Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2018

Sejarah Kampung Kapitan, Asal Mula Nama Kota Palembang dan Logan Po Lin Fong

Sejarah Kampung Kapitan, Asal Mula Nama Kota Palembang dan Logan Po Lin Fong


METROPALEMBANG.com - Nama Palembang dikenal sejak sebuah kronik Cina Chu-fan-chi, karya Con-ju-han (1255), menyebut Pa-lin-fong.

Selanjutnya kronik lain tulisan Wang Tu-huan yang berjudul Toa-I Chi lio (1349-1350) menyebutkan Po-lin-fong untuk Palembang. Selanjutnya Ma Huan dalam catatan perjalanannya Ying-Ysi Shueng Lan tahun 1416 menuliskan tentang nama Po-lin-pang.

Selain dari sumber-sumber sejarah, nama Palembang, konon menurut penduduk setempat, berasal dari bahasa Jawa “Limbang” yang mempunyai arti membersihkan logam atau benda-benda lain.

Adapun “Pa” adalah kata depan yang juga berasal dari bahasa Jawa jika mereka hendak menyebut suatu tempat. Contohnya, bila seseorang menyebut “pa-ka-pu-ran”, artinya adalah tempat pembakaran kapur.

Sumber lokal lainnya menyatakan nama Palembang diambil dari pengertian tempat mencuci emas dan biji timah di sekitar Muara Ogan, Kertapati.

Karena sebagian mata pencaharian penduduk awal “melimbang”, lama kelamaan muncullah kata “Palembang” sebagai nama tempat.

Sebetulnya ada juga yang menduga nama kota Palembang berasal dari kata “Lembeng” yang bermakna genangan air dan kemudian ditambah awalan “Pa” sebagai kata petunjuk tempat.

Sehingga nama Palem bang berarti kota yang selalu tergenang air atau terletak di Lembeng. Hal ini tentunya dikaitkan dengan kenyataan Palembang memang berada di daerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang-surut air Sungai Musi.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Asal Usul Nama Palembang dan Sebutan Logat Po Lin Fong, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/08/asal-usul-nama-palembang.
Penulis: Erwanto 
Editor: Erwanto

Kamis, 08 November 2018

Jembatan Musi 2 Palembang Yang Tak Kalah Keren Dengan Jembatan Ampera

Jembatan Musi 2 Palembang Yang Tak Kalah Keren Dengan Jembatan Ampera


METROPALEMBANG.com - Jembatan di Palembang tak cuma Ampera. Ada juga Jembatan Musi II yang punya 3 lengkungan keren. Sudah pernah ke sini belum traveler?
Jansen Kusumawardhana:
Jauh sebelum Jembatan Musi 2 di Palembang sdh ada jembatan lengkung seperti itu. Namanya jembatan Ogan, menghubungkan Kertapati dan 1 Ulu. Jembatan Ogan dibangun Belanda tahun 1939 dan diberi nama Wilhelmina Brug (jembatan Wilhelmina). Waktu kecil saya dan kawan2 suka terjun berenang dari jembatan itu.�
Kita semua sudah pasti tahu, selain terkenal dengan makanan khasnya, Pempek, Palembang juga terkenal dengan jembatan yang sudah menjadi ikon kota ini. Jembatan Ampera namanya. Tidak berkunjung ke jembatan ini ketika berada di Palembang, tentunya tidak afdol.

Di Palembang juga, sudah ada kompleks olahraga yang bisa menjadi lokasi wisata. Namanya Jakabaring Sport City. Saya kebetulan berkunjung ke Palembang bulan Juni lalu. Jadi saya bisa berkunjung ke dua tempat ini dan sudah saya tuliskan di dua blog saya sebelumnya.

Ternyata, di Kota Palembang ini, bukan hanya Jembatan Ampera yang kece dan keren. Ada juga jembatan lain yang nggak kalah keren. Saya menemukan jembatan ini, ketika saya dan Hariadhi, hendak menuju ke Penginapan yang kami temukan lewat aplikasi travel.

Dari kejauhan tiba-tiba kelihatan sebuah jembatan, yang desainnya, mirip dengan jembatan Holtekamp di Papua dan juga Jembatan Kalikuto di Jawa Tengah. Tapi jembatan ini lebih panjang dan melintasi Sungai Musi. Ya! Sungai Musi ini memang lebar sekali.

Karena tidak bisa berhenti, saya hanya bisa mengambil gambar dari dalam mobil yang saya tumpangi. Tidak apa-apa, yang penting bisa saya ambil fotonya. Toh jembatannya juga kelihatan.

Gimana nggak tertegun kalau jembatan ini bentuknya keren begini? Kalau saya hanya bisa melihat model jembatan seperti ini yaitu Jembatan Holtekamp dari media online maupun media sosial, kali ini saya bisa melihat jembatan ini secara langsung/

Setelah bergegas ke tempat penginapan, saya dan Hariadhi ingin ke Jakabaring. Dan sudah pasti kami akan melintas jembatan ini. Kali ini, saya bisa mengambil gambar dari sisi samping jembatan. Jadi bisa mengambil gambar secara utuh dari kejauhan.

Yang terlihat adalah, ada tiga lengkungan di jembatan ini. Wow wow wow. Keren sangat jembatan ini. Saya banyak melihat model jembatan, dan baru saya lihat jembatan seperti ini.

Naah, jembatan ini lokasinya ada di Jl. Mayjen Yusuf Singedekane, Keramasan, Kertapati, Kota Palembang, Kalau lagi di Palembang, yuk lihat jembatan ini. Jangan cuma ke Ampera aja. sumber: https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4176305/n-a/3

Minggu, 04 November 2018

Novel Terbaru Marchella FP - Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Laris Di Palembang

Novel Terbaru Marchella FP - Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Laris Di Palembang

Buku Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini / Suasana Gramedia World Palembang
METROPALEMBANG - Novel terbaru karya Marchella FP berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini kini tengah digandrungi anak muda Palembang. Hal ini diungkapan Store Associate Gramedia World Palembang, Arwen. 

Ia mengatakan saat ini buku terbaru yang sedang banyak di gemari yaitu buku novel karya dari Marchella FP.

