Rabu, 07 November 2018

Husni Thamrin: Kita Urus Agar Masyarakat Bisa Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis

Husni Thamrin: Kita Urus Agar Masyarakat Bisa Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis

METROPALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) sudah dua tahun terakhir menghentikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat kurang mampu, rencanannya bantuan hukum gratis akan kembali di hidupkan.

Pemprov Sumsel menyediakan layanan bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin di Provinsi Sumsel. Penyediaan layanan tersebut sebagai wujud kepedulian Pemprov Sumsel terhadap masyarakat miskin yang harus berurusan dengan hukum.

“ Dulu sudah pernah kita anggarkan tapi tidak pernah dilaksanakan karena masalah payung hukumnya, padahal payung hukumnya sudah kuat karena ada aturan hukumnya dari kementriannya, mau kita urus agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan hukum gratis itu,” Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel H Husni Thamrin ketika ditemui di DPRD Sumsel, Selasa (6/11).

Dulu bantuan hukum gratis ini pernah di laksanakan Pemprov Sumsel dan bermanfaat bagi masyarakat Sumsel terutama dari masyarakat kurang mampu dengan mendapatkan pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang.

“ Masyarakat kita butuh bantuan hukum mungkin daerah lain enggak perlu,” katanya.

Apalagi di daerah lain program bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu berjalan dengan baik dan tidak masalah tekait payung hukum.#osk

sumber http://beritapagi.co.id/2018/11/06/bantuan-hukum-gratis-bakal-di-hidupkan-kembali.html
Razia Zebra Ogan Ilir 2018, 500 Pengendara Nakal Ditilang Satlantas Polres OI

Razia Zebra Ogan Ilir 2018, 500 Pengendara Nakal Ditilang Satlantas Polres OI

METROPALEMBANG - Selama Operasi Zebra 2018, Polres Ogan Ilir Tilang 500 Pelanggar Lalulintas. Sejumlah kendaraan yang kebetulan sedang melintas dilakukan pemeriksaan oleh petugas Satlantas Polres Ogan Ilir yang sedang menggelar Operasi Zebra 2018

Memasuki hari ketujuh Operasi Zebra yang dilaksanakan secara serentak, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir (OI), sampai dengan saat ini, jajaran Satlantas Polres Ogan Ilirmelakukan penindakan langsung (tilang) ditempat terhadap 500 pengendara yang melanggar tata tertib berlalulintas.

Hal tersebut diungkapkan Kasatlantas Polres OI AKP Desi Ariyanti disela-sela giat Operasi Zebra yang berlangsung Selasa (6/11) pukul 10.00 di Jalintim Km 35 Indralaya-Kayuagung. Dikatakan AKP Desi, pelanggaran didominasi kendaraan roda dua dalam hal ini sepeda motor, sisanya kendaraan roda empat.

Mereka (pengendara) yang diberikan tilang di tempat lantaran tidak menggunakan helm saat berkendara, berboncengan tiga dan tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-menyurat kendaraan.

"Seperti biasa, pelanggaran yang dilakukan penindakan dari mulai tidak mengenakan helm saat berkendara, tidak memakai sabuk pengaman dan kalau untuk kendaraan angkutan kita sesuaikan dengan kelengkapan administrasi barang yang dibawa," kata Kasatlantas Polres OI AKP Dessy Ariyanti. Dikatakan Kasat, pelaksanaan Operasi Zebra berlangsung dua kali dalam satu hari pagi dan sore sampai dengan 12 November nanti.

Operasi Zebra difokuskan ke titik lokasi yang rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas. Berdasarkan pantauan, pelaksanaan Operasi Zebra juga melibatkan petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten OI. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang sedang melintas saat pelaksanaan Operasi Zebra diperiksa surat-menyurat kendaraannya.

"Apabila terlihat tidak menggunakan helm, berboncengan tiga. Kalau untuk kendaraan angkutan yang tidak bisa menunjukkan surat-menyurat kendaraan langsung kita lakukan tindakan langsung (tilang)," ujar AKP Desi Ariyanti.

