. Kami menargetkan untuk topping off atau pengecoran akhir lantai paling atas (total 14 lantai) akan selesai pada Oktober 2019," ujarnya, Senin (5/10).

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pembangunan Pasar Cinde Belum Selesai, Pedagang Merugi, 30 Persen Diantaranya Gulung Tikar, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/05/pembangunan-pasar-cinde-belum-selesai-pedagang-merugi-30-persen-diantaranya-gulung-tikar?page=all.
Penulis: Melisa Wulandari 
Editor: Wawan Perdana
Venue Dirusak Hujan dan Angin Kencang, Pusri Kirimkan Crane 50 Ton KE Jakabaring Sport Center

Venue Dirusak Hujan dan Angin Kencang, Pusri Kirimkan Crane 50 Ton KE Jakabaring Sport Center


Hujan disertai angin kencang beberapa waktu lalu, memberikan dampak pada rusaknya sejumlah bangunan venue olahraga di Jakabaring Sport City, Palembang. Beberapa venue yang terlihat dampaknya secara langsung adalah panjat tebing, ski air, atletik dan tenis serta beberapa fasilitas umum dan pepohonan.

Menindaklanjuti rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel sebagai Ketua Tim Satgas Pemulihan JSC, Pusri memberikan bantuan berupa operasional crane untuk mengangkat tiang dan pepohonan besar yang roboh akibat hujan lebat disertai dengan angin kencang.

Crane jenis Tadano memiliki berkapasitas maksimum 50 ton merupakan milik Pusri yang biasa digunakan untuk operasional maintenance pabrik. “Crane didatangkan dari pabrik Pusri, sampai di venue atletik Kamis (01/11) sekitar pukul 23.00 WIB, mulai digunakan keesokan harinya” Ujar Manajer Humas Pusri Hernawan L Sjamsuddin, Senin (5/11/2018)

Lanjut Hernawan, Hingga Minggu (4/11) seluruh tiang lampu yang roboh telah berhasil di angkat selanjutnya perbaikan dapat segera di lakukan oleh Tim Pemulihan JSC. “Crane nya kembali malam ini karena akan digunakan untuk operasional di Pabrik.” ujar Hernawan.

Khusus untuk venue panjat tebing, kerusakan terlihat ada di bagian atap dinding tebing dan beberapa atap bangunan pendukung lainnya seperti kantor official, ruang atlit dan beberapa sarana pendukung lainnya. Mengenai teknis perbaikan venue panjat tebing Pusri akan berkoordinasi dengan LPDUK nanti.

Sejalan dengan arahan Gubernur Sumsel Herman Deru bahwa perbaikan JSC ditargetkan dapat rampung selama dua bulan. “Saya harap awal tahun 2019 semua sudah berfungsi normal karena banyak event kejuaraan olahraga akan diselenggarakan di JSC nanti.” Ujar Herman Deru saat membentuk tim satgas pemulihan di Griya Agung.(cr26)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Dampak Rusaknya Sejumlah Venue , Pusri Kirim Crane Berdaya Angkut 50 Ton Bersihkan Tiang JSC, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/06/dampak-rusaknya-sejumlah-venue-pusri-kirim-crane-berdaya-angkut-50-ton-bersihkan-tiang-jsc.
Penulis: Rahmaliyah 
Editor: Budi Darmawan
Bilik Suara Pilpres dan Pileg 2019 Sudah Ready Di Palembang

Bilik Suara Pilpres dan Pileg 2019 Sudah Ready Di Palembang


METROPALEMBANG - Sebagian bilik suara untuk Pileg dan Pilpres 2019 telah tiba di Gudang KPU Palembang di Komplek Poligon, Sabtu (3/11/2018).

"Bilik suara sebanyak 10.240 pcs dari PT Cipta Multi Buana Perkasa sudah tiba dan sekarang ada di gudang kita yang di Poligon.

Sisanya dalam waktu singkat. Disimpannya di gudang poligon, karena tidak muat jika ditarok di kantor KPU Palembang Kamboja," ungkap Komisioner Divisi Keuangan, Umum dan Logistik KPU PalembangRudiyanto Pangaribuan, Senin (5/11/2018).

Menurut Rudi, peruntukan bilik di TPS dibutuhkan 4.751 TPS dikali 3. Sedangkan kotak suara dibutuhkan 4751 TPS dikali 5. Ditambah di tingkat PPS 107 dikali 5. Kemudian di tingkat PPK 18 dikali 5. Di tingkat KPU Kota 5 kotak.