" Jadi ini buku terbaru dari Marchella FP dulu bukunya juga sempat best seller dengan dua seri buku yaitu Generasi 90an.

Kali ini ia kembali merilis buku terbaru yang berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) ," ujarnya Sabtu (3/11). Buku ini termasuk buku motivasi yang mengisahkan tentang seorang ibu bernama Awan.

Ia ingin menulis dan mengirimkan surat untuk masa depan. Namun buku ini sedikit berbeda dari buku novel pada umunya. Karena pembaca dari buku ini dapat merasakan sensai sambil diiringi musik.

" Jadi buku ini full color , tapi tetap ada kata-kata disetiap setiap halaman.

Selain itu, pembaca dapat merasakan sensansi musik yang mengiringi setiap halaman. jadi terdapat backsound yang di upload pada aplikasi spotify dan joox dengan playlist NKCTHI" jelasnya. Buku karya Marchella FP ini tersedia di Gramedia seluruh Indonesia dan di bandrol dengan harga Rp 137.000.

" Buku ini termasuk bestseller. Jadi awal masuk tanggal 29 Oktober lalu dan langsung habis 100 eksemplar dalam 2 hari," bebernya.

Arwen mengatakan, peminat dari buku ini kebanyakan datang dari kalangan remaja hingga dewasa yaitu usia 17 hingga 25 tahun.

Selain itu, ia juga menambahkan bagi pembaca yang berminat dengan buku NKCTHI, Gramedia World Palembang membuka preoder untuk buku tersebut.

" Untuk saat ini buku NKCTHI sedang kosong, namun bagi yang berminat silahkan untuk preorder. Bisa dari official instagram melalui DM, datang langsung ke gramedia, atau menghubungi (0711) 5645599," jelasnya.

Preorder pemesanaan buku NKCHTI akan terus dibuka hingga 15 november 2018 mendatang. Sampai saat ini Arewen mengatakan pemesanan dari buku tersebut sudah lebih dari 20 buku. 

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Digandrungi Anak Muda Palembang, Buku Terbaru Karya Marchella FP Paling Dicari, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/03/digandrungi-anak-muda-palembang-buku-terbaru-karya-marchella-fp-paling-dicari.
Penulis: Lusi Faradila 
Editor: Mochamad Krisnariansyah

Jumat, 02 November 2018

KAWE - Kedai Kopi Kaum Sosialita, Nongkrong Asik Dengan Harga Milenial

KAWE - Kedai Kopi Kaum Sosialita, Nongkrong Asik Dengan Harga Milenial

METROPALEMBANG - Saat ini kedai kopi di Palembang memang sudah menjamur dimana-mana. Meski begitu, setiap kedai kopi memiliki keistimewaannya masing-masing. Seperti kedai kopi KAWE by Tunggu Tubang Semende Coffe.

Selain jenis kopi yang digunakan KAWE istimewa, harga yang terjangkau, tempatnya juga berkonsep Rustic sehingga sangat kekinian dan juga terbilang instagramable bagi kaum millenial.

Tak hanya itu, pemilik KAWE juga masih muda karena baru berusia 23 tahun.

A Hawariy Al Furoq selaku pemilik kedai kopi KAWE by Tunggu Tubang Semende Coffe mengatakan jika kopi yang dipakainya itu beberapa jenis kopi dari nusantara, namun yang paling utama di KAWE ini kami pakai kopi Semende dari dataran bukit barisan Sumatera Selatan.

"Yang membedakan KAWE dari yang lain ialah kopi yang dipakai ialah kopi Semende tadi selain itu kami punya misi untuk lebih mengenalkan kopi Semende ke masyarakat luas", ujarnya kepada Sripoku.com, Rabu (31/10/2018).A Hawariy Al Furoq selaku pemilik kedai kopi KAWE by Tunggu Tubang Semende Coffe (SRIPOKU.COM/TRESIASILVIANA)

Dikatakan Hawariy jika peralatan yang digunakan di KAWE juga masih manual. "Jadi disini kita pakai alat yang masih manual tanpa listrik seperti di tempat kopi lainnya," tambahnya. Untuk harga sendiri, kopi di KAWE dimulai dari harga Rp 7.000 hingga Rp 20.000.

"Dengan harga segitu pas banget untuk kantong mahasiwa dan pelajar. Karena target pasar utama kami memang sebagian besar mahasiswa dan pelajar yang berasa di kawasan kedai," tambahnya.

Selain harganya yang terbilang terjangkau, konsep yang di pakai Hawariy untuk kedainya ini juga unik karena berkonsep Rustic.

"Kebetulan kita pakai konsep Rustic. Kursi dan mejanya juga kita bikin sendiri dan manfaat kayu dari Semende, juga ada beberapa yang pakai pohon kopinya sendiri," ujar Hawariy.

Selain beragam jenis kopi, di KAWE juga ada makanan diantaranya kentang goreng, pisang goreng dan indomie.

Buat kalian yang mau cobain kopi di KAWE bisa langsung datang ke kedainya yang terletak di Jalan Srijaya Negara.

"Buat yang mau lihat-lihat dulu bisa ke instagram kita di @kawe.id," tutup Hawariy.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Kedai Kopi KAWE Tempat Nongkrong Instagramable di Palembang, Harga Terjangkau Pas Buat Kaum Milenial, http://palembang.tribunnews.com/2018/10/31/kedai-kopi-kawe-tempat-nongkrong-instagramable-di-palembang-harga-terjangkau-pas-buat-kaum-milenial?page=all.
Penulis: Tresia Silviana 
Editor: Tresia Silviana

Senin, 29 Oktober 2018

Wakil Gubernur Pimpin Pembukaan Perkemahan Satuan Karya Pramuka Se Sumsel

Wakil Gubernur Pimpin Pembukaan Perkemahan Satuan Karya Pramuka Se Sumsel

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya dengan resmi membuka Perkemahan antar satuan karya pramuka se- Sumatera Selatan, bertempat di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tungkal Jaya (28/10) acara berlangsung sukses.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya dengan resmi membuka Perkemahan antar satuan karya pramuka se- Sumatera Selatan, bertempat di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tungkal Jaya (28/10) acara berlangsung sukses.

Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong serta pelepasan 50 ekor burung ini juga dihadiri oleh Ketua Kwarda Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Ketua Dewan Kerja Nasional Robi Zulfandi, serta Kwarcab Kabupaten Muba Apriyadi.

Untuk diketahui, perkemahan diadakan selama lima hari dan diikuti sekitar 2500 peserta yang berasal dari 17 kabupaten/kota se Provinsi Sumsel.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menuturkan, Kegiatan perkemahan antar satuan kerja pramuka daerah Sumsel tahun 2018 ini merupakan wadah pertemuan dalam ajang mengasah kemampuan, keterampilan, serta nengembangkan pengetahuan antar peserta terutama pada bidang satuan karya pramuka.

"Mudah-mudahan adik-adik sekalian, selama kurang lebih lima hari ini betah mengikuti kegiatan ini, sehingga nantinya akan menambah pengalaman dan bekal mengembangkan pola pikir kreatif, rekreatif dan lebih produktif. Saya yakin banyak manfaatnya bagi kemandirian anggota pramuka di Sumsel," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ia turut menghimbau agar Bupati/Walikota terus mendukung, memfasilitasi berbagai kegiatan pramuka di wilayahnya.

"Terimakasih Pemkab Muba melalui kwarcabnya membantu untuk pembinaan pramuka di Kabupaten Muba. Saya kira disini hadir seluruhnya dari seluruh kabupaten kota yang ada di Sumsel paling tidak kiranya juga turut menyumbangkan melalui kwarcab didaerahnya masing-masing," himbaunya.

Sementara Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menambahkan, kegiatan ini menjadi Tonggak sejarah kepramukaan di Kabupaten Muba karena untuk pertamakalinya memperkenalkan Kartu Tanda Anggota (KTA) berbasis atm Bank Sumsel Babel dimana banyak menuai manfaat, sekaligus pemecahan Rekor muri pembukaan tabungan terbanyak tahun 2018.

"Kabupaten Muba menjadi motor penggerak di Provinsi Sumsel bersama mitra Bank Sumsel Babel cabang Sekayu. Kami berharap kegiatan baik ini dapat diikuti oleh kwartir cabang lainnya," tuturnya.

Dikatakannya pula, pembuatan kartu tanda pramuka berbasis atm ini mempunyai banyak manfaat selain data kepramukaan yang terorganisir juga membiasakan diri bagi anggota pramuka untuk hidup hemat.

Kemudian, Ia juga sepakat terkait dengan pelaksanaan diterbitkanya peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan ke pramukaan sebagai kegiatan ekstrakulikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah.

"Kami akan selalu berusaha dan mendukung dan membantu kegiatan ke pramukaan sesuai tugas dan kewajiban sebagai anggota majelis pembimbing," pungkasnya.

Senin, 22 Oktober 2018

Tempat Yang Sangat Keramat, Cerita Legenda Tentang Pulau Kemaro

Tempat Yang Sangat Keramat, Cerita Legenda Tentang Pulau Kemaro


Cerita Pulau Kemaro - Alkisah sepasang kekasih terjun ke Sungai Musi secara bergantian. Tak lagi naik ke permukaan, yang muncul justru tanah sekawasan. Daratan di tengah sungai ini yang sekarang dikenal sebagai Pulau Kemaro atau Pulau Kemarau. Dari informasi resmi yang terpahat pada sebuah batu di sana, Pulau Kemaro disebut sebagai tempat yang 'sangat keramat sekali'.

Saya membaca sekilas kisah asal usul Pulau Kemaro itu pada Minggu yang lengas, 7 Oktober 2018, di dalam perahu ketek yang menyusuri Sungai Musi menuju pulau. Tak hanya kami yang hendak ke pulau, tetapi juga para pelancong lain. Panas terik rupanya tak menggoyahkan niat orang-orang berkunjung ke Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro menjadi salah satu destinasi wajib di Palembang, Sumatera Selatan. Dengan bangunan kelenteng dan pagoda tinggi, daerah ini juga jadi tempat peribadatan etnis Tionghoa.

Kunjungan paling ramai saat perayaan Cap Go Meh. Tak hanya etnis Tionghoa dari Indonesia yang berdatangan, tetapi juga dari Tiongkok, Malaysia, dan Singapura.

Pulau Kemaro adalah sebuah delta atau daratan yang membentuk pulau di tengah Sungai Musi. Nama Kemaro berarti pulau yang tak pernah tergenang air. Luasnya sekitar 32 hektare, lokasinya sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera dan sekitar 40 kilometer dari Kota Palembang.

Ada pagoda berlantai 9 yang menjulang di tengah-tengah pulau. Bangunan ini dibangun pada 2006. Selain pagoda, ada kelenteng yang sudah dulu ada. Klenteng Hok Tjing Rio atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im dibangun pada 1962.

Di depan kelenteng terdapat makam Tan Bun An dan Siti Fatimah yang berdampingan. Dua sosok itu yang jadi tokoh utama legenda Pulau Kemaro.

Legenda setempat itu tertulis di sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Rio. Syahdan, pada zaman dahulu datang seorang pangeran dari Negeri Tiongkok bernama Tan Bun An, hendak berdagang di Palembang.

Ketika meminta izin ke Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga dengan Siti Fatimah. Mereka menjalin kasih dan berniat untuk ke pelaminan. Tan Bun An mengajak Siti Fatimah ke daratan Tiongkok untuk bertemu orangtua Tan Bun Han.

Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Bersama mereka disertakan pula tujuh guci yang berisi emas. Sampai di muara Sungai Musi, Tan Bun An ingin melihat hadiah emas di dalam guci-guci tersebut. Namun, alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin.

Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut ke laut, tetapi guci terakhir terjatuh di atas dek dan pecah. Ternyata di dalamnya terdapat emas. Rupanya sayuran sawi-sawi asin itu untuk menutupi emas guna mengecoh para perompak.