Sumber : sripoku.com
#oganilirterkini

Selasa, 06 November 2018

Kelangkaan BBM Premium dan Solar, Berebut Siapa Cepat Dia Dapat

Kelangkaan BBM Premium dan Solar, Berebut Siapa Cepat Dia Dapat


METROPALEMBANG - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar hampir setiap hari terjadi di berbagai SPBU khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Minggu, 4 Oktober 2018, Pukul 16.00 WIB, di SPBU 24 306 106 yang berada di Desa Meranjat III Kecamatan Inderalaya Selatan. Antrian kendaraan terpantau mengular guna membeli BBM jenis Premium dan Solar.

Premium jadi barang langka. Di Ogan Ilir, hanya beberapa SPBU saja yang masih menjual premium, hiruk-pikuk dan antrian kendaraan menjadi penanda masih tersedianya BBM jenis premium dan solar bila situasi di SPBU telihat lengang, maknanya kedua jenis BBM yang akhir-akhir ini terbilang langka sudah habis.
.
“Siapa cepat dia dapat. Sekarang, syarat untuk membeli premium harus tahan mengantri dan harus beradu cepat, kalah cepat bakalan tak kebagian.” kata Rizal salah satu sopir travell jurusan Palembang-Kayuagung saat ditemui di SPBU.

Sumber : Nara Sumsel
Taman Firdaus Unsri Inderalaya, 6 Ribu Bibit Buah-Buahan Ditanamkan

Taman Firdaus Unsri Inderalaya, 6 Ribu Bibit Buah-Buahan Ditanamkan


METROPALEMBANG - TANAM POHON: Acara penanaman pohon merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 58 Unsri di Taman Firdaus Inderalaya, Kamis (1/11).

Kembali Unsri melakukan penanaman pohon langka jenis buah-buahan di Taman Firdaus Unsri Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), berlangsung Kamis (1/11).
.
Acara penanaman pohon merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 58 Unsri. Penanaman pohon dilakukan oleh Rektor Unsri Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCF, diikuti oleh Plt Ketua DPRD Sumsel M Yansuri SIP, para pimpinan Perbankan seperti BSB, Mandiri, BNI, Wakil Rektor III dan IV, Sekda OI H Herman SH mewakili Bupati, Kejari OI Adityogunawan SH, mewakili Bupati Mura,OKU, dan Walikota Prabumulih.
.
“Sebelumnya pada Agustus kami melakukan penanaman pohon untuk kedua kalinya, dan hari ini dalam rangka Dies Natalis kembali melakukan penanaman pohon, totalnya sekarang ada 6000 pohon yang sudah kami tanam dengan 300 jenis pohon,’’ kata Rektor Unsri Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCF.

Dikatakan H Anis, Taman Firdaus sendiri bukan hanya sebagai tempat taman wisata saja dengan berbagai komoditas buah-buahan, mulai dari embam, durian, duku komering, dan semua jenis buah-buah lainnya ada disana, lalu sarana dan prasarana lainnya, juga akan dijadikan tempat riset , misalnya ada buah-buahan yang sudah langka lalu dilakukan riset untuk kembali dikembangkan.

Sumber : sumeks.co.id
#oganilirterkini
Renovasi Pasar Cinde Tak Kunjung Selesai, 30 Persen Pedagang Gulung Tikar

Renovasi Pasar Cinde Tak Kunjung Selesai, 30 Persen Pedagang Gulung Tikar


Pembangunan pasar Cinde yang tak kunjung selesai membuat beberapa pedagang di sana merugi sampai 90 persen. Ini diakui oleh Andres, salah satu pedagang toko mas di pasar Cinde. Andres mengatakan, sejak direnovasinya pasar, dia mengaku mengalami kerugian hingga 90 persen.

"Lah makan modal mbak. Penurunan lah sampai 90 persen alias rugi. Dak cuma di toko ini bae banyak pedagang lain yang gulung tikar alias tutup kareno rugi."

"Ada sekitar 30 persen pedagang yang tutup," ujarnya dengan bahasa Palembang, saat dibincangi Tribun, Senin (5/11/2018).