"Sedangkan Kotak dan Bilik Suara yang lama terbuat dari aluminium belum bisa dilelang karena belum dapat rekomendasi dan persetujuan dari ANRI Arsip Nasional Republik Indonesia) dan KPU RI," jelas Rudi.

Bilik pemungutan suara yang baru ini terbuat bahan plastik sheet/plastik papan (board/karton). Sedangkan kotak suara terbuat dari bahan karton kedap air yang pada satu sisinya kedap suara.

"Untuk kotak dan bilik suara akan dirangkai langsung di TPS nantinya. KPU Palembang juga biasa melakukan pengadaan alat kelengkapan TPS seperti pena, tinta, ID Card. Sedangkan surat suara diperkitakan akan tiba pada bulan Februari 2019," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Bilik Suara Pileg-Pilpres Tiba di Palembang, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/06/bilik-suara-pileg-pilpres-tiba-di-palembang.
Penulis: Abdul Hafiz 
Editor: Budi Darmawan

Senin, 05 November 2018

Tak Hanya Kano Kayak dan Rowing, Cabor Canoe Slalom Juga Diperkenalkan JSC

Tak Hanya Kano Kayak dan Rowing, Cabor Canoe Slalom Juga Diperkenalkan JSC


METROPALEMBANG - Sebanyak 343 atlet Rowing (Dayung), Kano/Kayak mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Olahraga Dayung Canoe dan Rowing 2018 di Venue Dayung Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Minggu (4/11/2018). Para atlet tersebut berasal dari 20 provinsi yang ada di Indonesia.

Kejuaraan tersebut rencananya akan digelar dari 4 – 6 November, untuk cabang olahraga (cabor) Kayak dan Kano. Sedangkan untuk cabor Rowing, akan digelar pada 8 - 10 November mendatang.

Sementara itu, selain ketiga cabor tersebut juga akan digelar Kano Slalom yang akan dihelat pada 6 November. Cabor tersebut tergolong baru meskipun di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua mendatang, cabor tersebut akan dihelat perdana.

“Jadi kita mengadakan di sini untuk persiapan ke PON 2020 nanti. Sebab tidak lagi dalam bentuk eksebisi/perkenalan, tapi sudah masuk cabor resmi,” ujar Sekretaris Panitia Pelaksana Eva Ruliningtiyas Minggu (4/11/2018).

Ia menjelaskan, Canoe Slalom sudah diselenggarakan di Asian Games 2018 Agustus lalu. Sama seperti Canoe pada umumnya, namun para atletnya akan berjibaku dengan arus agar bisa mencapai garis finish.

“Kalau dalam penyelenggaraan kali ini, kita tidak pakai arus. Tapi, jalurnya yang akan dilewati meliuk-liuk seperti mobil,” ungkapnya.

Eva menambahkan, kejuaraan ini memanfaatkan peninggalan peralatan yang ada di Venue tersebut. Sebab, baru terhitung beberapa bulan pelaksanaan Asian Games 2018 lalu bergulir di venue berstandar internasional tersebut.

“Apalagi, venue ini termasuk representatif di Indonesia karena pemandangan dan sarana-prasarananya sangat menunjang. Ditambah adanya Wisma Atlet, jadi setiap atlet itu terfokus untuk mengikuti kejuaraan,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Selain Rowing dan Kano Kayak, Kejurnas 2018 di Venue Dayung Juga Perkenalkan Cabor Canoe Slalom, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/04/selain-rowing-dan-kano-kayak-kejurnas-2018-di-venue-dayung-juga-perkenalkan-cabor-canoe-slalom.
Penulis: RM. Resha A.U 
Editor: Siti Olisa
SI Fest Palembang, Mendalami Konsep Technology For Smart Future

SI Fest Palembang, Mendalami Konsep Technology For Smart Future


METROPALEMBANG - Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSI) Universitas Sriwijaya kembali mengadakan acara tahunan yaitu SIFest (Sistem Informasi Festival) pada (3-4/11) yang berlokasi di Graha Bina Praja.

Tahun ini tema yang diangkat yaitu Technology for Smart Future, dengan tujuan memberikan bekal kepada peserta untuk menyiapkan diri di era teknologi ini.

"Tujuannya meningkatkan pengetahuan peserta dalam pemanfaatan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat saat ini" tutur Arya Tri Anggara selaku ketua pelaksana kegiatan ini.

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini, meliputi perlombaan dan seminar. Lomba essay dan fotografi yang berlangsung di Fakultas Ilmu Komputer Kampus Unsri Bukit, diikuti oleh 159 peserta dari kalangan mahasiswa di Palembang.