Tan Bun An terjun ke sungai untuk mengambil guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu. Tak kunjung muncul, Siti Fatimah menyusul dan terjun juga ke Sungai Musi, sambil berucap jika ada tanah tumbuh di tepi sungai itu maka di situlah kuburannya. Di Pulau Kemaro mereka bersemayam. 

Sejarah Pulau Kemaro


Legenda terpahat di batu Pulau Kemaro (liputann6.com / HMB)

Legenda Siti Fatimah tersebut seakan menenggelamkan sejarah penting yang terjadi di Pulau Kemaro. Bahkan, banyak warga Palembang yang tidak mengetahui tentang cerita sejarah yang terjadi di kawasan tersebut.

"Cerita Siti Fatimah itu hanya legenda, tidak ada bukti autentiknya. Bahkan, kita tidak tahu, siapa nama raja yang menjadi orangtua Siti Fatimah tersebut. Hanya disebutkan saja bahwa dia anak raja. Padahal, ada sejarah yang lebih penting yang dilupakan oleh warga Palembang," ucap sejarawan Sumatera Selatan, Ali Hanafiah, kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, sejarah Pulau Kemaro terjadi saat masa pemerintahan Keraton Palembang Darussalam. Kemaro menjadi lokasi benteng pertahanan lapisan pertama yang dinamakan Tambak Bayo.

Ali menjelaskan benteng pertahanan Pulau Kemaro menjadi kunci penting masuknya kolonial Belanda ke Palembang. Para penjajah sangat sulit masuk ke Palembang karena kuatnya pertahanan di Benteng Tambak Bayo.

Dari tahun 1811, Belanda mengincar Benteng Tambak Bayo untuk ditaklukkan. Barulah pada 1821, Benteng Tambak Bayo dapat dihancurkan dengan tipu muslihat Belanda.

Saat itulah, Ali menambahkan, Belanda baru bisa masuk dan menyerbu pertahanan Palembang Darussalam. Saat Belanda berhasil menjebol Benteng Tambak Bayo dan menguasai Palembang, seluruh prajuritnya diberikan kenaikan pangkat dua kali lipat sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah mereka.

Benteng Tambak Bayo


Bangunan Benteng Tambak Bayo tidak tersisa sedikit pun. Lantaran itulah, tak mengherankan bila kemudian sejarah perjuangan Keraton Palembang Darussalam terlupakan, bahkan dari warga Palembang sendiri.

"Tidak banyak yang tahu tentang sejarah Benteng Tambak Bayo tersebut. Padahal, sejarah itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kekuatan dari Keraton Palembang Darussalam berupaya menghalau penjajahan Belanda di Palembang," ujar Ali.

Pulau Kemaro sendiri dipilih sebagai lokasi pertahanan lapis pertama karena kawasannya tidak pernah terendam saat permukaan Sungai Musi sedang tinggi. Sedangkan kawasan lain selalu terendam air Sungai Musi, karena sebagian besar kawasan Palembang merupakan rawa air.

sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/3663821/legenda-pulau-kemaro-tempat-yang-dianggap-sangat-keramat-sekali

Minggu, 21 Oktober 2018

Rujak Jambu Bangkok, Atasi Kantuk Dalam Perjalanan Inderalaya - Palembang

Rujak Jambu Bangkok, Atasi Kantuk Dalam Perjalanan Inderalaya - Palembang


Rujak Jambu Bangkok - Berdasarkan pantauan tim MetroPalembang.com, disepanjang jalan kawasan belakang komplek Universitas Sriwijaya ini terdapat beberapa pedagang yang menyajikan Rujak Jambu Bangkok, yang umumnya dihargai  Rp 10 ribu per porsi.

Penjaja yang merupakan seorang perempuan setengah dewasa ini agak malu menyebutkan namanya ketika ditanyai tim MetroPalembang.com. Dengan terampil tangannya mengupas dan memotong-motong buah jambu bangkok yang seukuran dua atau tiga kali tangannya.

Setelah terpotong rapi buah Jambu Bangkok ini siap disajikan dengan 3 varian rasa seperti Pedas, Manis dan Pedas Manis. Oya selain Jambu Bangkok, ayuk ini juga menjual beberapa macam jenis buah jambu seperti Jambu Jamaika dan Jambu Air biasa.

Tak tanggung-tanggung, dengan berjualan mulai jam 10 pagi sampai sore hari biasanya ayuk ini menjual sekitar 30-50 porsi lebih perhari. Waaah luamayan kan omsetnya, kalau sudah sore ia juga sering ditemani oleh suami dan anaknya ketika berjualan.

Untuk buah Jambu Bangkoknya sendiri, ia mengaku dapat kiriman langsung dari agen yang berada di Medan. Sedangkan Jambu Air dan Jambu Jamaika ia dapatkan dari hasil pemilik-pemilik kebun lokal yang tak jauh dari tempat dia berdagang.

Tuh solusi banget ini guys, buat yang sedang dalam perjalanan dan kebetulan melintasi kawasan tersebut, dapat mencicipi sensasi segar dan rasa pedasnya rujak buah pedagang-pedagang disini. Diijamin hilangkan kantuk bagi yang nyetir dan bikin seger bagi penumpangnya. [foto: Iwank]
Budaya Musik Remix Orgen Tunggal Di Kawasan Palembang Metropolitan

Budaya Musik Remix Orgen Tunggal Di Kawasan Palembang Metropolitan


Musik remix di Palembang - Musik Remix termasuk dalam kelompok musik elektrik atau musik digital EDM. Namun jenis musik yang satu ini begitu populer, berkembang dan membudaya di kehidupan masyarakat Palembang dan sekitarnya.

Sejarah Musik Remix Orgen Tunggal

Entah darimana asalnya, saya tak menemukan sumber yang bisa dijadikan referensi yang valid terkait ini. Sejauh yang saya ketahui, musik ini sudah ada ketika saya masih dibangku SMP, dan itu tahun 2000. Maka sangat mungkin genre musik ini mulai berkembang dimasyarakat sekitar tahun-tahun sebelum itu, ok kita asumsikan kisaran tahun 1997 keatas yah.