Dia juga mengatakan ada sekitar 700 petak atau pedagang yang ada di Cinde dan 30 persen dari jumlah pedagang tersebut gulung tikar karena merugi akibat perbaikan pasar ini. Dari 30 persen pedagang yang rugi ini kebanyakan pedagang sayur dan pemilik bordir. Dan terkait merugi, Andres saat ini lebih mengharapkan pelanggan lama.

"Ya ini sebabnya karena pasar dak punyo lahan parkir lagi, jadi mungkin bae pembeli males mampir ke pasar olehnyo katek tempat parkir."

"Kami jugo cuma bisa berharap dari pelanggan lama juga. Selain itu pasar Cinde ini semerawut, pedagang sayur deket pedagang sepatu dan lainnya itu kan semerawut," katanya.

Ini memang terbukti lapak pedagang saat ini semerawut, pedagang buah berdekatan dengan pedagang kue dan lainnya. Dan karena hal Ini dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera diselesaikan proyek pasar Cinde ini.

"Kalau cepat selesai kan para pedagang bisa cepat pindah, cepat disusun lagi dak semerawut cak sekarang," tambahnya.

Sementara itu, dia mengatakan untuk sewa lapak saat ini Rp 5 ribu per petak, Pedagang juga harus membayar keamanan dan kebersihan masing-masing Rp 5 ribu. Jadi setiap harinya pedagang harus menyiapkan uang Rp 15 ribu bagi yang menyewa lapak.

Tak hanya Andres yang merasa merugi tetapi pedagang lainnya yang juga pemilik lapak Agung Bordir, yakni Agung.

Agung mengatakan perbandingan keuntungan saat dulu sebelum pasar Cinde dibongkar, dirinya banyak mendapat keuntungan.

Namun saat ini penjualannya turun hingga 20-30 persen. "Jelas bae turun mbak, apolagi sekarnag lapak sepi dan ngandelke pelanggan lamo kami inilah," ujarnya terlihat sedang melayani pelanggannya. 

Masih Progres Pilling

Di tempat berbeda, pasar Cinde yang merupakan pasar tradisional di tengah Kota Palembang akan segera disulap menjadi pasar modern dengan sebutan Aldiron Plaza Cinde.

Dikatakan oleh Kepala Cabang PT Magna Beatum Palembang, Raimar mengatakan untuk saat ini proses pembangunan Aldiron Plaza Cinde masih diprogres pilling.

Setelah dibongkar kondisi tanah di kawasan pasar Cinde lunak, sehingga alat berat yang digunakan sulit masuk.

Untuk itu dilakukan pilling dengan cara menimbun dengan tanah agar keras. Setelah itu lanjut kepemasangan tiang pancang.

"Untuk tiang pancang sendiri akam dibuat 800 titik dan saat ini sudah dikerjakan 25 titik. Kami menargetkan untuk topping off atau pengecoran akhir lantai paling atas (total 14 lantai) akan selesai pada Oktober 2019," ujarnya, Senin (5/10).

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pembangunan Pasar Cinde Belum Selesai, Pedagang Merugi, 30 Persen Diantaranya Gulung Tikar, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/05/pembangunan-pasar-cinde-belum-selesai-pedagang-merugi-30-persen-diantaranya-gulung-tikar?page=all.
Penulis: Melisa Wulandari 
Editor: Wawan Perdana
Venue Dirusak Hujan dan Angin Kencang, Pusri Kirimkan Crane 50 Ton KE Jakabaring Sport Center

Venue Dirusak Hujan dan Angin Kencang, Pusri Kirimkan Crane 50 Ton KE Jakabaring Sport Center


Hujan disertai angin kencang beberapa waktu lalu, memberikan dampak pada rusaknya sejumlah bangunan venue olahraga di Jakabaring Sport City, Palembang. Beberapa venue yang terlihat dampaknya secara langsung adalah panjat tebing, ski air, atletik dan tenis serta beberapa fasilitas umum dan pepohonan.

Menindaklanjuti rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel sebagai Ketua Tim Satgas Pemulihan JSC, Pusri memberikan bantuan berupa operasional crane untuk mengangkat tiang dan pepohonan besar yang roboh akibat hujan lebat disertai dengan angin kencang.