"Ikut lomba di SI Fest ini, yaa yang pertama karena emang suka fotografi sih, jadi pengen aja menampilkan hasil karya aku" ungkap Alif Ginanjar peserta lomba fotografi.

Di puncak acara diadakan seminar teknologi yang menghadirkan CEO Arkademy.com yaitu Alfa Putra Kurnia dan Anne Regina seorang Engineer Manager BukaLapak sebagai pembicara di seminar kali ini.

Herlan Wijaya peserta seminar mengaku mendapatkan banyak manfaat terutama dalam bidang teknologi, dan memperoleh bekal untuk mewujudkan cita-citanya yaitu membuat startup.

"Saya ingin mendalami teknologi, pembahasan yang diulas juga tentang startup dan saya pribadi sangat tertarik untuk memulai startup yang berguna bagi masyarakat luas" ujarnya.

Adanya pembicara dari luar dan handal dalam bidang teknologi tersebut, menarik peserta untuk mengikuti seminar. Terbukti dengan meningkatnya jumlah peserta dari tahun lalu, merupakan pencapaian baik yang dirasakan oleh seluruh panitia.

"Harapannya semoga SI Fest bisa jauh lebih baik untuk kedepan, bisa diadakan tingkat nasional dan HIMSI jadi lebih dikenal karena mampu mengadakan acara besar seperti ini" tutup Arya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Technology for Smart Future, Mendalami Teknologi Bersama SI Fest, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/04/technology-for-smart-future-mendalami-teknologi-bersama-si-fest.
Editor: Siti Olisa
Herman Deru Resmikan Penerbangan Palembang - Jeddah dan Palembang -  Madinah

Herman Deru Resmikan Penerbangan Palembang - Jeddah dan Palembang - Madinah


METROPALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru membuka dengan resmi rute penerbangan Garuda Indonesia Palembang- Jeddah dan Pernerbangan perdana rute Palembang-Batam, bertempat di Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (04/11). 

Peresmian tersebut sebagai upaya memenuhi kebutuhan Jemaah Umroh khususnya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Mulai tanggal 4 November maskapai Garuda Indonesia memperkenalkan rute penerbangan charter Palembang - Jeddah (via Aceh) yang akan dilayani sebanyak 1 kali per minggu dengan armada A 330 berkapasitas 340 seat (all economy).

Adapun periode layanan penerbangan charter Palembang - Jeddah dan Palembang- Madinah tersebut akan beroperasi mulai dari tanggal 4 November hingga 18 November 2018. 

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengaku bangga atas terobosan yang dilakukan Garuda Indonesia, Ia berpesan agar Garuda Indonesia dapat mempertahankan kepercayaan dan harus berkerja keras agar para calon jamaah ini tidak tergoda untuk mengambil perjalanan yang harus transit di tempat lain. 

"Ini luar biasa, luar biasa juga bagi Garuda Indonesia dan para travel, Maka harapan Saya pernerbangan langsung Palembang - Jeddah, Palembang - Madinah pun sebaliknya ini terus berkesinambungan. 

Jagalah kepercayaan jamaah, tepat waktu dan selalu memperhatikan apa kebutuhan konsumsen," Ungkapnya 

Menurutnya, Bandara SMB II merupakan bandara international yang dituntut mayarakat untuk dapat memberangkatkan para penumpang keluar negeri ataupun kemanapun.

Oleh sebab itu pula orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini berharap tahun depan nanti akan menjadi penerbangan yang reguler. 

Ia juga menghimbau agar Garuda Indonesia beserta travel memberikan waktu satu hari untuk masyarakat transit di Asrama Haji sebelum terbang ke tanah suci. 

"Satu hari transit di Asrama Haji, pertama untuk menyamakan persepsi, kita hadir dari 17 kabupaten/kota bahkan nanti provinsi tetangga untuk pengenalan secara fisik juga finishing manasik, agar menjadi kompak.

Karena fasilitas kita manasik disana itu lengkap," tambahnya. Ayah dari empat orang anak ini juga turut mendoakan para calon jamaah umroh yang diberangkatkan hari ini.

Serta menghimbau agar calon jamaah untuk menjaga kesehatan selamah beribadah di tanah suci. " Kepada calon jamaah umroh jaga kesehatan apalagi yang masih perdana.