Kenapa 1997?, untuk Genre musik EDM, ditahun-tahun sebelum itu secara luas dikota-kota besar Indonesia musik EDM yang dikenal adalah Genre Musik Trance. Itu juga berdasarkan cerita oom saya dan beberapa sumber media online, silakan saja pastikan sendiri di pencarian google dengan keyword "Sejarah Musik EDM di Indonesia".

Musik remix ini sendiri sepertinya merupakan hasil pengembangan dari musik funkot, entahlah, bisa jadi juga musik remix ini tak lain adalah musik funkot itu sendiri yang diadaptasikan agar lebih merakyat sehingga mudah diterima masyarakat.

Pro dan Kontra Musik Remix Orgen Tunggal

Kembali lagi ke Musik Remix, dibeberapa Daerah Sumsel musik ini sudah dilarang oleh pihak kepolisian dan pemuka masyarakat setempat. Namun masyarakatnya sendiri tidak begitu peduli dengan berbagai larangan tersebut. baca: Kapolres dan Pemuka Masyarakat Sepakati Larangan Musik Remix Orgen Tunggal.

Dihasil pencarian google berita tentang ini banyak sekali kok, mulai dari kota Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir dan kepolisian didaerah-daerah lainnya juga sudah melakukan sosialisasi yang sama untuk mentertibkan budaya ini.

Sebagaimana fakta dilapangan, budaya hiburan Musik Remix Orgen Tunggal ini menjadi ajang penggunaan Narkoba dan Narkotika secara masal. Konsumsi alkoholnya juga parah banget guys, terbukti dengan banyaknya penjual minuman beralkohol disekitarnya.

Selain itu, kumpulan keramaian semacam ini akan sangat berpotensi munculnya kekerasan, pertikaian, pengeroyokan, pembunuhan ataupun aksi-aksi kriminal lainnya yang didasari oleh miras dan narkoba/narkotika tentunya.

Solusi

Semua yang saya tuliskan diatas hanya berdasarkan pengetahuan pribadi yah, tak bermaksud menghakimi atau menjudge pihak-pihak tertentu, dan hanya sebatas pengetahuan umum saja.

Menurut saya, untuk mengatasi permasalahan ini pihak pemerintah sebaiknya mengambil langkah lebih jauh lagi. Tentu bukanlah perkara mudah menggantikan kebiasaan kesenangan yang sudah 20 tahun dinikmati masyarakat.

Tidak hanya menghimbau, melarang, menghentikan ataupun menangkap oknum pelanggar. Dengan sedemikian rupa pihak penguasa juga harus menawarkan atau mensosialisasikan budaya musik lain sebagai penggantinya.

Dan itu tak akan bisa dilakukan tanpa pendekatan ekstra kepada pengusaha industri orgen tunggal, pemuka masyarakat setempat juga masyarakatnya itu sendiri. Khususnya pihak Kepolisian dalam mentertibkan konsumsi alkohol dan narkoba/narkotika yang menggila ini.

Penutup

Budaya semacam ini benar-benar budaya yang kritis, sulit sekali membayangkan bagaimana anak cucu kita nantinya harus tumbuh dilingkungan semacam ini, yang semakin hari terus mewabah ke seluruh kalangan masyarakat.

Foto: Iwan Kurniawan

Jumat, 19 Oktober 2018

Cara Dapat Tiket Gratis Mata Najwa Goes To Palembang

Cara Dapat Tiket Gratis Mata Najwa Goes To Palembang


Bagi Anda yang ingin datang di kegiatan TRANS7 Goes To Palembang sekaligus melihat presenter Najwa Shihab. Berikut cara registrasinya tak perlu bayar alias gratis. Untuk lebih dekat dengan penonton setianya, TRANS7 akan menyambangi kota Palembang.

Acara ini meyemarakan rangkaian acara TRANS7 Goes To Palembang selama 2 hari di Gedung Sriwijaya PromotionCenter.

Pada hari pertama, Jumat, 19 Oktober 2018, TRANS7 akan menghadirkan Presenter Redaksi TRANS7: Roland Lagonda, Taufik Imansyah dan Monica Noeva. Kemudian Host Jejak Petualang: Finda untuk acara sharing session dengan para pengunjung.

Selain itu, pengunjung juga akan dihibur oleh band-band lokal kota Palembang Archie dan Hutan Tropis, sertaTrio C yang akan melakukan stand up comedy. Sementara di hari kedua, Sabtu 20 Oktober 2018 menjadi puncak acara TRANS7 Goes To Palembang.

Di hari itu Akan hadir Mata Najwa On Stage yang akan dipandu langsung oleh tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab. 

Dengan kecerdasan, kelugasan dan ketajamannya, Najwa Shihab akan membahas dan mengupas topik yang sedang hangat diperbincangkan saat ini.

Khusunya topik menyambut pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Melihat fakta bahwa sekitar 186 juta potensi pemilih 100 juta diantaranya adalah suara milik generasi milenial.

Maka dari itu Mata Najwa mengangkat topik bahasan yang menarik yakni “Merebut Suara Milenial” dalam masa kampanye untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Bersama TRANS7, Mata Najwa On Stage Palembang akan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten untuk memperbincangkan topik tersebut.

Narasumber tersebut diantaranya Rian Ernest, Gamal Albinsaid, Dave Laksono, Faldo Maldini, Nafa Urbach, Dina Lorenza, Adian Napitupulu, Mitfah Sabriyang adalah Tim Kampanye kedua kubu Capres dan Cawapres.

Selain itu, 7500 penonton yang hadir di acara Mata Najwa On Stage Palembang juga akan dihibur oleh D’masiv, band tanah air yang terkenal dengan lagu-lagunya yang manis.

Band yang digawangi oleh Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitaris), Nurul Damar Ramadan (gitaris), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass) dan Wahyu Piadji (drum) akan membawakan lagu-lagu andalan mereka seperti Diam Tanpa Kata, Jangan Menyerah dan Ingin Lekas Memelukmu.

Bagi yang ingin daftar rangkaian acara Trans7 Goes to Palembang. Sobat7 (penonton setia TRANS7-Red dapat menyaksikan acara Mata Najwa On Stage Palembang langsung di Gedung Sriwijaya Promotion Center dengan menunjukkan tiket yang bisa didapatkan secara GRATIS. 