Crane jenis Tadano memiliki berkapasitas maksimum 50 ton merupakan milik Pusri yang biasa digunakan untuk operasional maintenance pabrik. “Crane didatangkan dari pabrik Pusri, sampai di venue atletik Kamis (01/11) sekitar pukul 23.00 WIB, mulai digunakan keesokan harinya” Ujar Manajer Humas Pusri Hernawan L Sjamsuddin, Senin (5/11/2018)

Lanjut Hernawan, Hingga Minggu (4/11) seluruh tiang lampu yang roboh telah berhasil di angkat selanjutnya perbaikan dapat segera di lakukan oleh Tim Pemulihan JSC. “Crane nya kembali malam ini karena akan digunakan untuk operasional di Pabrik.” ujar Hernawan.

Khusus untuk venue panjat tebing, kerusakan terlihat ada di bagian atap dinding tebing dan beberapa atap bangunan pendukung lainnya seperti kantor official, ruang atlit dan beberapa sarana pendukung lainnya. Mengenai teknis perbaikan venue panjat tebing Pusri akan berkoordinasi dengan LPDUK nanti.

Sejalan dengan arahan Gubernur Sumsel Herman Deru bahwa perbaikan JSC ditargetkan dapat rampung selama dua bulan. “Saya harap awal tahun 2019 semua sudah berfungsi normal karena banyak event kejuaraan olahraga akan diselenggarakan di JSC nanti.” Ujar Herman Deru saat membentuk tim satgas pemulihan di Griya Agung.(cr26)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Dampak Rusaknya Sejumlah Venue , Pusri Kirim Crane Berdaya Angkut 50 Ton Bersihkan Tiang JSC, http://palembang.tribunnews.com/2018/11/06/dampak-rusaknya-sejumlah-venue-pusri-kirim-crane-berdaya-angkut-50-ton-bersihkan-tiang-jsc.
Penulis: Rahmaliyah 
Editor: Budi Darmawan
Syarifuddin Basrie Dukung Kegiatan Sosial PWI Ogan Ilir dan OKI

Syarifuddin Basrie Dukung Kegiatan Sosial PWI Ogan Ilir dan OKI


METROPALEMBANG - Penasihat PWI Kab.Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir mengapresiasi kegiatan aksi sosial yang dilakukan puluhan insan pers dengan turun kejalan dalam rangka melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban bencana gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, didepan Kantor Pemda lama Jalan lintas Timus KM 35 OI, Senin (05/11/18) yang dikomandoi langsung oleh Plt.Ketua PWI Ogan Ilir Yasandi.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena dengan adanya kepedulian sosial ini, akan sangat membantu para korban,” ucapnya.

Sementara Plt.Ketua PWI Ogan Ilir, Yasandi, tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian insan pers yang tergabung dalam PWI, terhadap musibah yang dialamai warga Palu, Sigi dan Donggala.

“Ini merupakan salah satu program PWI OI yang bekerjasama dengan media cetak dan elektronik untuk membantu saudara kita di Sulteng yang terkena musibah,” kata Yasandi.

Ia menambahkan kegiatan penggalangan dana tersebut akan terus dilakukan selama satu pekan kedepan dengan melibatkan para jurnalis anggota PWI.

“Hari pertama aksi sosial ini, terkumpul dana sebesar Rp.727.000,-” terangnya.

Dirinya berharap kedepan supaya insan pers yang bertugas di Ogan Ilir bisa lebih kompak dalam berbagai hal, salah satunya membantu para korban bencana dan musibah lainnya.

“Saya berharap agar teman-teman jurnalis di OI tetap kompak seperti ini dalam membantu menggalang dana untuk melakukan aksi sosial,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Yasandi mengaku telah mengajukan usulan kepada Pemkab OI untuk dibangunkan gedung PWI OI.

“Kami sudah mengusulkan kepada Pemkab.OI untuk dibangunkan gedung PWI untuk kantor PWI karena saya sangat perihatin PWI hingga saat ini belum mempunyai sekretariat,” pungkasnya.(24)

sumber http://www.koransinarpagijuara.com/2018/11/05/hm-syarifuddin-basrie-support-kegiatan-aksi-sosial-pwi-ogan-ilir/