Jangan sampai dehidrasi, banyak minum jangan lupa juga pergi ini untuk ibadah, berdoa sepanjang jalan mudah-mudahan umrahnya mabrur dan mabruroh," pungkasnya

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Gubernur Sumsel Herman Deru Buka Resmi Penerbangan Palembang - Jeddah, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/04/gubernur-sumsel-herman-deru-buka-resmi-penerbangan-palembang-jeddah.
Editor: Mochamad Krisnariansyah

Minggu, 04 November 2018

Jelang Pemilihan Legislatif 2019, Caleg Muda Diminta Pintar Memperkenalkan Diri

Jelang Pemilihan Legislatif 2019, Caleg Muda Diminta Pintar Memperkenalkan Diri


Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 khususnya di Palembang mulai terasa nuansanya kala para calon legislatif (caleg) beradu gagasan dan pemikiran dalam menentukan program kerja jika terpilih menjadi wakil rakyat.
Berbagai latar belakang para caleg cukup menarik perhatian.

Ada muka lama dan ada muka baru. Khusus caleg milenial, patut ditunggu kiprah mereka. Namun rekam jejak dan kapasitas mereka di dunia politik diasumsikan kurang menarik perhatian publik.

"Memang tantangannya kalau caleg muda, ia harus memperkenalkan diri pada masyarakat dan ia mampu mengenalkan rekam jejaknya," ujar pengamat politik Joko Siswanto pada acara Ngompol (Ngobrol Politik Sambil Ngopi) di Meet Up Cafe, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sabtu (3/11/2018).

Meski bukan perkara mudah untuk mengenalkan diri pada masyarakat. semangat muda dari para caleg milenial dinilai menjadi nilai lebih.

"Tentu para caleg milenial bisa menggantikan yang sudah 2 periode. Regenerasi juga perlu," ujar dosen politik Universitas Taman Siswa (Tamsis) Palembang ini.

Caleg kota Palembang dari Partai Berkarya, Syafera Nurdini mengungkapkan, sebagai caleg muda proses perkenalan diri dengan masyarakat memang menjadi kendala. Namun ia berusaha agar masyarakat kenal dan peduli.

"Saya sebagai caleg muda tentu optimis. Karena apa yang dibutuhkan masyarakat. di antaranya ialah kepedulian pada kawula muda dan penyandang disabilitas yang selama ini kurang diperhatikan," kata caleg DPRD kota Palembang dari Partai Berkarya ini.

Emi Sumitra, anggota DPRD Banyuasin dari PKB yang juga akan nyaleg tahun depan menilai bahwa peran caleg muda punya posisi cukup vital bagi perubahan.

"Apa yang dikerjakan para pendahulu kita patut diapresiasi. Namun perlu terobosan lebih agar apa yang kita aspirasikan mewakili rakyat, benar-benar terealisasi," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Jelang Pileg 2019, Caleg Muda Diminta Pintar Memperkenalkan Diri, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/03/jelang-pileg-2019-caleg-muda-diminta-pintar-memperkenalkan-diri.
Penulis: Agung Dwipayana 
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Herman Deru: Saya Lihat Sejauh Ini Kantong Parkirnya Belum Ada

Herman Deru: Saya Lihat Sejauh Ini Kantong Parkirnya Belum Ada


METROPALEMBANG - Gubernur Sumsel Herman Deru berharap mega proyek Light Rail Transit (LRT) yang dibangga-banggakan masyarakat Sumsel saat ini jangan hanya sekedar menjadi transportasi wisata.

Pernyataan itu ditegaskannya saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Transit Oriented Development (TOD) untuk LRT Palembang, yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumsel, di Hotel Swarna Dwipa, Sabtu (3/11).

" Sebagai kepala daerah saya dan masyarakat Sumsel sangat berterima kasih pemerintah sudah memberikan alat transportasi berikut jalan dengan nilai lebih dari Rp 10 triliun ini.

Kita harus hargai itu, dan tentu ini menjadi tanggungjawab kita karena sudah dititipi operasional LRT," kata HD. Sejak dioperasionalkan pasca Pilkada lalu, HD menilai transportasi massal LRT ini masih dimanfaatkan warga sebatas pada transportasi wisata saja.

Hal itu bisa dilihat karena penumpang LRT hanya cenderung ramai pada akhir pekan seperti hari Sabtu dan Minggu saja. Atas dasar itu pula HD berpendapat bahwa keberadaan dan manfaat angkutan modern dan enak dilihat ini belum tersosialisasi dengan baik.

"Sekarang LRT ini menjadi aset provinsi, jadi saya harus terlibat memasyarakatkannya supaya LRT jadi moda transportasi yang digemari," jelasnya.

Supaya masyarakat gemar menggunakan LRT untuk menunjang aktivitas sehari-hari, Gubernur HD mengaku siap membantu PTKAI sebagai operator untuk melakukan sosialisasi ke semua kalangan. Tak terkecuali masyarakat di tingkat RT, kelurahan bahkan bila perlu sampai ke desa.