Anda hanya perlu registrasi di alamat yang telah disediakan panitia untuk mendapatkan QR-tiket (e-ticket) dapat menukarkan QR-tiket dengan tiket fisik pada hari Jumat, 19 Oktober 2018.

Mulai pukul 10.00 WIB di Gedung Sriwijaya Promotion Center” kata Anita Wulandari, Kepala Divisi Marketing Public Relations TRANS7.

Kira-kira seperti apa kecerdasan nan kritis Najwa Shihab sebagai tuan rumah Mata Najwa dalam mengupas topik ini?

Serta bagaimana pesan simbolik atau strategi yang akan digunakan oleh masing-masing tim kampanye?Saksikan Mata Najwa On Stage Palembang 20 Oktober 2018 pukul 20.00 WIB hanya di TRANS7.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Mata Najwa Hadir di Palembang: Dapatkan Tiket Masuknya GRATIS, Ikuti Langkah-langkahnya di Sini, http://sumsel.tribunnews.com/2018/10/19/mata-najwa-hadir-di-palembang-dapatkan-tiket-masuknya-gratis-ikuti-langkah-langkahnya-di-sini?page=all.
Penulis: Muhamad Edward 
Editor: Muhamad Edward
Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi Dari Warga Binaan Lapas Banyuasin

Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi Dari Warga Binaan Lapas Banyuasin


Banyuasin, banyuasinonline.com – Lapas Kelas III Banyuasin terus menggenjot keterampilan warga binaannya. Selain pekerjaan bengkel, para tahanan juga belajar membuat beberapa kerajinan tangan menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi.

Dedy Krihastoni selaku Kasubsi Pembinaan mengatakan, kerajinan tangan tersebut merupakan keterampilan dari beberapa warga binaan yang kemudian diasah kembali untuk membuat suatu karya.

“Beberapa karya yang telah dihasilkan antaranya miniatur rumah, kapal, serta lampu dinding dengan menggunakan media stik es krim hingga membuat papan bunga ucapan selamat,” ungkapnya.

Selain itu, Dedy menambahkan bahwa hasil karya warga binaan tersebut akan di publish ke masyarakat untuk dijual, sehingga bisa memberikan pemasukan kepada Bimbingan Kerja Lapas Banyuasin.

“Untuk sementara produk-produk ini baru kita jual ke orang-orang sekitar, ke depannya mungkin akan kita perluas lagi. Kita juga menerima pesanan dari masyarakat apabila ada yang berminat,” tambahnya.

Dedy menyebutkan, pihaknya tidak mencari keuntungan dari usaha dan keterampilan warga binaan. Uang hasil penjualan barang keterampilan para tahanan diperuntukkan bagi warga binaan.

“Pada intinya kita hanya ingin beri keterampilan dan pengetahuan kepada para warga binaan,” ucap Dedy.
http://banyuasinonline.com/warga-binaan-lapas-banyuasin-kreasikan-kerajinan-tangan/
Asal Usul dan Cerita Dibalik Kokohnya Jembatan Ampera

Asal Usul dan Cerita Dibalik Kokohnya Jembatan Ampera

mapio.net

Jembatan AMPERA Meruapakan JEMBATAN Kebanggaan WONG KITO (Bahasa Palembang).Keberadaan Jembatan Ampera Merupakan Untuk Menghubungkan Antara Ilir Dan ulu Kota Palembang.

Jembatan Ampera Merupakan Hadiah Pemberian Dari PRESIDEN PERTAMA KITA Yaitu Bung Karno Untuk masyarakat Palembang yang Pada Saat itu Dana Yang Didapat Merupakan Hasil dari Rampasan perang Jepang

Dahulu jembatan ini sempat diberi nama Sebagai Jembatan Bung Karno, Namun beliau tidak setuju (supaya tidak ada kultus individu), Maka Digantilah Dengan Nama JEMBATAN Ampera sesuai dengan fungsinya sebagai Amanat Penderitaan Rakyat, yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960-an.

Struktur Jembatan Ampera Panjang : 1.117 m (bagian tengah 71,90 m) Lebar : 22 m Tinggi : 11.5 m dari permukaan air Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah Jarak antara menara : 75 m Berat : 944 ton Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi. 

Keistimewaan Jembatan Ampera Pada awalnya, Yaitu tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. 

Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit. Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi.

Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai. Sejak tahun 1970, Jembatan Ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, dua daerah Kota Palembang yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

Alasan lain karena sudah tidak ada kapal besar yang bisa berlayar di Sungai Musi. Pendangkalan yang semakin parah menjadi penyebab Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar. Sampai sekarang, Sungai Musi memang terus mengalami pendangkalan.

Pada tahun 1990, dua bandul pemberat untuk menaikkan dan menurunkan bagian tengah jembatan, yang masing-masing seberat 500 ton, dibongkar dan diturunkan karena khawatir jika sewaktu-waktu benda itu jatuh dan menimpa orang yang lewat di jembatan.

Jembatan Ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 850 juta. Renovasi dilakukan setelah muncul kekhawatiran akan ancaman kerusakan Jembatan Ampera bisa membuatnya ambruk. Bersamaan dengan eforia reformasi tahun 1997, beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri.

Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.

Sumber Artikel Besasal Dari https://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera 
7 Hal Terbaik Dan Menarik Tentang Kota Palembang

7 Hal Terbaik Dan Menarik Tentang Kota Palembang

LRT Palembang Terbaik dan Pertama Di Indonesia

Kota Palembang selalu menarik untuk dibahas, bukan hanya soal pempeknya saja. Palembang mempunyai banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi. Kota Palembang juga menjadi salah satu kota diselenggarakannyan ASEAN Games 2018. Masih banyak fakta unik soal Kota Palembang yang menjadikan lebih istimewah. Berikut adalah 7 fakta unik kota Palembang. 

1. Palembang Adalah Kota Tertua dan Terbaik di Indonesia

Image: suryapost.com

Tahukah kamu, ibukota Sumatera Selatan ini adalah kota tertua di Indonesia. Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang, diketahui kota berpenduduk mayoritas Islam ini sudah menjadi sebuah kota pada 16 Juni 688 Masehi. Jadi memang kota Palembang ini menjadi kota tertua di Indonesia yang masih bertahan dan terus berkembang.

2. Sungai Musi Salah Satu Sungai Terbaik DI Indonesia

Image: kompas.com

Kota Palembang mendapatkan julukan sebagai kota Venisia dari Timur. Julukan ini disematkan oleh dunia barat, hal ini nggak lain dan nggak bukan karena sungai Musi yang mengalir mengelilingi kota. Pemandangan atau keadaan ini seperti layaknya kota Vinisia. Sayangnya bangunan di tepi sungai kurang terawat, berbeda dengan Venesia yang tertata rapi dan menjadi objek wisata.

Menurut Wikipedia penamaan kota ini diambil dari bahasa Melayu yang terdiri dari “Pa” dan”Lembang”. “Pa” di sini memiliki arti tempat atau situasi. Sementara “Lembang” berarti tempat yang selalu dibanjiri air sepanjang waktu. Palembang berarti tempat yang selalu dibanjiri air, sangat cocok kan dengan julukan Venice of the East bukan?

3. Songket Merupakan Ratunya Kain Terbaik Asli Indonesia

Image: http://jualsongketpalembang.com/

Hampir setiap bagian di Indoneisa memiliki kain tradisional atau kain khas. Kota Palembang sangat terkenal dengan kain songket. Keindahan songket sudah diakui dunia karena memang bentuknya yang sangat cantik. Songket adalah salah satu peninggalan Kerjaan Sriwijaya, di antara semua kain tenun kain songket disebut-sebut sebagai ratunya kain.

Pada masa kerjaan kain songket dipakai sebagai adat kerjaan, hal ini lah yang membuatnya semakin istimewa. Bahan-bahan yang dipakai untuk membuat songket juga tak kalah istimewa. Ada beberapa kain songket yang terbuat dari emas, sehingga harga jualnya tentu bernilai sangat tinggi.

4. Pempek Juga termasuk Makanan Terbaik

Image: Kaskus

Wajar jika pengaruh salah satu kerjaan Budha terbesar di dunia bernama Sriwijaya masa ada sampai sekarang. Secara tak langsung, pengaruh Tiongkok masih bisa dirasakan dalam kebudayaan Palembang. Kain songket mislanya, kain ini seringkali dibuat dengan warna merah dan emas.

Dua warna khas Tiongkok ini masih kental dan bisa ditemukan di kain songket khas Kota Palembang. Begitu pula dengan makana khas Palembang seperti pempek, dimana sebenarnya penemunya adalah seseorang dari Tiongkok.

5. Orang Tiongkok Terbaik Pernah Di Palembang

Image: Antaranews.com

Salah satu hal yang tidak kalah unik adalah cara masuknya agama Islam ke Palembang juga dipengaruhi oleh orang-orang Tiogkok. Kisah panjang soal masuknya agama Islam ke Palembang bisa ditemukan di berbagai buku sejarah. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah seorang kasim Tiongkok dari provinsi Yunan yang bernama Cheng Ho.

Cheng Ho adalah seorang kasim muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok. Kasim ini seringkali berlayar ke berbagai daerah Asia salah satunya adalah Palembang. Salah satu pelayaran Laksamana Cheng Ho yang paling terkenal adalah yang dilakukannya di Samudera Indonesia. Dari sinilah agama Islam masuk dan mulai menyebar di Palembang.

6. Jembatan Ampera Salah Satu Jembatan Terbaik di Indonesia

Image: hellopalembang.com

Jembatan Ampera merupakan satu-satunya jembatan yang bisa diangkat di Indonesia dengan cara membelah jembatan tersebut jadi dua. Jembatan yang menghubungkan antara dua daerah ini masih beroperasi sampai saat ini.

Walaupun sudah jarang diangkat, jembatan Ampera ini masih aktif dilintasi kendaraan. Pada awalnya jembatan ini diangkat agar kapal yang melintas tidak tesangkut di badan jembatan. Namin sejak tahun 1970, jembatan Ampera tidak lagi diangkat karena dianggap menganggu lalu lintas di atasnya.

7. Stadion Gelora Sriwjaya - Jakabaring

Image: viva.co.id

Keunikan terakhir dari Kota Palembanga dalah stadion Gelora Sriwijaya. Bentuk stadion ini sendiri jika diperhatikan mirip dengan layar perahu terkembang. Sesuai dengan sejarah Palembang dimana dulu dikenal sebagai tempat pelabuhan dan kemegahan Kerjaan pada masa lampau.

Nah inilah 7 keunikan yang bisa kamu temukan di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Makin penasaran sama Palembang? Yuk langsung saja jalan-jalan di kota pempek ini. Sudah pernah ke Palembang? Bagi pengalamanmu dengan ShopBackers lain dengan ikutan komen di kolom di bawah ini!

Editor: Nimas Arini
Featured image: pixabay.com
https://www.shopback.co.id/blog/7-fakta-unik-kota-palembang-yang-membuat-palembang-istimewa
Tugu Perjuangan Dikecamatan Tanjung Batu Berubah, Apa sebabnya?

Tugu Perjuangan Dikecamatan Tanjung Batu Berubah, Apa sebabnya?

Tugu Perjuangan Tanjung Batu Yang Asli

Sekilas tidak ada yang aneh dengan tugu perjuangan yang berdiri kokoh di pusat Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini.

Sama halnya dengan tugu perjuangan pada umumnya, tugu ini dibangun untuk mengingat jasa para pahlawan yang merebut kemerdekaan negara Republik Indonesia (RI) dari tangan penjajah.

Tertulis "Monumen Perjuangan TNI dan Rakyat 1940-1948" yang menegaskan bahwa tugu perjuangan tersebut untuk mengenang perjuangan melawan penjajah pada periode tersebut. Namun ada yang unik dengan penampakan tugu ini.