"Transportasi ini mahal dan bagus, kita akan bantu Kemenhub dan PTKAI mengedukasi masyarakat agar gemar menggunakan LRT," jelasnya.

Selain sosialisasi, yang tak kalah penting yang perlu disiapkan agar transportasi ini menjadi pilihan masyarakat adalah dengan menyediakan kantong-kantong parkir di setiap stasiun.

" Saya lihat sejauh ini kantong parkirnya belum ada.

Bagaimana masyarakat mau naik LRT. Jadi penumpang harus didrop dulu baru bisa naik LRT, makanya orang belum banyak naik ini pada hari biasa," jelasnya. Bukan hanya kantong parkir, solusi lainnya agar masyarakat mau menggunakan moda transportasi massal ini menurut HD adalah dengan menyediakan bus-bus pengumpan dan penjemput di stasiun yang ada.

Selain itu perlu juga disegerakan penyelesaian stasiun-stasiun. "Jadi memang perlu ada sinkronisasi dulu, perencanaan dan operator seperti Damri atau Transmusi. Kalau untuk kenyamanan saya pikir tidak ada koreksi, begitu juga soal trouble itu hal biasa. Cuma itu tadi saya lihat di stasiun ini tidak ada antrian seperti di negara lain yang sudah gemar transportasi semacam ini,"paparnya.

Lebih jauh HD memastikan pihaknya juga tidak akan berdiam diri dengan kondisi ini. Melalui FGD ini HD berharap akan lahir rekomendasi-rekomendasi yang tepat kepadanya untuk menindaklanjuti kelangsungan LRT. Sehingga tercipta transportasi yang lancar.

" Pokoknya kita bantu proses penyelesaian stasiun disegerakan, hambatan-hambatannya juga. Akan kiapkan segala pikiran dan tenaga agar yang sudah dibangun ini tidak sia-sia," jelasnya.

Sementara itu Ketua MTI Sumsel Prof Erica Buchari mengungkapkan FGD ini digelar dilatari oleh tingginya biaya operasional LRT, sedangkan subsidi yang diberikan pemerintah terbatas. FGD inilah yang akan membahas hasil penelitian tentang TOD di beberapa titik stasiun yang ada.

"Sudah saatnya pemerintah memikirkan kemandirian pengoperasionalan LRT ke depan. FGD ini bertujuan mendapatkan titik temu berbagai kepentingan antar stakeholder, pemerintah dan swasta dan masyarakat dalam upaya menjaga keberlangsungan LRT," ungkapnya.

Selain Gubernur Sumsel, acara tersebut juga dihadiri Direktur Jendral Kereta Api Zulfikri M.Sc DEA, Ketua Presidium MTI, Prof Dr.Ir Agus Taufik Mulyono, Ketua MTI wilayah Sumsel Erika Buchari, Ketua Panitia Forum Group Discussion serta narasumber lainnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Herman Deru: LRT Jangan Sekedar Jadi Transportasi Wisata, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/03/herman-deru-lrt-jangan-sekedar-jadi-transportasi-wisata.
Editor: Mochamad Krisnariansyah

Sabtu, 03 November 2018

BKB Benteng Kuto Besak Bisa Kembali Dijadikan Cagar Budaya Asalkan

BKB Benteng Kuto Besak Bisa Kembali Dijadikan Cagar Budaya Asalkan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Irene Camelyn Sinaga menilai kalau kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) berat untuk dijadikan kawasan cagar budaya.

“ Karena pengembangan kota khan berdampak cagar budaya, namanya cagar budaya ini khan orisinilitasnya benar-benar dipentingkan , kayak Benteng Kuto Besak, banyak bangunan yang harus diperhatikan,” katanya, Jumat (2/11).

Apalagi untuk BKB sendiri menurutnya, memang tidak lagi diunggulkan jadi cagar budaya nasional.

Ketika ditanya apakah BKB bisa usulkan lagi menjadi cagar budaya menurut Irene, konsekuensinya mengembalikan BKB ke bentuk semula.

Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih mengejar Gua Harimau, Gua Putri dan Padang Bindu di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) agar menjadi cagar budaya nasional di sidang tim ahli cagar budaya di Manado sampai akhir tahun ini .

“ Kita mengejar satu lagi, Tinggi Hari di Pagaralam , ada empat, mudah-mudahan tahun depan, keempatnya bisa tercapai,” katanya.#osk

sumber: http://beritapagi.co.id/2018/11/02/bkb-bisa-kembali-jadi-cagar-budaya-asal-dikembalikan-ke-bentuk-semula.html