Jika biasanya tugu perjuangan dilengkapi dengan patung pahlawan atau prajurit di atasnya, namun tidak dengan tugu perjuangan satu ini. Tampak sebuah replika mirip Alquran yang terbuka, menghiasi pucuk tugu tersebut.

Menurut seorang warga setempat, awalnya tugu tersebut sama seperti tugu perjuangan lainnya, yang dihiasi patung pejuang di atasnya.

Namun sebuah insiden kecelakaan yang terjadi beberapa bulan lalu, mengubah penampakan tugu tersebut.

"Waktu itu pernah ada truk muatan menabrak tugu ini, lalu patung pahlawan di atasnya jatuh dan hancur. Tugunya juga sempat hancur di sebagian sisinya," kata Bidin, warga setempat.

Terpisah, Camat Tanjung Batu, Azhari Adan membenarkan jika tugu perjuangan tersebut bentuk awalnya tidak seperti yang tampak sekarang.
Tugu Perjuangan Kecamatan Tanjung Batu Yang Sekarang

Karena sebuah kecelakan yang melibatkan tugu yang berusia hampir 70 tahun tersebut, maka tugu tersebut direnovasi.

"Ya, tugu perjuangan di perempatan kecamatan Tanjung Batu pernah ditabrak truk muatan beberapa bulan lalu," terang Azhari.

Mengenai bentuk pucuk tugu yang berubah setelah direnovasi, Azhari mengatakan, hal itu dikarenakan renovasi tugu yang mendesak.

"Kalau ingin bikin patung seperti bentuk aslinya, memakan waktu lama, biaya juga lebih besar. Sementara tugu tersebut harus segera direnovasi karena berada di pusat keramaian," jelasnya.

Ketidaksingkronan antara tulisan tugu perjuangan dan replika patung di atasnya, menurut Azhari tidak terlalu dipermasalahkan masyarakat maupun pihak tertentu.

Yang terpenting, kata Azhari, tugu tersebut tertata rapi kembali dan menjadi ikon baru kecamatan Tanjung Batu.

"Tidak lama usai insiden kecelakaan itu, kecamatan Tanjung Batu menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ). Jadi kita menyesuaikan saja dengan momen itu, jadilah dibangun replika Alquran di pucuk tugu perjuangan," katanya memaparkan.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Tidak Biasa! Perhatikan dengan Seksama Tugu Perjuangan Ini Ada yang Unik dan Mengelitik, http://sumsel.tribunnews.com/2017/08/27/tidak-biasa-perhatikan-dengan-seksama-tugu-perjuangan-ini-ada-yang-unik-dan-mengelitik.
Penulis: Agung Dwipayana 
Editor: Hartati
Grand Opening Hotel Cordela Inn Palembang, Fasilitas Mewah Dengan Harga Promo

Grand Opening Hotel Cordela Inn Palembang, Fasilitas Mewah Dengan Harga Promo


Brand Cordela Inn pertama kali ada di kota Palembang. OHM sebelumnya mengoperasikan hotel di kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta dan lainnya.

Kota Palembang menjadi kota dengan pembangunan yang pesat dan memiliki potensi besar menjadi salah satu alasan dibangunnya Cordela Inn di Palembang.

"Kami memperkenalkan brand Cordela Inn Palembang yang berlokasi strategis dekat dengan Palembang Trade Center (PTC),"

"Pusat kota dan lokasi yang strategis sehingga sangat mudah di jangkau," ujar Operasional Omega Hotel Management, Aswin B Drajat.

Ia juga menambahkan untuk ke depan akan di buka 9 unit hotel cordela di berbagai daerah dan beberapa diantaranya sedang dalam proses pembangunan.

"Target kita sampai akhir tahun 2019 akan segera dibuka beberapa hotel lagi seperti di Bengkulu, Lubuklinggau, Sekayu, Purworejo, Tasikmalaya, Pekanbaru hingga yang paling jauh ada di Jayapura," tambahnya.

Cordela Inn R sukamto Palembang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Kamis, 18 Oktober 2018.

Peresmian ini dilakukan dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan gong bersama Management Hotel beserta owner dan keluarga.

Acara ini juga di ramaikan dengan adanya fashion show serta acara pelepasan kembang api yang meriah.

Hotel yang berlokasi di Jalan R Sukamto Palembang ini memiliki 60 jumlah kamar dengan tipe deluxe king dan deluxe twin dengan luas kamar 18 meter persegi

Kamar tersebut di fasilitasi free wifi, tv 45 inch chanel internasional dan lokal, serta untuk keamanan seluruh kamar dilengkapi safe deposit box.

Selain itu, cordelia Inn juga menyediakan cafe berkonsep rooftop yaitu Ferreia Cafe,

Cafe ini dapat dijadikan tempat santai ataupun meeting yang bisa dipersiapkan sesuai kebutuhan. Restoran yang dimiliki oleh Cordela Inn Palembang menyajikan makanan halal. Restoran yang dapat dijadikan pilihan berkumpul bersama keluarga.

"Konsep dari Ferreira Cafe ini yaitu Indonesian Food. Sebenarmya ada makanan western, tapi tidak spesialiasi."

"Selain itu kita juga ada makanan tradisional seperti pempek dan mie celor, " ujar Hotel Manajer Cordela Inn, Oha Pramono

Untuk kendaraan, Cordela Inn Palembang menyediakan space parking yang luas. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir karena di Cordelia Inn Palembang cukup aman.

"Area parkir kita ada di ground, dengan kapasitas yang cukup banyak yaitu kurang lebih 20 mobil dan 60 motor," jelasnya.

Selain itu, dalam rangka grand opening, Cordela Inn Palembang turut pula memberikan harga openig rate Rp 358.000 nett. Sudah include breakfast untuk dua orang. Promo ini berlaku hingga 31 November mendatang.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Harga Promo Selama Masa Grand Opening Cordela Inn Hotel Palembang, Nikmati Fasilitas Mewah Ini, http://sumsel.tribunnews.com/2018/10/18/harga-promo-selama-masa-grand-opening-cordela-inn-hotel-palembang-nikmati-fasilitas-mewah-ini.
Penulis: Lusi Faradila 
Editor: Wawan Perdana